2 Permintaan Bupati Malaka ini Langsung Dijawab Menteri Kesehatan RI

Betun, MedikaStar.com

Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH dalam sambutannya saat Pencanangan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga) Nasional di Betun, Jumat (04/10/19) mengutarakan kepada Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K) bahwa pihaknya tengah membutuhkan bantuan untuk pembangunan 10 Puskesmas dan 1 Rumah Sakit Penyangga Perbatasan. Kedua permintaan ini langsung dijawab oleh Menteri Kesehatan.

“Puskesmas kami di Kabupaten Malaka ada 20 dan 10 di antaranya telah dibangun sesuai standar nasional. Oleh karena itu, saya percaya bahwa dengan kunjungan Ibu Menteri Kesehatan RI di tanah Malaka ini, maka 10 Puskesmas yang belum akan diselesaikan sebelum masa jabatan kami berakhir. Jika 10 yang belum ini bisa dibangun maka ini akan kami ukir sebagai kenang-kenangan dalam masa jabatan ibu sebagai menteri kesehatan RI,” kata dr. Stefanus pada moment tersebut.

Selain itu, Ia mengatakan bahwa pihaknya juga memiliki rumah sakit yang disebut sebagai rumah sakit penyangga perbatasan, sehingga diharapkan agar Menteri Kesehatan RI juga memperhatikan rumah sakit tersebut.

“Daerah kami merupakan daerah perbatasan darat dengan Timor Leste di bagian selatan Pulau Timor dan berbatasan dengan Australia melalui Samudra Hindia. Untuk itu, kami berharap Rumah Sakit kami menjadi rumah sakit yang baik,” ujar Stefanus.

Bupati Malaka (kiri) bersama Menkes RI

Menurutnya, indikator pelayanan kesehatan di daerah perbatasan seperti Malaka diukur dari 2 hal. Pertama ialah bahwa rakyat Malaka tidak boleh berobat di luar negeri. Kedua, rakyat luar negeri yang datang dan berobat di Malaka. Jika point kedua terjadi, maka hal tersebut menunjukan bahwa pelayanan kesehatan di Malaka sudah sangat bagus.

“Supaya nama ibu (Menteri Kesehatan) harum di tanah Malaka ini, jangan ragu-ragu untuk mengalokasikan anggaran untuk Rumah Sakit penyangga perbatasan di Malaka ini,” kata Stefanus.

Lebih jauh, Ia menerangkan bahwa dalam pembiayaan kesehatan khusus rumah sakit, dikenal 3 komponen utama yang disebut dengan investasi, operasional, dan pemeliharaan. Pihaknya merasa berat untuk mengambil komponen Investasi, sehingga meminta Menteri Kesehatan untuk mengambil bagian ini.

“Investasi kami sangat berat oleh karena itu ibu (menteri kesehatan) kami minta untuk mengambil komponen investasi sementara operasional dan pemeliharaan siap kami laksanakan,” lanjutnya.

Terkait hal ini, menteri kesehatan RI, Nila Moeloek mengatakan dirinya setuju bahwa daerah perbatasan seperti Malaka haru ‘diperkuat’.

“Saya pikir bahwa tentu kita tidak akan senang jika masyarakat kita selalu mau berobat di luar negeri. Tetapi perlu diperhatikan bahwa bukan hanya sarana prasarana, tetapi juga SDM Kesehatannya, yakni bagaimana kita membuat SDM ini berada di kabupaten Malaka,” tutur Nila.

Menkes RI saat pencanangan Belkaga Nasional di Malaka

Ia mengatakan bahwa beberapa hal akan diberikan kepada Malaka. Pertama pihaknya bisa mengirim dokter intership yang sedang sekolah untuk magang di kabupaten Malaka, entah itu di rumah sakit ataupun di Puskesmas. Selain itu pihaknya juga bisa mengirim tenaga kesehatan Nusantara Sehat, dari Dokter sampai pada tenaga analis laboratorium.

“Jika bapa (bupati) merasa kekurangan dokter spesialis, tolong diminta ke pusat dan akan kami berikan. Bisa juga pak Bupati mulai mengirim anak-anak Malaka untuk menempuh pendidikan dokter dan setelah selesai pendidikan mereka bisa kembali dan mengabdi untuk masyarakat di sini,” kata Nila.

Sementara itu, untuk pembangunan Puskesmas, Nila mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan penguatan Puskesmas di wilayah perbatasan, sehingga permintaan Bupati Malaka untuk pembangunan 10 Puskesmas dapat dipenuhi.

“Untuk Puskesmas, Iya, karena memang kami sedang melakukan penguatan Puskesmas. Selama ini kami sudah membangun banyak Puskesmas di daerah perbatasan, termasuk di Malaka, Belu dan TTU sesuai dengan standar nasional. Bukan hanya dari gedung, alat kesehatan, rumah dinas, air dan listrik kami perhatikan,” kata Nila ketika ditanya awak media usai acara pencanangan Belkaga tersebut. (*/red)

Baca Juga: Ribuan Penari Likurai di Malaka Meriahkan Pencanangan Belkaga Nasional oleh Menkes RI

Video: Gubernur NTT Menari Hegong bersama KKBM Kupang

Advertisement