2 Tahun Nahkodai Ngada, Paulus Soliwoa Bawa Ngada Raih Puluhan Pencapaian

Bajawa, medikastar.com

Sejak tahun 2019 lalu, Drs. Paulus Soliwoa memimpin Kabupaten Ngada sebagai bupati. Menahkodai kabupaten yang dianugerahi dengan ragam potensi sekaligus juga dengan berbagai persoalan, 2 tahun tentunya bukan merupakan sebuah waktu yang lama.

Namun fakta menunjukan bahwa sosok yang mengawali karir birokrasinya sebagai sekretaris Desa Tanalodu pada tahun 1975 ini ternyata telah berbuat banyak selama masa kepemimpinannya. Berbagai kemajuan yang telah tercapai ini tidak banyak diketahui oleh publik lantaran Paulus mempunyai prinsip tersendiri yang dipegang selama masa kepemimpinannya.

“Kemajuan dan pencapaian yang diraih selama saya memimpin Ngada 2 tahun sebagai bupati bukan untuk dibaca melalui media massa, tetapi untuk dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” tutur Paulus kepada masyarakat di desa Naru dan juga masyarakat desa Ngoranale, Minggu (23/08/20).

“Terlalu banyak hal yang saya buat berhasil selama 2 tahun saya memimpin,” katanya.

Kepada masyarakat di tempat tersebut, ia kemudian menjabarkan secara berbagai kemajuan dan pencapaian yang telah diraih selama 2 tahun masa kepemimpinannya.

Berikut beberapa kemajuan umum yang dirangkum oleh media ini:

Birokrasi

Hal pertama yang menjadi capaian dalam 2 tahun masa kepemimpinan Paulus sebagai bupati Ngada yakni di bidang Birokrasi. Dalam hal ini, sejak 2 tahun belakangan ini roda pemerintahan di Kabupaten Ngada telah mulai dilaksanakan secara elektronik menuju terwujudnya Elektronik Government.

Pelaksanaan roda pemerintahan secara elektronik ini ditunjukan dengan Penerapan Sistem E-Planing, E-Budgetting, E-Procurement, E-Perijinan, dan sebagainya. Penerapan Elektronik Government ini menjamin akuntabilitas kinerja pemerintahan.

“Untuk mengukur kinerja dinas, kita cukup klik saja di komputer dan akan ketahuan dinas mana yang hijau, dinas mana yang merah. Langsung tahu, kalau kinerja bagus warnanya hijau, kinerja jelek warnanya merah,” jelas Paulus.

Dilanjutkan bahwa dari seluruh Kabupaten di Provinsi NTT, Kabupaten Ngada merupakan kabupaten yang paling pertama menerapkan Elektronik Government, di mana perencanaan dan penganggarannya merupakan satu kesatuan sistem yang terintegrasi, sehingga meminimalisir terjadinya human error. Dengan sitem elektronik ini masyarakat secara luas dapat mengakses apa isi rencana kerja yang akan dilakukan oleh Pemerintah.

Tidak heran jika kinerja yang baik ini membuat Paulus sebagai Bupati Ngada diundang oleh UNDP untuk menjadi salah satu narasumber, bersama Ketua KPK, Kepala Staf Kepresidenan, Wali Kota Surabaya, Gubernur Jawa Tengah dan beberapa pemateri lainnya, dalam Forum Nasional tentang transparansi dalam penyelenggaraan roda pemerintahan.

Opini WTP dari BPK

Hal yang berikut yakni mengenai opini BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Paulus menegaskan bahwa sepanjang sejarah berdirinya Kabupaten Ngada, belum pernah sekalipun BPK memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) bagi kabupaten Ngada. Raihan tertinggi Kabupaten Ngada atas Pengelolaan Keuangan Daerah sebelumnya adalah Wajar Dengan Pengeculaian (WDP).

Selama 2 tahun menata Birokrasi di Kabupaten Ngada, lanjut Paulus, dirinya berhasil membawa Kabupaten Ngada meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK selama 2 tahun berturut-turut, yakni tahun 2018 dan 2019.

“Ini merupakan sejarah baru bagi Kabupaten Ngada dalam pengelolaan keuangan daerah dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam RPJMD kabupaten Ngada tahun 2016-2021,” tuturnya.

Inovasi Daerah

Paulus juga menjelaskan bahwa dalam masa pemerintahannya, Kabupaten Ngada berhasil menyabet penghargaan dari Menteri PAN RB Republik Indonesia, khusus dalam hal Inovasi Daerah. Penghargaan tersebut diperoleh karena Kabupaten Ngada menjadi salah satu Kabupaten/Kota dari 99 Kabupaten/Kota di Indonesia (satu-satunya di NTT) yang berhasil melakukan inovasi daerah dalam pelayanan publik.

Angka Stunting Turun Significant

Paulus menjelaskan bahwa selama dirinya memimpin Ngada sebagai Bupati, Kabupaten Ngada berhasil menurunkan angka stunting secara significant. Stunting merupakan sebuah permasalahan kesehatan yang sangat serius yang tidak hanya dihadapi oleh provinsi NTT, tetapi juga oleh Indonesia secara umum karena stunting mengancam kualitas SDM generasi penerus negeri ini.

“Bagi saya, persoalan stunting atau yang biasa disebut anak kerdil adalah sebuah persoalan kemanusiaan. Karena kondisi gagal tumbuh yang dialami oleh anak ini merupakan persoalan kemanusiaan, maka saya meminta PKK untuk menggempur stunting secara serius. Selama saya memimpin kita intervensi berbagai program untuk menurunkan angka stunting di kabupaten ini. Hasilnya apa? Hasilnya angka stunting kita menurun drastis,” tegas Paulus.

Ia menjabarkan bahwa kondisi stunting  di Kabupaten Ngada pada Tahun 2017 yang lalu adalah sebesar 68 persen. Melalui berbagai upaya, angka stunting ini mengalami penurunan secara signifikan pada tahun 2018 menjadi 32 persen.

“Kita gempur terus dan pada tahun 2019, secara signifikan angka stunting kita di Ngada turun menjadi 15 persen. Target kita, tidak ada lagi anak-anak Ngada yang terkena stunting atau angka stunting kita harus 0 persen,” tegas Paulus lagi.

“Atas pencapain-pencapain dari birokrasi, opini BPK, inovasi daerah, dan penurunan angka stunting maka pemerintah pusat memberikan penghargaan untuk kita berupa tambahan anggaran atau Dana Insentif Daerah sebesar 42 M. Itu terjadi di masa saya memimpin sebagai bupati,” sambungnya.

Infrastruktur

Dilanjutkan oleh Paulus bahwa di bidang infrastruktur, pihaknya telah membangun lebih dari 500an kilometer jalan yang mulus dan arat-rata hotmix. Pada Tahun 2016 lalu, kondisi jalan yang baik dan mulus adalah sepanjang 466,74 Km. Kemudian pembangunan itu dilanjutkan terus hingga tahun 2019. Pada tahun 2019, jalan yang bagus dan mulus meningkat secara signifikan menjadi 723,7 Km.

“Kita melihat bahwa infrakstruktur ini penting karena dia menjadi asset pendukung utama dalam rangka peningkatan ekonomi kita. Untuk infrastruktur ada 3 prioritas kita, yakni menuju daerah kantong-kantong produksi, menuju pusat pelayanan dan membuka daerah isolasi baru,” sambungnya.

Aksesibilitas

Karena kemajuan di bidang infrastruktur khususnya jalan, maka aksesibilitas di berbagai wilayah Kabupaten Ngada pun menjadi baik. Paulus menjelaskan bahwa pada tahun 2016 silam aksesbilitas ke wilayah kantong-kantong produksi, pusat pelayanan dan daerah isolasi di Ngada adalah sebesar 83,79 persen.

“Ini berarti masih tersisa 10,27 persen wilayah-wilayah tersebut yang belum bisa diakses. Namun pada tahun 2019 ketika saya menjabat sebagai bupati, aksesbilitas ke wilayah-wilayah tersebut sudah 100 persen. Hal ini berarti; pertama, tidak ada wilayah di kabupaten Ngada yang terisolir. Kedua, semua kantong-kantong produksi sudah dapat dijangkau. Ketiga, semua pusat-pusat pelayanan telah dapat dijangkau,” tegas Paulus.

Indeks Pembangunan Manusia

Paulus juga menjelaskan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Ngada terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun secara signifikan. Sebelum tahun 2016, Kabupaten Ngada merupakan Kabupaten/Kota yang berada pada urutan ke-3 se-Provinsi NTT dalam Indeks Pembangunan Manusia. Namun sejak tahun 2016 sampai saat ini, Kabupaten Ngada menempati urutan 2 Kabupaten/Kota se-NTT dalam Indeks Pembangunan Manusianya.

“Untuk Provinsi NTT, IPM kita berada di urutan 2 di bawah Kota Kupang,” tuturnya.

Air Minum

Selain berbagai kemajuan itu, akses air minum juga mengalami peningkatan selama Paulus memimpin Ngada. Dikatakan oleh Paulus bahwa pada tahun 2016 yang lalu, persentase masyarakat atau KK di Kabupaten Ngada yang sudah terlayani air bersih sebesar 66,22 persen. Persentasi ini meningkat significant pada tahun 2019 menjadi 74,14 persen.

“Masih tersisa 25,86 persen KK yang belum terlayani air bersih. Ini akan kita digenjot pada tahun anggaran 2021 karena dari aspek kebijakan anggaran untuk membangun daerah, APBD Kabupaten Ngada Tahun 2021 sudah saya tetapkan per 31 november 2020 ini. Jadi siapa saja yang terpilih menjadi bupati nanti, tetap pada tahun 2021 dia masih melaksanakan kebijakan anggaran yang sudah saya putuskan,” ungkapnya.

Rumah Layak Huni

Untuk penyediaan rumah layah huni, Paulus mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Ngada melakukan kolaborasi lintas sumber dana dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Desa melalui dana desa. Rumah Layak Huni yang telah dibangun sampai dengan tahun 2019 ialah sebanyak 2.074 rumah. Rumah layak huni ini akan terus dibangun pada APBD Kabupaten Ngada tahun anggaran 2021.

“Ada 14 indikator kemiskinan dan 6 indikator kemiskinan berkaitan dengan perumahan, sehingga dari 2019 APBD kita alokasikan untuk membedah rumah-rumah yang tidak layak huni dan kami wajibkan semua desa agar dari dana desa minimal membedah rumah sebanyak 10 rumah,” jelasnya.

Akan tetapi Paulus juga mengakui bahwa ternyata kondisi jumlah jiwa miskin di Kabupaten Ngada ternyata bertambah. Setelah ditelusuri oleh pihaknya, ternyata pertambahan itu terjadi karena adanya kelahiran baru. Selain karena mereka yang ekonominya rendah memiliki kelahiran baru, juga karena bertambahnya keluarga baru.

“Ini merupakan realitas, tetapi kita terus mencoba sedikit demi sedikit mengurangi jumlah kemiskinan tersebut,” lanjutnya.

Pendidikan

Paulus menerangkan bahwa salah satu permasalahan di sektor pendidikan di Kabupaten Ngada ialah kurangnya tenaga pengajar. Untuk itu, dirinya berupaya membuat kebijakan anggaran yang mampu mendorong pemenuhan tenaga pengajar dari Paud hingga SMP, karena SMA telah menjadi kewenangan provinsi.

“Kita sudah mengontrak 1130 guru. Hanya karena SMA sudah menjadi kewenangan pemerintah provinsi maka sekarang kita mengontrak sekitar 850 guru yang kita bayar dari APBD,” tegasnya.

Selain guru, beasiswa juga terus diberikan kepada generasi muda Kabupaten Ngada yang berprestasi.

“Kita mengambil kebijakan untuk mengirim anak-anak yang mampu yang berprestasi dengan beasiswa melalui kebijakan ikatan dinas. Kita membayar kuliah mereka dari semester pertama hingga selesai dan kembali ke Ngada untuk mengabdi,” terang Paulus.

“Ini termasuk berkaitan dengan bidang kesehatan, yakni kita berikan beasiswa agar anak-anak kita sekolah dokter umum. Para dokter umum yang sudah kembali dan mengabdi selama beberapa tahun di Ngada kita berikan beasiswa lagi dan kita kirim untuk menempuh pendidikan dokter spesialis, beberapa sudah selesai dan kembali ke Ngada,” terang Paulus.

Kesehatan

Di bidang kesehatan, selain penurunan angka stunting dan beasiswa bagi generasi muda Ngada yang menempuh pendidikan dokter umum dan dokter spesialis, Pemda Ngada di bawah pimpinan Paulus terus berupaya untuk mengatasi kurangnya tenaga kesehatan, baik itu perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya.

“Kekurangan tenaga perawat dan bidan kami sudah siasati dengan membuat kebijakan untuk mengontrak tenaga bidan dan perawat tersebut. Kondisi terakhir ada 370 tenaga bidan dan perawat yang kami kontrak dari APBD untuk bekerja di rumah sakit, puskesmas, dan sebagainya,” papar Paulus.

Pihaknya juga telah meluncurkan kebijakan jaminan kesehatan masyarakat Ngada di mana masyarakat miskin yang berobat ke semua pusat pelayanan kesehatan tidak dikenakan biaya. Akan tetapi peraturan pemerintah saat ini mewajibkan untuk mengintergrasikan semuanya ke JKN-KIS, sehingga dengan keterbatasan APBD yang ada, belum semua masyarakat miskin dapat dibiayai dari APBD.

Penanganan Penyebaran Virus Covid-19

Kabupaten Ngada di bawah nahkoda Paulus hingga saat ini terbukti mampu mempertahankan status Zona Hujau penyebaran Virus covid-19, padahal virus ini telah menyebar ke berbagai daerah. Berbagai langkah telah ditempuh oleh Paulus, baik langkah-langkah pencegahan maupun antisipatif untuk menjaga agar Ngada bebas dari virus ini.

“Untuk ini, saya mengucapkan terima kasih bagi semua masyarakat Ngada yang telah berperan penting dalam menjaga wilayah kita ini dari penyebaran virus corona,” ungkap Paulus.

Atas Prestasi ini, Pemerintah Pusat kembali memberikan Penghargaan berupa tambahan  Anggaran atau Dana Insentif Daerah sebesar 8,1 M pada Tahun 2020 ini.

“Saya membuat kebijakan bahwa dana penghargaan ini akan kita berikan untuk para pelaku pasar, mama-mama kita yang berjualan di pasar di 12 kecamatan dan juga akan kita berikan kepada saudara-saudara kita para pelaku UMKM sebagai tambahan modal bagi mereka. Biar sedikit-sedikit, kita berikan untuk mereka,” tutur Paulus.

Ekonomi

Dijelaskan oleh Paulus bahwa berkaitan dengan bidang ekonomi, dirinya mendorong pemberdayaan masyarakat berdasarkan potensi yang dimiliki oleh masyarakat.

“Kita membeli sapi, babi, dan kambing sesuai potensi masing-masing wilayah dan kita berikan kepada masyarakat. Selain itu kita telah melakukan program pemberdayaan masyarakat melalui dana bantuan sosial, baik perorangan maupun kelompok. Ke depan pemberdayaan ini akan kita tingkatkan dan menyasar kelompok-kelompok dengan membagi kelompok menjadi tiga kriteria, yakni kelompok tumbuh, kembang, dan kelompok mandiri,” jelasnya.

Listrik

Kebutuhan masyarakat akan listrik juga telah diperhatikan oleh Paulus selama dirinya memimpin Ngada, walaupun belum semua daerah bisa menikmati listrik tersebut.

“Tetap kita tingkatkan terus yang sisa. Listrik kita mulai dari dana APBD, APBN, APBD 1, APBD 2, dan dana desa. Memang untuk listrik ini kita kekurangan energi walaupun kita punya potensi energi baru terbarukan di Mataloko. Khusus untuk listrik, mengingat jumlah keluarga miskin kita banyak, maka kita telah memasang instalasi listrik gratis bagi masyarakat yang kurang mampu. Saat ini sekitar 2000an rumah sudah kita instalasi listrik gratis,” jelasnya.

Selain itu, Paulus juga membeberkan bahwa pihaknya telah menjalin kesepakatan dengan PLN Kupang bahwa jika PLN belum mampu membuka jaringan listrik ke wilayah tertentu, maka pemerintah Ngada dari APBD siap membangun jaringan listrik.

“Karena itu menjadi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Paulus, masih ada banyak kemajuan ain yang telah dicapai oleh Kabupaten Ngada di bawah pimpinannya sebagai bupati selama 2 tahun. Akan tetapi, Ia juga mengakui bahwa masih banyak hal yang belum selesai dilaksanakan olehnya selama menjabat.

Untuk itulah, sebagai tanggung jawab moril terhadap pembangunan Ngada yang berkelanjutan, ia akhirnya memutuskan untuk maju bertarung dalam pemilihan kepala daerah pada tanggal 9 desember 2020 nanti.

“Jujur, saya mempunyai tanggung jawab moril yang besar untuk melanjutkan apa yang sudah dan sedang kita bangun untuk kesejahteraan seluruh masyarakat Ngada,” tutupnya. (*/Red)

Video: Saatnya Mulai New Normal