5 Sosok Tenaga Kesehatan yang Ikut Bertarung dalam Ajang Pileg 2019

Kota Kupang, MedikaStar.com

Moment Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 menjadi moment yang bermakna bagi seluruh masyarakat Indonesia, terkhusus bagi mereka yang ikut bertarung, baik sebagai calon anggota DPR, DPD, maupun DPRD. Undang-undang Nomor 8 tahun 2012, Peraturan KPU RI Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD, dan DPRD telah mengatur persyaratan bagi setiap warga negara yang ingin menjadi calon legislatif (caleg) baik di DPR, DPD, maupun DPRD. Olehnya, bagi mereka yang memenuhi persyaratan tentunya dapat mengambil bagian dalam kontestasi pesta demokrasi tersebut.

Tenaga kesehatan sebagai warga Negara Indonesia yang memiliki hak demokrasi juga dapat ikut bertarung dalam ajang pemilihan Legislatif 2019 sepanjang memenuhi persyaratan yang ditentukan. Keterpanggilan untuk memperjuangkan suara kaumnya sering menjadi alasan mendasar tenaga kesehatan turut berpartisipasi, baik sebagai calon DPR, DPRD, dan DPRD.

Ingin Belajar Langsung di Rumah? Klik untuk Terhubung dengan Branded Home Private

Berikut beberapa sosok tenaga kesehatan di NTT yang turut bertarung sebagai calon DPR, DPRD, dan DPRD dalam Pileg 2019 ini versi Medika Star.

1. Dr. Hyronimus Agustinus Fernandez, dr., M.Kes

Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Provinsi NTT ini maju bertarung dalam kontestasi pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Daerah Pemilihan NTT, Nomor Urut 35.

Sebagai seorang ahli kesehatan masyarakat yang terbiasa berpikir strategis dan sistematis, ia menyadari bahwa pembangunan kesehatan tidak cukup hanya pada level kuratif-rehabilitatif. Yang juga penting adalah membuat kebijakan atau regulasi yang bisa melindungi masyarakat dari berbagai risiko sakit dan penyakit.

“Perjuangan kita harus berbasis masalah, dan hulu-hilir. Jadi tidak bisa kita hanya menyelesaikan masalah di meja pasien, di rumah sakit, di puskesmas. Tapi harus juga di tingkat hulu. Hulu itu kita omong tentang kebijakan, regulasi. Sehingga kita tidak bisa hindari politik. Karena setiap manusia adalah zoon politicon,” ujarnya.

Menurutnya, politik itu sebenarnya memiliki tujuan yang mulia.

“Bahkan politik itu dikatakan oleh salah seorang penulis sebagai sakramen. Sakramen Politik. Karena politik juga bisa menjadi tanda kehadiran Tuhan,” katanya.

Karena itu, keterlibatannya dalam kontestasi politik berangkat dari kesadaran untuk ikut menjernihkan image jelek politik karena praktik-praktik selama ini dipertontonkan oleh sebagian besar politisi kita. Menjernihkan wajah politik itu artinya aktif memperjuangkan aspirasi rakyat agar mereka bisa beroleh kehidupan yang lebih baik (bonum commune) melalui tiga aspek kehidupan yang menentukan arah pembangunan secara umum, yakni kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

Klik untuk baca selengkapnya tentang Dr. Hyronimus Agustinus Fernandez, dr., M.Kes.

2. dr. Christian Widodo

Owner Kupang Graha Medika dan satu dari dua dokter yang mewakili Indonesia menjadi Dokter Tinju di ASIAN GAMES 2018 ini merupakan Calon Anggota DPRD Provinsi NTT dari PSI, Daerah Pemilihan (Dapil) I, Kota Kupang. Ia juga merupakan Ketua DPW PSI NTT.

Ia meyakini bahwa sebenarnya ada banyak hal yang perlu dilakukan demi tercapainya masyarakat yang sehat dan sejahtera, serta terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Politik merupakan salah satu jalan yang dapat ditempuh.

“Kita jangan lagi alergi terhadap politik, karena politik itu sejatinya baik. Jika selamanya kita berpikir bahwa politik itu kotor, maka selamanya juga dunia politik hanya akan diisi oleh orang-orang yang tidak baik yang mengutamakan kepentingan diri sendiri atau golongan; karena kita yang merasa diri “waras” atau baik memilih menjauh dari politik. Padahal masih banyak orang baik dalam dunia politik,” jelas dr. Christian.

Menurutnya, melalui politik atau Parpol kita bisa memiliki kekuasaan dan berada dalam sistem.

“Cotohnya ketika kita menjadi kepala daerah, kita bisa memiliki 3 sumber daya, yaitu sumber daya manusia, sumber daya regulasi, dan sumber daya anggaran. Apabila ketiga sumber daya itu digunakan untuk hal yang baik, untuk kemakmuran masyarakat, maka politisi adalah profesi yang mulia, tidak kalah dengan seorang dokter,” ujarnya.

Klik untuk baca selengkapnya mengenai dr. Christian Widodo

3. Vinsensius Belawa Making SKM.,M.Kes

Wakil Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan CHMK ini ikut bertarung dalam Pemilihan Legislatif 2019 dengan maju sebagai calon anggota DPRD Provinsi NTT, Daerah Pemilihan 6 (Flotim-Lembata-Alor) dari PSI (11), Nomor urut 2.

Jabatan sebagai wakil ketua Stikes Citra Husada Mandiri Kupang dan Sekretaris Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat membuatnya mengerti banyak hal terkait berbagai persoalan kesehatan masyarakat. Oleh karenanya, melalui jalur Politik, sosok muda ini ingin berjuang demi Peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan.

Klik untuk baca selengkapnya mengenai Vinsensius Belawa Making SKM.,M.Kes

4. dr. Asyera R.A Wundalero

Sosok dr. Asyera R.A Wundalero merupakan seorang dokter yang giat mengembangkan industri obat herbal. Keterpanggilannya yang besar untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan perbaikan ekonomi masyarakat demi mendukung perkembangan pariwisata NTT membuatnya maju sebagai calon DPD-RI Daerah Pemilihan NTT, nomor urut 27.

Menurutnya, anggota DPD-RI memiliki kemampuan koordinasi lintas sektor pusat dan daerah. Sehingga jika dapat terpilih sebagai DPD-RI, dirinya akan merangkai program peningkatan industry obat herbal NTT sebab potensi tanaman obat lahan kering NTT sangat besar dan memiliki kualitas terbaik.

Klik untuk baca selengkapnya mengenai dr. Asyera R.A Wundalero

5. Tarsiana R. Daud

Sosok wanita muda, owner ADG Jaya Alkes/Grosir Alat Kesehatan sekaligus alumni Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang ini ikut bertarung sebagai calon anggota DPRD Kota Kupang periode 2019-2024. Ia maju dari partai Hanura, Daerah Pemilihan 2; Kecamatan Kota Lama dan Kelapa Lima, Nomor Urut 6.

Srikandi Hanura ini ingin agar melalui Politik, dirinya bisa membawa hal positif bagi masyarakat. (*/red)

Baca Juga: Pemerintah Akan Kawal Kasus Penganiayaan AY Hingga Tuntas

Advertisement