80 ODP Covid-19 di NTT, Ini Daftar Menurut Daerahnya Masing-Masing

Kota Kupang, medikastar.com

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dr. Drg. Dominikus Mere, M.Kes memastikan bahwa Provinsi NTT masih negatif covid-19. Akan tetapi Ia menjelaskan bahwa hingga Minggu (22/03/20) total jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Provinsi NTT sebanyak 101 orang.

“Kalau kemarin posisi terakhir kami laporkan di posisi 92 orang, hari ini berkembang, bertambah sebanyak 9 orang,” tuturnya kepada awak media di halaman Dinkes Provinsi NTT, Minggu (22/03/20).

Ia merincikan ODP tersebut tersebar di beberapa Kabupaten/Kota di NTT, antara lain:

  • Kota Kupang sebanyak 34 ODP dan selesai pemantauan 10, sehingga jumlah saat ini 24 ODP
  • Lembata, 2 ODP, sampai saat ini masih 2 orang
  • Manggarai Barat sebanyak 12 orang dan jumlah hingga saat ini 12 orang
  • Kabupaten Kupang 2 orang dan hingga saat ini 2 orang
  • Kabupaten Sikka sebanyak 26 orang dan selesai pemantauan 11 orang sehingga jumlah saat ini 15 orang
  • Kabupaten TTS sebanyak 3 orang dan jumlah saat ini 3 orang
  • Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 1 orang dan jumlah saat ini 1 orang
  • Kabupaten Flores Timur sejumlah 2 orang dan jumlah saat ini 2 orang
  • Kabupaten Malaka sebanyak 1 orang dan hingga saat ini 1 orang
  • Kabupaten Alor sebanyak 1 orang dan jumlah saat ini 1 orang
  • Kabupaten Sumba Timur sebanyak 2 orang dan hingga saat ini 2 orang
  • Kabupaten Belu sebanyak 2 orang jumlah saat ini 2 orang
  • Kabupaten Sumba Barat Daya 7 orang dan jumlah saat ini 7 orang
  • Kabupaten Ende 2 orang dan jumlah saat in 2 orang
  • Kabupaten Manggarai 4 orang dan jumlah saat ini 4 orang

“Jumlah ODP saat ini 80 orang karena dari 101 ODP, 21 orang sudah selesai pemantauan. Hal ini berdasarkan notifikasi yang diberikan oleh teman-teman kami di dinas kesehatan kabupaten di seluruh NTT,” tegas drg. Dominikus.

Lebih lanjut drg. Dominikus menjelaskan bahwa di beberapa rumah sakit memang ada keluhan terkait keterbatasan Alat Pelindung Diri (APD) dan Viral Transport Media (VTM). Menurutnya tidak hanya secara provinsi tetapi nasional pun masih kekurangan.

“Pemerintah provinsi dalam hal ini sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan walaupun hingga saat ini NTT masih negative covid-19, tetapi melihat frekuensi kenaikan ODP, maka kita harus antisipasi dari sekrang,” tegasnya.

“Ketersediaan APD menjadi hal mutlak yang dikeluhkan teman-teman di lapangan, sehingga provinsi juga selalu berkoordinasi dengan Kemenkes dan para pihak karena memang gubernur NTT sudah menyiapkan anggaran untuk itu. Kita sudah berkoordinasi dengan para pihak tetapi kondisi nasional hingga saat ini belum memungkinkan untuk seluruhnya kita peroleh,” lanjut drg. Dominikus.

Ia mengatakan bahwa media telah memberitakan mengenai sudah adanya pesawat yang dikirim pemerintah Indonesia ke China dan mudah-mudah dengan sekembalinya pesat tersebut ke Indonesia, sudah membawa juga dengan kebutuhan akan APD dan lainnya.

“Tentu Kemenkes akan mendistibusikannya ke seluruh Indonesia,” tuturnya.

Sementara berkaitan dengan ketersediaan Viral Transport Media, Ia mengatakan bahwa pihaknya juga berkoordinasi dengan badan Litbangkes.

“Oleh karena seluruh Indonesia membutuhkan hal yang sama dan petugas kita tidak bisa keluar dari NTT sehingga kita meminta bantuan dari Jakarta dan mudah-mudahan secepatnya dikirim ke Kupang,” kata drg. Dominikus.

Mengingat kondisi tersebut, Ia juga menegaskan agar masyarakat NTT patuh terhadap kebijakan sosial distancing.

“Ini harus betul-betul diterpakan,” tegasnya. (*/red)