Antisipasi Covid-19, Bupati Ngada Minta Seluruh Masyarakat Taati Protokol Kesehatan

Bajawa, medikastar.com

Belakangan ini jumlah kasus covid-19 di Indonesia semakin meningkat. Lonjakan kasus covid-19 ini tidak hanya terjadi secara nasional, tetapi juga terjadi di tingkat provinsi NTT. Data per 14 September 2020 menunjukan bahwa telah terjadi penambahan kasus covid-19 di NTT sebanyak 39 orang dalam sehari. Dengan bertambahnya angka tersebut, maka secara akumulasi jumlah kasus covid-19 di NTT telah menyentuh angka 276 kasus.

Terkait hal tersebut, demi mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Ngada, Bupati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa meminta seluruh masyarakat Ngada untuk menaati dengan sungguh protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

“Saya mohon dengan sangat agar masyarakat Ngada menaati protokoler covid-19, menaati instruksi bupati, peraturan bupati, himbauan bupati, ajakan-ajakan dari gugus tugas, ajakan dari camat, kepala desa. Saya mohon semua ditaati secara baik dan benar,” tutur Paulus saat melantik Penjabat Desa Waebela, Kecamatan Aimere, Selasa (15/09/20).

Ia menjelaskan bahwa kabupaten Ngada sebelumnya tidak terdapat kasus covid-19, akan tetapi dari hasil swab akhirnya terkonfirmasi ada 2 orang yang positif covid-19.

“Kita berdoa semoga dengan pertolongan Tuhan sama saudara kita yang sedang sakit segera sembuh dari virus corona,” tutur Paulus.

Menyikapi kondisi yang ada, Paulus mengatakan bahwa mau tidak mau pemerintah harus mengambil kebijakan demi mencegah terjadinya lonjakan kasus covid-19 di Ngada. Dalam hal ini, pihaknya telah melakukan rapat pada Sabtu (13/09/20) dengan gugus tugas covid-19 kabupaten dan telah menentukan beberapa hal yang akan dilaksanakan ke depan.

“Untuk saat ini new normal tidak berlaku di kabupaten Ngada. Kita kembali ke kebijakan pemerintah daerah pada saat awal-awal virus corona ini kita dengar. Kami memutuskan bahwa yang pertama, protokoler covid-19 wajib hukumnya, yakni pakai masker, cuci tangan dengan menggunakan sabun di air mengalir atau dengan hand sanitizer dan juga menjaga jarak minimal 1 meter,” tegasnya.

Selain itu, dalam setiap kegiatan yang menghimpun masyarakat dari unsur mana saja jumlah orang yang mengikuti kegiatan tersebut paling banyak ialah 100 orang, termasuk kegiatan kampanye dalam Pilkada tahun 2020.

“Itu juga berlaku pada saya nanti saat melakukan kampanye. Kita tidak melarang orang melakukan kegiatan tetapi ada batasan jumlah orang dan juga penerapan protokoler covid-19,” tegas Paulus.

“Tetapi khusus untuk kegiatan pesta, apa saja yang namanya pesta yang dilaksanakan malam hari, maka tidak boleh dijalankan. Siang oke, tetapi malam tidak,” lanjutnya.

Paulus juga menegaskan bahwa untuk kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang tersebut pihak penyelenggara harus mengantongi 2 surat,  yakni surat ijin dari gugus tugas dan surat dan ijin keramaian. Ada konsekuensi bahwa apabila tidak menaati, maka kegiatan tersebut dapat dibubarkan oleh Polri dan juga TNI.

Lebih jauh, dijelaskan bahwa untuk saat ini sampel swab yang telah diambil dari klaster Cireng, Manggarai menunjukan hasil negatif. Akan tetapi, masih ada cluster lainnya dengan jumlah orang yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif covid-19 sekitar 131 orang. Sebagian telah diambil sampel swab dan sebagian lagi sedang dalam proses pengambilan sampel swab untuk dibawa ke Kupang.

“Kita berdoa semoga dari antara mereka ini tidak ada yang terkonfirmasi suspect covid-19,” tuturnya.

“Untuk itu, lebih baik kita mengambil langkah pasti yang sifatnya antisipatif supaya kita tidak menyesal di kemudian hari. Saya minta maaf kepada masyarakat Ngada, pesta apa saja di malam hari tidak diberikan ijin, untuk sementara waktu sampai hasil swab yang dikirim ke Kupang kita ketahui hasilnya. Kalau negatif maka kita berlakukan new normal lagi, tetapi kalau ada yang positif maka kita akan jadikan keputusan ini sifatnya permanen,” lanjut Paulus.

Ia mengatakan bahwa sebenarnya langkah pencegahan covid-19 dapat dilakukan oleh semua orang, mulai dari dalam diri sendiri, dalam keluarga, dan di lingkungan sekitarnya. (*/Red)

Video: Mengapa Harus Pakai Masker?