Apa itu Virus Korona yang Sedang Menyerang Cina?

Kota Kupang, MedikaStar.com

Pada 31 Desember 2019, Pemerintah Tiongkok melaporkan ke Kantor WHO Asia Pasifik di Manila tentang kasus pneumonia di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Namun, penyebabnya belum diketahui pasti.

Lalu pada 7 Januari 2020, otoritas Cina mengidentifikasi bahwa penyebabnya adalah virus corona baru. Virus corona baru itu disebut dengan nama Novel Corona Virus (2019-nCoV).

Menurut laporan Kementerian Kesehatan Cina, seperti dilansir dari Associated Press, hingga Rabu (21/1) di Cina sudah ada 440 korban, dengan jumlah kematian sebanyak 9 orang.

Kasus ini juga sudah ditemukan di Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Taiwan, masing-masing satu kasus. Sementara Thailand 3 kasus. Umumnya mereka yang tertular itu baru saja kembali dari Cina.

Artikel terkait: Dunia Dikejutkan oleh Wabah Pneumonia, Indonesia Siap Antisipasi

Lalu apa itu virus corona? Virus corona adalah keluarga besar virus (dari familia coronaviridae) yang diketahui menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) atau Sindrom Pernapasan Timur Tengah dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) atau Sindrom Pernapasan Akut Parah.

Dilansir dari WebMD, virus corona pertama kali diidentifikasi pada 1960-an. Nama virus itu diberikan karena bentuknya yang seperti mahkota (corona).

Struktur tubuh virus corona terdiri dari membran, selubung lipid bilayer (envelope), glikoprotein yang menyerupai paku (spike), genom RNA positif, dan protein nukleokapsid. Glikoprotein koronovirus dapat berikatan dengan glikoprotein permukaan sel inang secara spesifik untuk memulai terjadinya infeksi

Virus corona bersifat zoonosis, artinya ditularkan antara hewan dan manusia. Investigasi terperinci menemukan bahwa SARS-CoV ditularkan dari luwak ke manusia pada tahun 2002 dan MERS-CoV dari unta dromedaris ke manusia.

Meskipun berasal dari hewan, virus ini dapat menular antar manusia. Biasanya setelah kontak dekat dengan pasien yang terinfeksi, misalnya, melalui orang yang terinfeksi batuk dan bersin, dengan menyentuh tangan atau wajah orang yang terinfeksi, atau dengan menyentuh hal-hal seperti gagang pintu yang disentuh oleh orang yang terinfeksi.

Tanda-tanda umum orang terinfeksi virus corona terkait dengan gejala pernapasan, demam, batuk, sesak napas, dan kesulitan bernafas. Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. (ens)

Baca juga: Minum Teh Dapat Mengurangi Risiko Penyakit Jantung dan Stroke