Bantu Pemprov, PHRI Siapkan Hotel-Hotel di NTT untuk Antisipasi Peningkatan Pasien Covid-19

Kota Kupang, medikastar.com

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi NTT yang diketuai oleh Freddy Ongkosaputra mengungkapkan bahwa para pemilik hotel dan GM yang tergabung di dalam organisasi ini, khususnya di Kota Kupang telah sepakat untuk membantu pemerintah provinsi NTT dalam menangani covid-19. Dalam hal ini hotel-hotel yang tergabung dalam organisasi ini, siap menjadikan hotelnya sebagai tempat karantina bagi orang yang dicurigai terinfeksi covid-19.

“Hasil rapat kami kemarin dan saya pikir ini penting untuk diketahui oleh hotel-hotel di daerah, nanti akan saya teruskan suratnya karena hari ini hari libur, untuk dapat mengantisipasi (covid-19), perhotelan bisa membantu. Jadi untuk Kota Kupang khususnya sudah ada keputusan bahwa hotel akan mendukung pemerintah khusus dalam menangani covid-19 apabila, mudah-mudahan tidak, tetapi apabila rumah sakit penuh maka hotel bisa jadi cadangan,” kata Freddy kepada awak media, Rabu (25/03/20).

Dikatakan olehnya bahwa pihaknya sudah menyampaikan hal tersebut kepada gubernur NTT dan juga kepada kepala biro humas dan prokokol setda NTT. Terkait hal ini, apabila disetujui oleh pemerintah maka pihaknya tinggal menunggu pelatihan agar pihak hotel juga mengerti bagaimana menangani orang yang dicurigai covid-19.

“Saya berterima kasih kepada para pemilik hotel dan GM yang sudah bersedia tempatnya apabila diperlukan oleh negara ini. Mereka siap membantu untuk orang yang dicurigai covid-19 boleh dikarantina di hotel. Tentunya di bawah pengawasan dinas kesehatan dan kepolisian karena pihak hotel tidak memiliki hak untuk mengatur orang sehingga itu harus ditangani oleh petugas atau aparat,” lanjut Freddy.

Ia mengharapkan agar sumbangsi dari para pemilik hotel dan GM ini bisa meringankan tugas pemerintah dalam menangani covid-19, sehingga masyarakat NTT bisa tenang.

Lebih jauh, Freddy mengaku bahwa covid-19 membawa dampak yang cukup besar terhadap restoran dan juga hotel.

“Bisa dikatakan bahwa hotel kita koleps karena kosong. Hal yang kita perjuangkan ialah bagaimana agar karyawan kita tetap bertugas. Sehingga kami mencari jalan keluar bagaimana kita sift dan kita membicarakan apakah masih sanggup membayar gaji separuh sehingga mereka masih cukup untuk hidupnya dan hotel tetap berjalan,” katanya.

Melihat kondisi yang ada, Freddy mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan bantuan pemerintah, khususnya di bagian biaya listrik. Dalam hal ini diharapkan apabila memungkinkan, pemerintah membantu 50% biaya listrik.

“Jika bisa pajak PB1 dari Pemda untuk bisa dibebaskan sementara, karena ini tentunya juga tidak membebankan Pemda karena kalau tidak ada penghuni tentunya hotel tidak bayar juga,” lanjutnya.

Di tempat yang sama, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menyampaikan terima kasih kepada PHRI Provinsi NTT atas bantuan yang diberikan oleh perhotelan bagi pemerintah NTT dalam rangkan penanganan covid-19.

Sementara mengenai permintaan yang disampaikan oleh PHRI, Ia mengatakan bahwa hal tersebut akan dikaji oleh pemerintah.

“Memang dampak covid-19 untuk dunia usaha tentunya besar sekali,” tutur Marius.

“Karena wewenang untuk biaya listrik ini ada di PLN sehingga kita harapkan agar PLN bisa mengakomodir permintaan dari PHRI dan tentunya PLN pasti harus berkoordinasi PLN pusat,” lanjutnya. (*/red)