Begini Cara Memilih Obat Nyamuk yang Tepat

Rumah yang dihuni oleh banyak nyamuk tentunya sangat menggangu semua anggota keluarga. Selain itu, nyamuk juga berpotensi besar mengakibatkan penghuni rumah terkena penyakit-penyakit seperti malaria dan demam berdarah dengue (DBD). Tentunya kita tak ingin penyakit-penyakit tersebut menimpa salah satu dari anggota keluarga kita. Demi mencegah terjadinya hal itu, upaya pencegahan penyakit perlu dilakukan dengan baik.

Salah satu cara efektif untuk mencegah malaria dan DBD adalah menggunakan obat nyamuk. Akan tetapi, pemilihan obat nyamuk secara tepat sangat perlu diperhatikan. Tujuannya agar obat nyamuk yang digunakan tidak malah mendatangkan efek negatif bagi anggota keluarga. Karena itu, berikut ini adalah beberapa cara memilih obat nyamuk yang baik.

Dilansir dari WikiHow, terdapat beberapa metode yang bisa dipakai untuk memilih produk obat nyamuk terbaik.

Memilih Berdasarkan Bahan Aktif

Berdasarkan bahan aktif, terdapat beberapa bahan yang dapat dipertimbangkan sebagai kandungan dari obat nyamuk yang hendak dipilih. Yang pertama adalah produk obat nyamuk yang berbasis DEET. DEET adalah singkatan dari diethyltoluamide. Selanjutnya, kita bisa mempertimbangkan untuk menggunakan bahan berbasis picaridin sebagai alternative dari DEET.

Kedua bahan itu memiliki tingkat keefektivan yang sama. Perbedaannya, DEET mungkin saja dapat mengakibatkan iritasi pada kulit dan berbahaya bagi anak-anak dalam konsentrasi yang tinggi. Sedangkan, picaridin terbilang lebih aman dari DEET untuk digunakan, tanpa efek-efek tertentu.

Selain itu, ada juga bahan permethrin yang juga terbukti dapat mengusir nyamuk secara baik. Selain digunakan sebagai obat nyamuk, jenis bahan ini biasanya digunakan juga dalam bidang pertanian, mengusir kutu pada hewan dan manusia, serta serangga lainnya. Lebih lanjut, bahan ini tidak dapat digunakan pada kulit, tapi pada pakaian, kain, dan benda lainnya.

Pertimbangan berikutnya adalah menggunakan bahan berbasis alami atau nabati untuk mengusir nyamuk. Jika kita khawatir dengan tingkat toksisitas dari DEET atau pun permethrin, jenis obat nyamuk dengan bahan ini bisa digunakan.

Bahan alami yang biasanya digunakan adalah minyak lemon eucalyptus atau bentuk sistesis dari minyak alami pada daun kayu putih. Khusus untuk minyak lemon eucalyptus, hindarilah penggunaan pada anak-anak, karena keamanaannya pada usia tersebut belum terlalu teruji. Bahan nabati lain yang terbukti bagus adalah serai, lavender, sassafras, peppermint, serta minyak kedelai.

Memilih berdasarkan Waktu Perlindungan

Jika kita mempertimbangkan pemilihan obat nyamuk berdasarkan lama waktu perlindungan, kita bisa memilih beberapa bahan berikut. Pertama, gunakanlah permethrin karena perlindungannya yang tahan lama dengan cara menempel pada pakaian atau kain. Bahkan, bahannya masih bisa tetap aktif setelah pakaian kita dicuci.

Kedua, pakailah bahan berbasis DEET dengan konsentrasi yang tinggi. Kendati demikian, bacalah aturan penggunaannya dahulu sebelum meningkatkan konsentrasinya. Biasanya, konsentrasi 50% dapat memberi perlindungan selama 4 jam, sedangkan dengan konsentrasi hanya 10%, perlindungan dapat bertahan selama maksimal 2 jam.

Ketiga, ingatlah bahwa bahan alami atau nabati tidak dapat bertahan lama. Meski terbilang lebih aman dibandingkan bahan kimia, namun tingkat kefektivannya masih kalah dibanding bahan berbasis DEET dan picaridin. Bahan seperti serai dan peppermint dapat memberikan perlindungan selama beberapa jam.

Memilih Berdasarkan Cara Penggunaan

Terdapat beberapa cara penggunaan obat nyamuk yang bisa disesuaikan dengan keperluan. Cara pertama yang bisa masuk dalam pertimbangan adalah lotion atau obat nyamuk semprot pada tubuh. Ada obat nyamuk dengan cara penggunaan seperti ini yang bisa digunakan pada kulit dan juga pada pakaian.

Cara yang kedua, jika kita ingin fokus digunakan pada pakaian, kain, sepatu, dan perlengkapan lainnya, gunakanlah permethrin. Permethrin biasanya dirancang dalam bentuk semptrotan aerosol. Cara yang ketiga adalah dengan dioleskan ke tubuh menggunakan obat nyamuk berbasis bahan alami seperti citronella atau serai dan lain sebagainya.

Belakangan ini pun terdapat obat nyamuk elektrik yang dijual di mana-mana. Agar dapat bekerja secara efektif, perhatikanlah bahannya, serta cara penggunaan dan penempatannya secara baik dan benar.

Selanjutnya, dalam menggunakan obat nyamuk, sebaiknya hindarilah obat nyamuk bakar atau berasap. Alasannya karena asap obat nyamuk yang digunakan memiliki zat kimia yang dapat berdampak negatif bagi tubuh orang yang menghirupnya. Hal ini pun berlaku bagi obat nyamuk semprot rumahan. Penggunaannya secara berlebihan juga cukup berbahaya, jika kandungan zat kimia yang disemprot ke udara terhirup ke dalam tubuh.

Selain memilih obat nyamuk, menjaga kebersihan lingkungan merupakan hal yang tidak boleh dilupakan. Pembersihan lingkungan adalah cara yang paling aman untuk mendukung terhindarnya diri kita dan keluarga dari serangan nyamuk. Lakukanlah 3mplus untuk mencegah terjadinya perkembang biakan nyamuk.

Memilih obat nyamuk yang tepat merupakan hal yang penting dalam mencegah serangan nyamuk yang bisa mengakibatkan malaria, DBD, dan penyakit lain. Karena itu, pilihlah obat nyamuk dengan tepat agar keluarga kita bisa terhindar dari serangan nyamuk. Selain itu, kita pun dapat terhindari dari efek-efek negatif pemilihan dan penggunaan obat nyamuk secara salah.