Begini Cara Pelaksanaan New Normal di Rumah Ibadah

MedikaStar.com

New normal akan mulai diberlakukan dalam beberapa waktu ke depan. Banyak aktivitas akan kembali berlangsung secara normal. Meski begitu, terdapat beberapa anjuran kesehatan yang tetap harus dipatuhi dan dijalankan.

Aturan tersebut berlaku juga untuk rumah-rumah ibadah yang akan kembali aktif. Bagaimana pelaksanaan new normal yang akan berlangsung di rumah-rumah ibadah?

Seperti yang diketahui, rumah ibadah merupakan salah satu tempat yang sangat ramai. Hal ini dikarenakan aktivitas keagaaman yang dijalankan pastinya melibatkan banyak sekali orang.

Di sisi lain, pandemi covid-19 masih berlangsung hingga kini. Seperti yang diketahui, covid-19 sangat mudah menyebar di tempat-tempat yang ramai. Jika sudah menginfeksi seseorang, virus corona bisa menyebar dengan cepat pada orang lain atau suatu komunitas.

Karena itu, dibutuhkan pengetahuan dan pelaksanaan protokol kesehatan yang benar. Dilansir dari detik.com, Kementerian Agama (Kemenag) dalam Surat Edaran (SE) Nomor 15 Tahun 2020 mencantumkan aturan tentang pelaksanaan kegiatan keagamaan di tempat ibadah secara aman di masa pandemi.

Tujuan utamanya adalah mencegah terjadinya penularan covid-19 di rumah ibadah. Dengan begitu, rumah ibadah dapat menjadi contoh bagi masyarakat secara luas dalam upaya pencegahan yang dicanangkan.

Aturan yang pertama menyatakan bahwa rumah ibadah yang diperbolehkan menjalankan kegiatan keagamaan harus berada pada suatu kawasan atau lingkungan yang aman dari covid-19. Hal ini dapat dilihat dari angka R0 dan Rt.

R0 biasa disebut juga dengan R nought atau lambang angka reproduksi dasar. Angka ini biasa digunakan sebagai indikator yang menyatakan parah atau tidaknya penularan suatu penyakit menular. Sedangkan, Rt adalah angka reproduksi efektif. Rt menggambarkan angka reproduksi per jangka waktu yang ditentukan.

Pemerintah memakai indikator tersebut sebagai syarat penerapan new normal di suatu daerah. Angka reproduksi R0 pada waktu t (Rt) atau angka reproduksi efektif harus di bawah 1. Angka Rt di bawah 1 menunjukkan bahwa penyebaran penyakit sedang turun, serta telah terkendali pada suatu waktu tertentu. Jika Rt di atas atau lebih dari 1, penyebaran penyakit sedang meningkat dan tidak dapat dikendalikan pada suatu waktu.

Sebagai bukti bahwa suatu tempat ibadah berada dalam keadaan aman, hal tersebut ditunjukkan dengan Surat Keterangan Rumah Ibadah Aman Covid. Surat tersebut dapat diperoleh dari ketua gugus tugas covid-19 di daerah masing-masing.

Jika rumah ibadah serta kawasan atau lingkungan sekitarnya dinyatakan aman, maka kegiatan keagamaan dapat dijalankan. Pelaksanaannya perlu memperhatikan beberapa poin berikut.

Setiap rumah ibadah wajib menyiapkan petugas untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan di tempat itu. Selanjutnya, lingkungan atau permukaan benda-benda yang terdapat di rumah ibadah perlu dibersihkan dan didisinfeksi secara berkala.

Jalur masuk dan keluar gedung ibadah juga perlu dibatasi. Tujuannya agar pengontrolan dapat dijalankan secara mudah. Fasilitas cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer juga wajib ada di pintu masuk rumah ibadah. Jemaat yang hendak masuk ke rumah ibadah harus melalui pengukuran suhu tubuh. Jika suhu dari orang yang diukur melebihi 37,5°C, ia tidak diperbolehkan masuk ke dalam rumah ibadah.

Physical distancing atau jaga jarak aman sejauh minimal satu meter wajib untuk terus dijalankan. Pengaturannya dapat dilakukan dengan menetapkan jumlah jemaat yang bisa ditampung dalam suatu waktu pada gedung ibadah.

Selain itu, tempat duduk pun perlu diatur dengan jarak yang aman. Lebih jauh lagi, himbauan protokol kesehatan harus ditempatkan pada daerah rumah ibadah yang mudah terlihat. Tujuannya agar himbauan tersebut dapat diperhatikan oleh jemaat yang datang.

Para jemaat yang hadir juga harus ingat untuk selalu menggunakan masker. Hindari kontak fisik dengan sesama dan gunakan waktu seefisien mungkin untuk melaksanakan ibadah. Perhatian terhadap kondisi kesehatan juga penting untuk dilakukan.

Jika jemaat sedang berada dalam keadaan sakit, alangkah baiknya tetap menjalankan ibadah di rumah. Hal ini juga berlaku bagi golongan orang yang rentan terhadap penyakit menular. Contohnya seperti anak-anak dan orang tua lanjut usia yang memiliki daya tahan tubuh lemah atau memiliki sakit bawaan.

Peribadahan akan kembali berlangsung secara normal di tempat ibadah. Karena itu, tetap jalankan protokol kesehatan yang diberikan agar iman, kesehatan dan keselamatan dapat terus terjaga hingga pandemi covid-19 berakhir. (har)

Baca juga: Doni Monardo, Sosok Letjen Tangguh yang Menjadi Kepala Gugus Tugas Covid-19