Berenang di Tengah Pandemi, Patuhi Hal-hal Berikut

MedikaStar.com

Pandemi covid-19 yang berlangsung agaknya menghambat orang-orang yang menyukai kegiatan renang. Karena itu, banyak orang tentu sudah sangat rindu untuk menikmati asyiknya berenang secara bebas dan nyaman.

Dalam masa new normal, aktivitas berenang dapat dilakukan. Meski begitu, patuhilah hal-hal berikut jika ingin menggunakan kolam renang di tengah pandemi saat ini. Protokol kesehatan ini disampaikan langsung oleh dr. Reisa Broto Asmoro, selaku Juru Bicara Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Gunakan Kolam Renang yang Telah Didisinfeksi

Disinfeksi bertujuan untuk menjaga kebersihan kolam renang dari kotoran dan kuman penyebab penyakit. Proses disinfeksi perlu dilakukan pada area sekitar dan air kolam renang. Area kolam renang yang perlu dibersihkan adalah tempat-tempat yang sering disentuh oleh para pengunjung. Contohnya seperti lantai, tempat duduk, ruang ganti, kamar mandi, dan tempat lainnya.

Sedangkan, proses disinfeksi pada air kolam renang dilakukan dengan standar berikut. Disinfektan yang digunakan adalah klorin 1-10 ppm atau bromin 3-8 ppm. Tujuannya agar pH atau kadar keasaman air bisa mencapai 7,2 hingga 8. Dengan kata lain, kadar keasaman air dapat menjadi aman untuk digunakan berenang.

Klorin dan bromin merupakan zat yang dapat membunuh bakteri dan patogen, serta menjernihkan air. Selain itu, setiap hari informasi penggunaannya perlu dituliskan pada papan informasi agar diketahui oleh pengunjung atau pengguna kolam renang.

Jaga Jarak Aman dan Pembatasan Jumlah Pengunjung

Kolam renang sering kali menjadi tempat yang sangat ramai dikunjungi oleh orang-orang. Hal ini dapat mendatangkan risiko yang cukup tinggi bagi penyebaran covid-19. Apalagi jika pengunjung tidak menjaga jarak aman sejauh 1 sampai 2 meter.

Terdapat beberapa tempat yang biasanya menjadi area yang ramai di sekitar kolam renang. Tempat tersebut seperti ruang ganti, serta tempat duduk atau lopo yang tersedia.

Karena itu, masyarakat yang ingin berenang disarankan untuk memilih kolam renang yang tidak dalam kondisi ramai. Di sisi lain, pihak pengelola kolam renang juga wajib membatasi jumlah pengunjung selama pandemi berlangsung. Tujuannya agar tidak terjadi kerumunan dan para pengunjung dapat menerapkan jaga jarak aman dengan baik.

Pengujung dalam Kondisi Sehat

Seperti yang diketahui, meski masa new normal telah dimulai, tapi masyarakat mesti tetap menjaga kondisi kesehatannya dan orang lain. Jika seseorang sedang berada dalam kondisi sakit dan menunjukkan gejala demam, batuk, pilek, dan lainnya, sebaiknya ia memeriksakan diri dan tetap berada di rumah.

Selanjutnya, bagi aktivitas di kolam renang, orang yang sedang sakit tidak diperbolehkan untuk masuk. Untuk lebih memastikannya, pengunjung wajib mengisi form self assesement risiko covid-19. Orang yang memiliki risiko tinggi berdasarkan isian pada form tersebut tidak diperbolehkan untuk berenang.

Gunakan Peralatan Masing-masing

Saat melaksanakan kegiatan berenang bersama keluarga atau teman-teman, biasanya terdapat beberapa peralatan yang digunakan secara bersama-sama. Contohnya adalah handuk, perlengkapan mandi, atau mungkin pakaian ganti.

Pemakaian peralatan secara bersama-sama dapat meningkatkan risiko penyebaran covid-19. Karena itu, masing-masing pengunjung diwajibkan untuk membawa peralatan berenang yang akan dipakainya masing-masing.

Pemakaian Masker

Penggunaan masker telah menjadi hal yang wajib dilakukan oleh masyarakat ketika beraktivitas di luar rumah atau tempat umum. Kolam renang pun tidak menjadi pengecualian.

Hal ini lantas memicu munculnya pertanyaan, haruskah menggunakan masker saat sedang berenang? Jawabannya, tidak. Penggunaan masker dilakukan saat sebelum dan sesudah berenang. Selain itu, ingatlah selalu untuk membawa masker cadangan. Jika masker kain yang digunakan telah basah atau sudah dipakai selama berjam-jam, maka masker tersebut perlu diganti.

Selain itu, semua pihak bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan di area sekitar kolam renang. Jadi, buanglah sampah pada tempat sampah yang telah disediakan. Lebih jauh lagi, imbangilah olahraga renang dengan makanan yang bergizi seimbang agar daya tahan tubuh dapat tetap terjaga.

“Saudara-saudari, ingat betul, tujuan olahraga adalah untuk sehat dan agar badan kita kuat. Yang sehat harus tetap sehat. Tingkatkan imunitas kita, lawan covid-19 ini bersama-sama dengan kekebalan tubuh yang prima,” jelas dr. Reisa dalam briefing harian Tim Gugus Tugas Covid-19 (28/6).

Saat ini, kegiatan berenang dapat kembali dilakukan secara mengasyikan dan nyaman. Meski begitu, tetaplah jalankan protokol kesehatan yang ada agar kondisi kesehatan tetap terjaga. (har)

MedikaStar.com

Pandemi covid-19 yang berlangsung agaknya menghambat orang-orang yang menyukai kegiatan renang. Karena itu, banyak orang tentu sudah sangat rindu untuk menikmati asyiknya berenang secara bebas dan nyaman.

Dalam masa new normal, aktivitas berenang dapat dilakukan. Meski begitu, patuhilah hal-hal berikut jika ingin menggunakan kolam renang di tengah pandemi saat ini. Protokol kesehatan ini disampaikan langsung oleh dr. Reisa Broto Asmoro, selaku Juru Bicara Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Gunakan Kolam Renang yang Telah Didisinfeksi

Disinfeksi bertujuan untuk menjaga kebersihan kolam renang dari kotoran dan kuman penyebab penyakit. Proses disinfeksi perlu dilakukan pada area sekitar dan air kolam renang. Area kolam renang yang perlu dibersihkan adalah tempat-tempat yang sering disentuh oleh para pengunjung. Contohnya seperti lantai, tempat duduk, ruang ganti, kamar mandi, dan tempat lainnya.

Sedangkan, proses disinfeksi pada air kolam renang dilakukan dengan standar berikut. Disinfektan yang digunakan adalah klorin 1-10 ppm atau bromin 3-8 ppm. Tujuannya agar pH atau kadar keasaman air bisa mencapai 7,2 hingga 8. Dengan kata lain, kadar keasaman air dapat menjadi aman untuk digunakan berenang.

Klorin dan bromin merupakan zat yang dapat membunuh bakteri dan patogen, serta menjernihkan air. Selain itu, setiap hari informasi penggunaannya perlu dituliskan pada papan informasi agar diketahui oleh pengunjung atau pengguna kolam renang.

Jaga Jarak Aman dan Pembatasan Jumlah Pengunjung

Kolam renang sering kali menjadi tempat yang sangat ramai dikunjungi oleh orang-orang. Hal ini dapat mendatangkan risiko yang cukup tinggi bagi penyebaran covid-19. Apalagi jika pengunjung tidak menjaga jarak aman sejauh 1 sampai 2 meter.

Terdapat beberapa tempat yang biasanya menjadi area yang ramai di sekitar kolam renang. Tempat tersebut seperti ruang ganti, serta tempat duduk atau lopo yang tersedia.

Karena itu, masyarakat yang ingin berenang disarankan untuk memilih kolam renang yang tidak dalam kondisi ramai. Di sisi lain, pihak pengelola kolam renang juga wajib membatasi jumlah pengunjung selama pandemi berlangsung. Tujuannya agar tidak terjadi kerumunan dan para pengunjung dapat menerapkan jaga jarak aman dengan baik.

Pengujung dalam Kondisi Sehat

Seperti yang diketahui, meski masa new normal telah dimulai, tapi masyarakat mesti tetap menjaga kondisi kesehatannya dan orang lain. Jika seseorang sedang berada dalam kondisi sakit dan menunjukkan gejala demam, batuk, pilek, dan lainnya, sebaiknya ia memeriksakan diri dan tetap berada di rumah.

Selanjutnya, bagi aktivitas di kolam renang, orang yang sedang sakit tidak diperbolehkan untuk masuk. Untuk lebih memastikannya, pengunjung wajib mengisi form self assesement risiko covid-19. Orang yang memiliki risiko tinggi berdasarkan isian pada form tersebut tidak diperbolehkan untuk berenang.

Gunakan Peralatan Masing-masing

Saat melaksanakan kegiatan berenang bersama keluarga atau teman-teman, biasanya terdapat beberapa peralatan yang digunakan secara bersama-sama. Contohnya adalah handuk, perlengkapan mandi, atau mungkin pakaian ganti.

Pemakaian peralatan secara bersama-sama dapat meningkatkan risiko penyebaran covid-19. Karena itu, masing-masing pengunjung diwajibkan untuk membawa peralatan berenang yang akan dipakainya masing-masing.

Pemakaian Masker

Penggunaan masker telah menjadi hal yang wajib dilakukan oleh masyarakat ketika beraktivitas di luar rumah atau tempat umum. Kolam renang pun tidak menjadi pengecualian.

Hal ini lantas memicu munculnya pertanyaan, haruskah menggunakan masker saat sedang berenang? Jawabannya, tidak. Penggunaan masker dilakukan saat sebelum dan sesudah berenang. Selain itu, ingatlah selalu untuk membawa masker cadangan. Jika masker kain yang digunakan telah basah atau sudah dipakai selama berjam-jam, maka masker tersebut perlu diganti.

Selain itu, semua pihak bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan di area sekitar kolam renang. Jadi, buanglah sampah pada tempat sampah yang telah disediakan. Lebih jauh lagi, imbangilah olahraga renang dengan makanan yang bergizi seimbang agar daya tahan tubuh dapat tetap terjaga.

“Saudara-saudari, ingat betul, tujuan olahraga adalah untuk sehat dan agar badan kita kuat. Yang sehat harus tetap sehat. Tingkatkan imunitas kita, lawan covid-19 ini bersama-sama dengan kekebalan tubuh yang prima,” jelas dr. Reisa dalam briefing harian Tim Gugus Tugas Covid-19 (28/6).

Saat ini, kegiatan berenang dapat kembali dilakukan secara mengasyikan dan nyaman. Meski begitu, tetaplah jalankan protokol kesehatan yang ada agar kondisi kesehatan tetap terjaga. (har)

Saat ini, kegiatan berenang dapat kembali dilakukan secara mengasyikan dan nyaman. Meski begitu, tetaplah jalankan protokol kesehatan yang ada agar kondisi kesehatan tetap terjaga. (har)

Baca juga: Pergi Ke Salon Saat Pandemi Covid-19, Ini Saran Dokter Reisa