BNNP NTT Gelar Workshop Penggiat Anti Narkoba di Lingkungan Instansi Pemerintah Provinsi NTT

Kota Kupang, medikastar.com

Dalam kaitannya dengan upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di wilayah NTT, Badan Narkotika Nasional Provinsi NTT (BNNP NTT) terus melakukan berbagai terobosan, baik di lingkungan masyarakat maupun di lingkup instansi swasta dan pemerintah. Kamis (16/07/20), BNNP NTT menggelar Workshop Penggiat Anti Narkoba Bidang P4GN di lingkungan Instansi Pemerintah Provinsi NTT.

Selain para peserta workshop yang berasal dari sekitar 35 instansi, dalam kesempatan tersebut hadir Kepala BNNP NTT, Brigjen Pol Teguh Iman Wahyudi, SH.,MM; Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP NTT, Hendrik J. Rohi, SH.,MH. Hadir juga Kasie Pemberdayaan Masyarakat pada Bidang P2M BNNP NTT, Lia Novika Ulya,SKM.

Kepala BNNP NTT, Brigjen Pol Teguh Iman Wahyudi, SH.,MM dalam sambutannya pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa dalam UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, pada pasal 104-108 diatur mengenai peran serta masyarakat dalam upaya P4GN.

“Oleh karena itu, dalam rangka mengimplementasikan peran serta masyarakat tersebut, BNNP NTT melalui seksi pemberdayaan masyarakat akan terus memfasilitasi dan menggerakan seluruh lingkungan kerja dan komponen masyarakat untuk terus berperan aktif dalam upaya P4GN, melalui pendayagunaan seluruh sumber daya dan potensi yang dimiliki,” ungkapnya.

Teguh mengatakan bahwa setelah dilaksanakan workshop tersebut diharapkan ada tindak lanjut yang dapat dilakukan oleh para peserta berkaitan dengan upaya P4GN di lingkungan kerjanya masing-masing. Menurutnya, apabila para peserta dapat berperan aktif dalam upaya P4GN, maka tentunya hal tersebut akan memberikan dampak positif secara luas bagi masyarakat.

“Pencegahan dan pemberantasan narkoba ini tentunya tidak bisa berjalan maksimal apabila diserahkan kepada polisi dan BNN saja, perlu peran serta seluruh masyarakat. Oleh karena itu, melalui kegiatan seperti ini, kita menumbuhkan kepedulian dan kemandirian masyarakat dalam upaya P4GN,” jelas Teguh kepada media ini di sela-sela kegiatan.

Dikatakan olehnya bahwa para peserta yang mengikuti workshop tersebut diharapkan dapat menjadi penggiat anti narkoba. Dalam hal ini, selain menyebarluaskan informasi mengenai bahaya narkoba di sekitar lingkungannya, para penggiat juga diharapkan berani memberikan laporan jika mengetahui ada pihak yang menggedarkan atau menyalahgunakan narkotika.

Terpantau dalam kesempatan tersebut, Teguh memaparkan materi mengenai, “Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam P4GN.” Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP NTT, Hendrik J. Rohi, SH.,MH memberikan materi mengenai, “Metode Pencegahan dalam Upaya P4GN dan Pengenalan Aspek Hukum dalam Program P4GN.”

Selain itu, ada juga materi tentang, “Pengetahuan Dasar Adiksi, Konseling dan Rehabilitasi,” dan materi, “Peran Bappelitbangda Provinsi NTT dalam memfasilitasi Pelaksanaan Program P4GN di Provinsi NTT melalui mekanisme Perencanaan dan Penganggaran.” Selain itu, juga dilaksanakan pula penyusunan rencana aksi P4GN di lingkungan instansi pemerintah serta penyematan pin penggiat anti narkoba kepada para peserta. (*/Red)

Video: Mengapa Harus Cuci Tangan?