BNNP NTT Lakukan Tes Narkoba bagi Ribuan Mahasiswa Baru Undana

Kota Kupang, MedikaStar.com

Memasuki tahun ajaran baru 2019/2020, BNNP NTT melakukan tes narkoba bagi sekitar 3325 mahasiswa baru Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang di Klinik Pratama Undana Kupang. Tes ini dilaksanakan selama 6 hari, sejak Senin (05/08/19) hingga Sabtu (10/08/19).

Tes narkoba ini merupakan salah satu langkah yang diambil dalam kaitannya dengan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di kalangan generasi muda bangsa, khususnya di kalangan mahasiswa dan juga pelajar.

Kepala Seksi Pencegahan BNNP NTT, Markus Raga Djara SH,.MHum, Selasa (06/08/19) menjelaskan bahwa tes narkoba tersebut merupakan tes kedua yang dilaksanakan oleh pihaknya di tahun ajaran baru ini. Sebelumnya, sudah dilakukan tes narkoba bagi 1014 mahasiswa baru Undana selama 3 hari, sejak 17 Juli  hingga 19 Juli 2019 lalu.

“Puji Tuhan dari 1014 mahasiswa yang diperiksa pada tahap pertama kali lalu, semuanya negatif narkoba. Kalau ada yang positif, itu karena pada saat tes urine, mereka sedang mengkonsumsi obat dengan resep dokter,” kata Markus.

Beberapa mahasiswa saat akan melakukan tes narkoba

Sementara di tahap kedua kali ini, di hari Senin (05/08/19), pihaknya berhasil melakukan tes untuk 914 mahasiswa, sedangkan di hari Selasa (06/08/19), pihaknya telah memeriksa sekitar 331 mahasiswa baru.

“914 mahasiswa baru yang kita periksa kemarin hasilnya sudah ada, mereka semua negatif narkoba,” jelas Markus.

Ia menerangkan bahwa tes narkoba bagi ribuan mahasiswa baru Undana tersebut merupakan sebuah bentuk kerja sama antara Undana, khususnya Klinik Pratama Undana Kupang dengan BNNP NTT. Melalui kerja sama tersebut, secara rutin setiap tahunnya, BNNP NTT melaksanakan tes narkoba bagi semua mahasiswa baru Undana.

“Kita dari BNNP NTT sangat mengapresiasi Undana, sebab Undana merupakan satu-satunya universitas di NTT yang sudah melakukan kesepakatan kerja sama dengan BNNP NTT, sehingga setiap mahasiswa baru yang masuk ke Undana wajib melakukan tes narkoba,” ungkapnya.

Menurutnya, jika dari tes tersebut ada mahasiswa yang positif narkoba, maka keputusan terhadap mahasiswa yang bersangkutan akan diserahkan pada Rektor Undana sebagai pihak yang meminta dilaksanakannya tes narkoba.

“Kita akan memberikan keputusan ke Rektor dan Rektor yang akan mengambil keputusan secara internal; apakah yang bersangkutan dikeluarkan dari kampus atau yang bersangkutan di bawah ke BNN untuk menjalani rehabilitasi. Intinya bahwa nama yang bersangkutan sudah tercatat di BNN, sehingga kita akan terus ikuti,” tegas Markus.

“Kita tidak akan mengambil langkah hukum untuk mahasiswa yang positif narkoba pada saat tes, sebab kita semua harus tahu bahwa yang menjadi pecandu atau pengguna narkoba itu umumnya korban. Sementara yang akan kita proses pidana ialah pengedar atau Bandar narkoba,” lanjutnya.

Markus juga menambahkan bahwa dalam pembicaraan dengan Rektor Undana, sudah ada wacana untuk dilakukan tes narkoba secara rutin bagi mahasiswa Undana setiap di semester, termasuk bagi mahasiswa yang akan mengikuti skripsi dan juga yang hendak diwisuda. Selain itu, tes narkoba juga diusulkan untuk dilaksanakan bagi semua pegawai dan dosen yang ada di Undana.

“Kita minta kalau bisa setiap semester juga dilakukan tes narkoba. Selain itu kita juga meminta agar jangan hanya para mahasiswa, tetapi para dosen dan para pegawai juga dilakukan tes rutin. Tetapi ini masih dalam tahap wacana,” ungkap Markus.

Ditambahkan olehnya bahwa sejauh ini, hanya Undana yang rutin melaksanakan tes narkoba setiap tahun bagi para mahasiswa baru. Universitas lainnya di Kota Kupang pernah melaksanakan hal yang sama namun tidak rutin.

“Universitas Muhammadiyah Kupang juga sudah dalam tahap pembicaraan untuk kita lakukan tes narkoba bagi semua mahasiswa baru. Mudah-mudahan sudah ada kejelasannya dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya.

Sementara untuk tes narkoba di kalangan siswa SMA, Markus mengatakan bahwa hal tersebut membutuhkan kemauan dan kepedulian dari Dinas Pendidikan Provinsi NTT.

“Kalau kita bicara untuk anak SMA, seharusnya kepala dinas pendidikan memahami instruksi presiden nomor 6 tahun 2018, Permendagri Nomor 12 tahun 2019, surat edaran mempan, dan yang paling terakhir ialah instruksi Gubernur yang memerintahkan untuk dilakukan tes narkoba. Di sinilah peran Pemda sesungguhnya terkait dengan kepedulian mereka untuk generasi muda yang bebas narkoba,” tegas Markus. (*/red)

Baca Juga: Langkah Dinkes Kota Kupang & NLR Berantas Penyakit Kusta di Kota Kupang

Video:

Pentingnya Home Care untuk Lansia

Advertisement