Deraian Air Mata di Pinggir Danau Weekuri

MedikaStar.com

Ni Nyoman Meha Putri, S.Farm.,Apt berurai air mata ketika para apoteker lainnya tengah asyik berswafoto di pinggir Danau Weekuri yang terletak di Desa Kalenarogo, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Apoteker asal Sumba Barat yang akrab disapa Meha ini tidak dapat menyembunyikan perasaan bahagiannya karena telah sukses mengkoordinir seluruh apoteker peserta Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Musyawara Daerah (Musda), dan Pekan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) NTT untuk menjelajahi spot-spot wisata yang ada di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.

Ni Nyoman Meha Putri, S.Farm.,Apt

Sesuai rencana, Rakerda, Musda, dan PIT IAI NTT yang berlangsung di Sumba Barat tersebut ditutup dengan jelajah keindahan alam Pulau Sumba. Terjadwal bahwa destinasi wisata yang dikunjungi oleh para apoteker tersebut antara lain kampung adat praijing di Sumba Barat, Danau Weekuri, Kampung Adat Ratenggaro, Danau Weekuri, dan Pantai Mandorak yang terletak di Sumba Barat Daya. Agenda ini terlaksana pada Minggu (23/09/19).

Meha yang mengkoordinir semua urusan terkait jelajah wisata ini. Oleh karennya, Ia tak dapat menahan rasa haru tatkala melihat ratusan rekan sejawatnya begitu asyik menikmati panorama berbagai destinasi wisata di pulau Sumba tersebut. Air bahagia pun akhirnya jatuh berderai membasahi pipinya ketika berada di Danau Weekuri.

“Puas sekali dengan apa yang sudah saya siapkan untuk teman-teman sejawat semuanya. Melihat mereka begitu menikmati berbagai destinasi wisata yang ditawarkan untuk dikunjungi merupakan sebuah kebahagiaan besar untuk saya,” katanya terbata-bata.

Bagi Meha, mengkoordinir ratusan apoteker untuk menjelajahi berbagai wisata yang ada di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya dengan memperhatikan segala kelengkapan, mulai dari transportasi, konsumsi, waktu, dan sebagainya bukan merupakan hal yang mudah. Namun tekad untuk memperkenalkan dan mempromosikan berbagai destinasi wisata tersebut ke rekan-rekan sejawatnya menjadi motivasi tersendiri baginya untuk berjuang menyukseskan jelajah wisata tersebut.

Ketua IAI NTT (tengah), Wakil Ketua IAI (Kanan), dan Koordinator Panitia Lokal (Kiri) di kampung adat Ratenggaro

“Ini merupakan kegiatan perdana, sehingga saya harap teman-teman yang menjadi panitia kegiatan di tahun berikutnya bisa belajar dari kami saat ini, sehingga lebih bagus persiapannya. Kita di sini dengan berbagai kekurangan yang ada, kita berusaha untuk memberikan yang maksimal dan bersyukur karena kelihatan bahwa semua yang hadir sangat menikmati,” katanya.

Meha pun menitipkan pesan kepada seluruh apoteker dari berbagai daerah yang telah melihat dan menikmati keindahan berbagai destinasi wisata yang ada untuk menceriterakan dan mempromosikan destinasi wisata tersebut ke semua orang yang mereka kenal.

“Dan jangan lupa untuk kembali lagi ke sini (Pulau Sumba) sebab masih banyak destinasi wisata yang belum sempat kita kunjungi,” ajaknya.

Tessarina Natalia Inabui Lamadoken, salah satu peserta kegiatan secara blak-blakan mengungkapkan kepuasannya mengenai keindahan berbagai destinasi wisata yang mereka kunjungi.

beberapa peserta berpose di kampung adat Praijing

“Saya sangat bahagia, karena kelelahan kita selama 2 hari mengikuti kegiatan Rakerda yang padat akhirnya hilang dan terbayar tuntas dengan panorama alam yang begitu indah. Pokoknya apa yang kita lihat di foto mengenai berbagai destinasi wisata yang ada ternyata sama dengan kondisi aslinya sehingga kita benar-benar puas,” kata apoteker yang akrab disapa Tessa ini.

 Tessa berharap agar dengan adanya kegiatan seperti ini, seluruh apoteker yang ada di NTT semakin kompak dan terus bergandengan tangan dalam wadah organisasi profesi yang telah dibentuk.

Beberapa peserta berpose di kampung adat Ratenggaro

“Kegiatan-kegiatan seperti ini semoga terus dilaksanakan ke depan sehingga seluruh apoteker yang ada di NTT juga bisa saling mengenal satu sama yang lain dan kita juga iktu terlibat mempromosikan pariwisata kita,” katanya.

Terpantau, selain menikmati panorama alam yang indah, para apoteker juga ramai-ramai membeli buah tangan untuk dibawa pulang ke daerahnya masing-masing, seperti kain tenun khas Sumba, pernak-pernik seperti kalung, anting, gelang dan sebagainya yang terbuat dari kayu, serta makanan khas, seperti kacang Sumba.

Pose di danau Weekuri

Sesuai rencana, tahun depan (2020), Rakerda, Musda, dan PIT IAI NTT akan berlangsung di Kabupaten Sikka. Di sana, para apoteker kemungkinan akan dapat menikmati panorama keindahan Teluk Maumere, Pulau Pangabatang, Koka Beach, Pantai Kajuwulu, Panorama Kota Maumere dari Bukit Nilo, Proses Tenun Ikat di Bliran Sina Watublapi, dan ragam destinasi wisata lainnya. (*/red)

Apoteker di pantai Mandorak

Baca Juga: Mengenal Himpunan Seminat dalam IAI NTT

Video:

Pentingnya Home Care untuk Lansia

Advertisement