Diatur dalam Pergub NTT No.49, ini Sanksi bagi Pelanggar Promkes Covid-19

medikastar.com

Hingga saat ini, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Hal tersebut tentunya juga terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Salah satu penyebab utama terus menyebarnya virus Corona adalah perilaku banyak orang yang masih abai terhadap protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Dalam Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 49 Tahun 2020, telah diuraikan mengenai protokol kesehatan yang wajib dilakukan oleh seluruh masyarakat. Menilik uraian tersebut, terdapat pula sanksi-sanksi yang akan dikenai bagi para pelanggar aturan ini.

Sanksi yang dimaksud berlaku bagi perorangan dan pengelola usaha atau penanggungjawab fasilitas umum yang melanggar protokol kesehatan. Berikut adalah sanksi yang berlaku:

Perorangan atau Individu

Sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan secara perorangan adalah berupa teguran, hukuman, hingga denda. Teguran yang diberikan dapat bersifat lisan maupun tertulis. Hukuman yang akan diterima secara langsung berupa kerja sosial dan/atau push up. Lalu, untuk denda adiminstratif bagi individu yang melanggar, jumlah paling sedikit adalah Rp. 50.000 dan paling banyak adalah Rp. 250.000.

Pengelola Usaha dan Penanggungjawab Fasilitas Umum

Bagi pengelola usaha dan penanggungjawab fasilitas umum yang melanggar protokol kesehatan akan diberikan juga teguran secara lisan dan tertulis. Selain itu, mereka pun bisa dikenai denda administratif paling sedikit Rp.100.000 dan paling banyak Rp. 5.000.000. Bahkan, pelanggar pun dapat terkena sanksi pengehentian sementara operasional usaha, hingga pencabutan usaha.

Selain sanksi yang telah disebutkan, para pelanggar juga akan dikenakan sanksi lain yang berlaku sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Ketentuan lebih lanjut pun akan diatur oleh Walikota atau Bupati di daerah masing-masing.

Penerapan protokol kesehatan dan sanksi bagi pelanggar akan berjalan dengan koordinasi antara Gubernur, Walikota/Bupati, TNI, Kepolisian, serta Satgas Penanganan Covid-19 di Provinsi hingga Kabupaten dan kota.

Pemberian sanksi yang diberlakukan diharapkan dapat membuat seluruh masyarakat lebih disiplin dan taat dalam menjalankan protokol kesehatan. Dengan begitu, penyebaran Covid-19 di NTT dapat dicegah secara baik.

Sumber: Pergub NTT No. 49 Tahun 2020