Dikeluhkan Semua Rumah Sakit, Hari ini NTT Terima 500.000 Alat Pelindung Diri

Kota Kupang, medikastar.com

Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat menjelaskan bahwa Provinsi NTT telah menerima sebanyak 500.000 paks Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga kesehatan dalam rangka penanganan covid-19 di NTT. APD yang selama ini dikeluhkan, baik oleh seluruh rumah sakit di NTT, maupun juga berbagai rumah sakit di Indonesia tersebut sudah dikirim oleh pemerintah pusat ke berbagai provinsi termasuk NTT. Di NTT, Viktor mengatakan bahwa ia telah menerima laporan bahwa APD tersebut sudah diterima.

“Kita juga sudah diberikan perusahaan yang memproduksi itu (APD) untuk kita memesan langsung, tetapi dari pemerintah pusat telah mengirim langsung ke semua provinsi. Karena NTT sampai hari ini masih negative, kita hanya mendapatkan dukungan sekitar 500.000 paks APD yang sudah dilaporkan sudah diterima,” kata Viktor kepada awak media usai teleconference bersama Presiden RI, Selasa (24/03/20).

Selain itu, Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah provinsi NTT juga tengah memesan langsung APD pada perusahaan yang memproduksi APD tersebut.

Pantaun media ini, berdasarkan postingan facebook Pusdalops, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTT; Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi NTT yang diwakili oleh BPBD Provinsi NTT dan Dinas Kesehatan Provinsi NTT bersama Bapak Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Syaiful Rahman, S.Sos telah menjemput APD yang dikirim oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nasional.

Selain APD, Viktor mengatakan bahwa pemerintah provinsi NTT juga telah memesan klorokuin yang saat ini menjadi obat pilihan kedua bagi pasien covid-19.

“Kita juga minta klorokuin yang saat ini ternyata diproduksi oleh kimia farma, sehingga kita memiliki obat pilihan kedua. Walaupun obat untuk virus ini belum ada tetapi paling tidak kita memiliki obat pilihan kedua,” tuturnya.

Viktor juga menegaskan bahwa untuk mengantisipasi kenaikan pasien covid-19, pemerintah provinsi juga menyiapkan rumah sakit cadangan, antara lain rumah sakit milik Universitas Nusa Cendana dan juga RS Jiwa Naimata. Jika jumlah pasien covid-19 terus bertambah, nantinya akan disiapkan Hotel Sasando sebagai tempat perawatan pasien.

Lebih jauh, di kesempatan yang sama, Ia juga menghimbau seluruh masyarakat NTT untuk patuh terhadap kebijakan mengenai sosial distancing. Ia mengharapkan agar masyarakat mampu menahan diri untuk tidak keluar rumah selama beberapa waktu ke depan.

“Biasanya orang kena sakit dulu baru sadar. Untuk itu, sebagai gubernur saya meminta kita agar menahan diri sesaat dari pada kita mengalami sakit yang berkepanjangan. Menahan diri dalam beberapa minggu akan memotong mata rantai virus ini kepada banyak orang,” kata Viktor.

“Bukan karena kita takut kita sakit saja, tetapi kita tidak tahu virus ini, walaupun kita sehat, kita adalah carier atau pembawa, sehingga kita kemana-mana kita menjadi bagian dari menyebarkan virus itu. Karena itu saya meminta kepada semua kita untuk segera mungkin ada kesadaran secara kolektif untuk menahan diri, tinggal di rumah, belajar dari rumah, bekerja di rumah dan berdoa di rumah,” sambungnya.

“Apabila kita lakukan ini dua minggu, tinga minggu ke depan maka kita akan memotong mata rantai penyebaran virus ini,” tutupnya. (*/red)

Baca Juga: Mengenal Klorokuin dan Avigan, Obat yang Dipesan Untuk Menangani Covid-19