Dokter ini Gratiskan Pasien yang Hafal Lagu Indonesia Raya & Pancasila

Cianjur, MedikaStar.com

Seorang dokter yang berasal dari Cianjur, Jawa Barat melakukan sebuah terobosan unik dalam memberikan pelayanan bagi pasien yang memiliki keterbatasan ekonomi. Dokter yang akrab disapa Yusuf Nugraha ini memberikan pengobatan gratis bagi pasien yang memiliki keterbatasan ekonomi di kliniknya, Klinik Harapan Sehat apabila pasien tersebut sanggup menyanyikan lagu Indonesia Raya dan juga mengikrarkan Pancasila.

Dihubungi oleh Medika Star, Sabtu (25/05/19), dokter yang pernah menjalani masa PTT di Sumba Timur, NTT ini mengatakan bahwa program pengobatan gratis tersebut lahir dari keprihatinannya terhadap masih banyaknya masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik.

“Saat ini sudah ada BPJS, tetapi masih ada orang-orang yang tidak tercover oleh BPJS, sehingga kita tidak bisa menutup mata bahwa masih banyak orang yang kesulitan untuk menjangkau fasilitas kesehatan atau untuk mendapatkan layanan kesehatan yang baik,” tuturnya.

“Saya di sini ingin mengambil bagian, bagaimana menjadi solusi bagi orang-orang yang tidak mampu, sehingga mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang professional, yang baik tanpa terkendala biaya. Itu yang menjadi tujuan utama saya; saya ingin membantu orang-orang yang tidak mampu untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis,” sambung lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Ahmad Yani Cimahi, Jawa Barat ini.

Yusuf kemudian melihat fakta lain bahwa banyak generasi milenial saat ini yang tidak mampu menghafal Pancasila dan juga tidak mampu untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selain itu, Ia juga melihat bahwa kondisi NKRI pasca Pilpres ini kurang baik dengan munculnya kubu-kubu yang berbeda pandangan.

Ingin Belajar Langsung di Rumah? Klik untuk Terhubung dengan Branded Home Private

“Saya sangat sedih melihat kondisi seperti itu. Dari situ saya ingin agar masyarakat Indonesia kembali lagi untuk rukun dan damai serta mementingkan kepentingan Ibu Pertiwi di atas kepentingan golongan,” ungkapnya.

“Saya melihat bahwa Ibu Pertiwi ini menangis kalau melihat kondisi saat ini,” sambung Yusuf.

Berangkat dari keprihatinannya terhadap banyak orang yang tidak mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan karena keterbatasan ekonomi dan juga kepeduliannya terhadap kondisi NKRI saat ini, maka Yusuf kemudian menggagas program pelayanan kesehatan gratis bagi mereka yang sanggup menyanyikan lagu Indonesia Raya dan juga mengikrarkan Pancasila.

“Diharapkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dimana kita pandu dengan sound dan gambar, mudah-mudah itu meningkatkan rasa nasionalisme. Kemudian mereka juga mengikrarkan Pancasila dimana Pancasila ini merupakan hasil penggalian dari nilai-nilai leluhur kita yang tidak boleh kita lupakan,” jelasnya.

Yusuf juga menegaskan bahwa program tersebut bukan merupakan program musiman melainkan akan menjadi program tetap di Kliniknya.

“Program ini tidak hanya musiman, tetapi akan terus saya jalankan. Ini mungkin salah satu kontribusi kecil saya bagi Indonesia,” katanya.

Sebelum program menyanyikan lagu Indonesia Raya dan juga mengikrarkan Pancasila, Ia melaksanakan program berobat gratis dengan menukarkan 10 botol plastik bekas.

“Saya sebetulnya membuat Komunitas Gerakan bagi Senyum Ibu Pertiwi. Saya memberdayakan masyarakat sekitar seperti ibu-ibu kader posyandu, ibu-ibu PKK, relawan, dan sebagainya, di mana plastik-plastik yang masih bisa digunakan dimanfaatkan untuk kerajinan tangan dan sebagainya. Jadi kita membuat kerajinan yang bernilai ekonomis yang bermanfaat untuk masyarakat sekitar,” jelas Yusuf.

Di akhir perbincangan, Yusuf mengajak rekan sejawat, dokter-dokter di Indonesia untuk mendoakan dan mendukung semangat nasionalisme, karena menurutnya dokter merupakan salah satu kaum yang terdidik di Indonesia.

“Pesan saya mari kita gelorakan semangat kebangsaan dan semangat nasionalisme serta menjadi dokter yang menjadi agen perubahan untuk Indonesia yang lebih baik,” tutupnya. (*/red)

Baca Juga: Lagi, NTT Peroleh Puluhan Nakes Nusantara Sehat!

Video:

Advertisement