Doni Monardo, Sosok Letjen Tangguh yang Menjadi Kepala Gugus Tugas Covid-19

MedikaStar.com

Hingga sekarang, pandemi covid-19 masih berlangsung. Selama wabah ini merebak, terdapat beberapa orang yang sering kali muncul di pemberitaan. Mereka selalu memberitahu perkembangan penanganan kasus covid-19 di Indonesia.

Salah satu orang yang sering terlihat adalah Doni Monardo. Ia adalah Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Indonesia.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 merupakan suatu gugus tugas bentukkan pemerintah Indonesia. Tujuan gugus tugas ini adalah melakukan upaya koordinasi antar lembaga sebagai usaha pencegahan dan penanggulangan efek dari penyebaran virus corona di Indonesia.

Pembentukkan gugus tugas covid-19 dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 pada tanggal 13 Maret 2020. Gugus tugas ini bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan berada dalam lingkup Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selain itu, terdapat juga keterlibatan berbagai kementerian, lembaga, dan unit pemerintahan lainnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo ditunjuk sebagai Kepala Gugus Tugas Nasional. Sosok Letjen TNI yang tangguh tersebut memiliki karir yang luar biasa di bidang militer hingga menjadi kepala BNPB.

Pria kelahiran Cimahi, Jawa Barat, 10 Mei 1963 ini berdarah asli Minang. Ayahnya juga merupakan seorang prajurit. Selayaknya buah yang tak jatuh dari pohonnya, Doni pun mengikuti jejak sang ayah. Setelah lulus SMA, ia kemudian masuk ke dalam Akademi Militer (Akmil).

Doni Monardo lulus dari Akademi Militer pada tahun 1985 dan mulai menjalani karirnya sebagai seorang prajurit. Selama berkarir di dunia militer, terhitung ia pernah memegang sejumlah jabatan penting. Sebanyak belasan jabatan pernah diembannya.

Beberapa di antaranya adalah Danpaspampres di tahun 2012 hingga 2014. Doni juga pernah menjabat sebagai Danjen Kopasus tahun 2014 hingga 2015. Pada tahun 2015 hingga 2018 ia menjabat sebagai Pangdam XVI/Pattimura dan Pangdam III/Siliwangi. Selanjutnya, tahun 2018 sampai tahun 2019 ia menjabat Sesjen Wantannas, sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Kepala BNPB.

Pria yang memiliki segudang prestasi cemerlang ini sangat jago dalam bela diri dan memiliki hobi menembak. Beberapa prestasinya antara lain membuat program penghijauan di beberapa kawasan tandus di Sulawesi Selatan. Doni menjalankan program itu saat ia bertugas pada Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) di tempat tersebut. Programnya yang berhasil bahkan masih terus dikenang oleh masyarakat di Makassar.

Selanjutnya, saat kapal MV Sinar Kudus dibajak oleh perompak Somalia, Doni ditugasi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Wakil Komando Satuan Tugas Antiteror. Tugas yang diembannya dengan baik tersebut melambungkan namanya sehingga ia akhirnya mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal. Selain itu, masih terdapat lagi beberapa prestasinya yang mewarnai karir cemerlangnya.

Selayaknya prajurit yang selalu total dalam menjalankan tugas, Doni pun melakukan yang terbaik dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala Gugus Tugas Nasional. Tugas koordinasi dan pengontrolan dilakukannya dengan teliti dan tanpa lelah. Bahkan pada tanggal 11 Mei lalu, diberitakan bahwa Doni dan para anggota tim gugus tugas pusat telah berumah di kantor selama sembilan minggu.

Doni mengatakan bahwa semua hal tersebut dilakukannya untuk memudahkan koordinasi bersama seluruh pihak yang terlibat. Selain itu, ia juga mengantisipasi atau mencegah potensi terjadinya penularan covid-19 pada anggota keluarganya. Hal tersebut pun dilakukannya untuk memberikan contoh kepada masyarakat.

Sering kali, saat memberikan arahan ataupun informasi, Doni selalu mengingatkan masyarakat untuk menjaga kedisiplinan, meningkatkan kesadaran diri, dan mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah.

Di masa pandemi covid-19 ini banyak orang sedang berjuang untuk mengatasi semua permasalahan yang ada. Salah satunya dalah Letjen TNI Doni Monardo. Karena itu, mari sama-sama berdoa dan mendukung semua upaya mereka. Dukungan dapat diberikan dengan menjaga kesehatan dan menerapkan setiap anjuran yang diberikan. (har)

Baca juga: Begini Sistem Kerja ASN saat New Normal