dr. Agus Taolin-Aloysius Haleserens Tawarkan Program Berobat Gratis Pakai KTP

Atambua, Medikastar.com

Mendapatkan pengobatan yang berkualitas tentu dibutuhkan oleh semua orang, tanpa terkecuali. Namun, biaya sering kali menjadi kendala bagi masyarakat yang kurang mampu untuk mendapatkannya. Karena itu, dibutuhkan kebijakan yang bisa meringankan atau membantu masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan.

Salah satu kebijakan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara gratis bagi masyarakat adalah program berobat menggunakan KTP dan KK.

Hal inilah yang rupanya dilihat oleh Bakal Calon Bupati Kabupaten Belu, dr. Agustinus Taolin dan Bakal Calon Wakil Bupati, Aloysius Haleserens yang maju dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah kabupaten Belu. Dengan tagline, “Sehati Menuju Perubahan” dr. Agustinus dan juga Aloysius berkomitmen untuk memberikan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat, cukup dengan menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

dr. Agustinus yang adalah Dokter Spesialis Penyakit Dalam tersebut mengatakan bahwa apabila masyarakat Kabupaten Belu mempercayakan dirinya dan Aloysius menahkodai Kabupaten Belu maka kesehatan merupakan salah satu program yang diprioritaskan oleh mereka.

“Program prioritas atau unggulan kami di bidang Sumber Daya Manusia, salah satunya adalah sehat untuk semua, yaitu pelayanan kesehatan gratis dengan KTP. Pakai KTP berobat gratis untuk rakyat, itu program kami di bidang kesehatan,” tutur dr. Agustinus sebagaimana diberitakan oleh media beberapa waktu lalu.

Berobat gratis hanya dengan menggunakan KTP tentu merupakan sebuah angin segar bagi masyarakat. Mereka yang selama ini membutuhkan pengobatan namun terkendala oleh biaya yang mahal akan sangat terbantu dengan program ini.

“Program ini sesuai dengan kebutuhan dan keinginan hati kami. Dengan adanya pengobatan gratis, bisa membantu kami, karena masyarakat banyak yang belum punya BPJS,” kata Okto Bere, salah satu warga desa Manleten, kepada media ini, Selasa (21/07/20).

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Dionisia Bete, warga desa Manleten. Menurutnya, banyak masyarakat yang tidak memiliki Kartu BPJS Kesehatan dan takut untuk ke rumah sakit karena tidak sanggup untuk membayar biaya pengobatan.

Kondisi ini membuat banyak masyarakat, khususnya ibu hamil yang memilih untuk melahirkan di rumah, padahal persalinan di rumah berisiko tinggi. Oleh karena itu, dirinya merasa sangat senang dengan adanya program pengobatan gratis hanya dengan menunjukan KTP yang ditawarkan oleh Bakal Calon Bupati Kabupaten Belu, dr. Agustinus Taolin dan Bakal Calon Wakil Bupati, Aloysius Haleserens.

Apakah benar masyarakat dapat berobat gratis hanya dengan menunjukan KTP?

Tentunya benar, jika pemerintah daerah berani membuat kebijakan yang demikian. Bahkan kebijakan ini telah diterapkan oleh pemerintah daerah di beberapa wilayah di Indonesia.

Salah satu daerah yang memberlakukan program Layanan Kesehatan bagi Masyarakat dengan NIK (Nomor Induk Kependudukan) adalah Pemerintah Kota Bekasi. Program Pembiayaam Berbasis NIK 2020 oleh Pemkot Bekasi meliputi pelayanan kesehatan di seluruh Puskesmas Kota Bekasi, pelayanan rawat jalan di rumah sakit yang bekerjasama atas dasar rujukan dari Puskesmas, dan pelayanan rawat inap Kelas III di rumah sakit.

Menurut dr. Agus, pengobatan gratis dengan KTP adalah bahasa sederhana untuk program pembiayaan layanan kesehatan yang menggunakan APBD. Jadi masyarakat tidak mampu yang tidak tercover dalam Penerima Bantuan Iuran (PBI) pemerintah pusat akan ditanggung oleh pemerintah daerah  melalui skema PBI APBD yang iurannya dijamin oleh pemerintah daerah.

“Bagi warga yang tidak mampu, yang tidak masuk dalam Penerima Bantuan Iuran (PBI) pemerintah pusat, maka dia akan ditanggung oleh pemerintah melalui APBD dengan menggunakan KTP untuk berobat,” kata dr. Agus.

“Tapi kan orang di kampung kan kalau kita pakai istilah macam-macam dia jadi bingung. Jadi ‘kasarnya’ adalah berobat gratis pakai KTP. Mekanismenya, dia daftar di Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, kemudian datanya kita verifikasi, sistemnya kita buat, dia datang dengan KTP elektronik kita klik keluar datanya, RW, dusun, sakitnya apa. Setiap bulan klaim ke Pemda, Pemda bayar,” lanjut dr. Agus.

Untuk diketahui, Wilayah di Nusa Tenggara Timur yang menerapkan program pengobatan gratis menggunakan KTP dan KK adalah Kabupaten Malaka. Bahkan pengobatan gratis tersebut berlaku saat pasien dari Malaka dirujuk ke Kupang, hingga pulau Jawa. Pelaksanaan kebijakan ini telah dimulai sejak tahun 2017.

Akses pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat. Dengan kebijakan penggunaan KTP dan KK untuk berobat gratis, masyarakat akan menjadi lebih terbantu. Diharapkan, daerah-daerah lain dapat menyesuaikan kebijakan yang ada untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang baik bagi masyarakat.

Nah, benarkan? Jika ada kebijakan, maka tentu pemerintah bisa meringankan atau membantu masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan hanya dengan menunjukan KTP.  (*/Red)

Video: Mengapa Harus Cuci Tangan?