dr.Eky Gonang: Bukan Tenaga Kesehatan, Masyarakatlah Garda Terdepan Lawan Covid-19

Kota Kupang, medikastar.com

Menyusul pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang sudah menyebar ke lebih dari 200 negara, dukungan terhadap tenaga medis mengalir melalui berbagai kanal. Sebagian besar dari pernyataan dukungan itu menyebutkan bahwa para tenaga medis adalah garda terdepan melawan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 tersebut.

Namun, pernyataan bahwa tenaga medis adalah garda terdepan ternyata tak sepenuhnya benar. Dari perspektif kesehatan masyarakat, justru yang menjadi garda terdepan dalam pertarungan melawan Covid-19 (dan penyakit-penyakit lain) adalah masyarakat sendiri. Tenaga medis adalah benteng terakhir yang berupaya menjaga agar si pasien tidak ‘kalah’ dalam pertarungan tersebut.

Dokter Eky Gonang, Pimpinan Media Kesehatan Indonesia Medika Star, mengungkapkan bahwa dukungan terhadap para dokter dan perawat dalam upaya penanganan pasien Covid-19 patut diapresiasi. Itu menjadi bukti bahwa ada solidaritas yang kuat dari masyarakat kepada para medis yang berani berhadapan langsung dan merawat pasien Covid-19.

“Namun, dalam perspektif kesehatan masyarakat, pernyataan itu harus diluruskan. Yang sebenarnya berada di barisan terdepan dalam sebuah ‘peperangan’ melawan penyakit, termasuk Covid-19, adalah masyarakat sendiri,” kata dr. Eky. 

“Jika masyarakat mampu mencegah penyakit Covid-19 dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, dalam hal ini mencuci tangan pakai sabun sesering mungkin, menjaga jarak satu sama lain, berdiam di rumah untuk sementara waktu, serta menerapkan perilaku batuk dan bersin secara benar, maka rantai penularan penyakit itu bisa diputuskan,” lanjutnya.

dr. Eky Gonang

Karena itu, menurut dr. Eky, momentum ini harus menjadi titik balik untuk mengkampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat. Semua elemen masyarakat harus saling membantu mengingatkan bahwa kita semua bisa melewati badai Covid-19 ini jika setiap pribadi mampu mempraktikan pola hidup bersih dan sehat.

“Jalan keluar dari wabah ini ada di tangan kita, baik sebagai pribadi maupun masyarakat. Jika kita semua mampu menjaga jarak satu sama lain, selalu mencuci tangan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, dan menahan diri di rumah untuk sementara waktu maka kita semua dapat melewati wabah ini dengan baik,” pungkas dr. Eky.

Hal yang sama disampaikan Ermi Ndoen dari Forum Academia NTT (FAN). Menurutnya, di tengah situasi pandemi global Covid-19, kesadaran setiap individu untuk melakukan praktik-praktik seperti yang diarahkan pemerintah sangat berarti bagi keselamatan bersama.

“Karena sejauh ini kita belum ada kasus, maka tugas kita adalah menggalakkan upaya-upaya pencegahan. Karena kita masyarakat adalah garda terdepan melawan wabah ini. Tenaga kesehatan itu ibarat penjaga gawang yang menjaga agar tidak terjadi ‘gol’,” papar Ermi dalam diskusi online yang diselenggarakan oleh Forum Indonesia Muda (FIM) NTT, Sabtu (28/3) malam.

“Sebagai orang muda, kadang kita berpikir bahwa kita kuat. Tapi mungkin saja kita adalah carrier yang menularkan kepada orang lain. Karena itu, kita harus berpartisipasi melindungi orang-orang di sekitar kita dengan membatasi diri kita sendiri. Karena, sebenarnya, dengan melindungi diri kita, kita juga melindungi orang-orang di sekitar kita,” sambung dia.

Selain itu, ia juga meminta orang muda untuk menyebarkan informasi-informasi baik yang menguatkan masyarakat, bukannya membagikan kabar-kabar yang membuat masyarakat panik.

“Berikan informasi yang benar, hindari adanya stigma, dan juga jangan bosan-bosan memberitakan berita-berita yang baik untuk saling menguatkan. Ini masanya kita untuk saling mendukung,” pungkas Ermi. (*/red)

Baca Juga: Minggu (29/03) Malam, NTT Masih Negatif Covid-19 Namun ODP Tembus Angka 495