Gubernur NTT: Bupati yang Tidak Peduli Pariwisata akan Merana Seumur Hidup

Atambua, medikastar.com

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan bahwa mereka yang tidak sadar dan tidak peduli akan pariwisata akan dilibas oleh pariwisata.

“Ini bukan gubernur punya mau. Tapi sekarang dunia sedang menuju pariwisata. Karena itu, Bupati yang tidak peduli pariwisata maka dia akan merana seumur hidup,” tandas Viktor di depan peserta Raker di Graha Kirani Atambua, Selasa (11/02/20).

Di level Provinsi NTT, lanjut Viktor, pihaknya telah menetapkan pariwisata sebagai prime mover atau motor penggerak roda pembangunan.

“Sebagai prime mover maka dalam mengurus pariwisata harus mengenal lima (5) A yakni atraksi, akomodasi, aksesibilitas, amenities dan awarnes. Karena itu, saya minta kita semua berpikir dan bertindak pariwisata. Ciri khas orang pariwisata itu percaya diri,” katanya.

Viktor memprediksi, jika keindahan alam Fulan Fehan dikelola secara baik maka sekurang-kurangnya dalam setahun ada pendapatan sebesar Rp 10 miliar.

“Fulan Fehan sudah terkenal. Dunia sudah tahu. Tapi harus diurus dan ditata dengan profesional. Intinya, ketika orang datang; dia harus rasa nyaman, makan harus enak, tinggal dan berbelanja barang-barang yang luar biasa. Dan ketika mereka pulang ada kenangan yang indah,” tegasnya.

Terpantau hadir bersama Gubernur NTT sejumlah pimpinan OPD tingkat Provinsi NTT, tenaga ahli gubernur, Dr. David B.W. Pandie, M.S.; Dr. Imanuel Blegur, Wakil Bupati Belu, Drs. Ose Luan, Plh. Sekda Belu, Drs. Marsel Mau Meta, Forkompinda Kabupaten Belu, para Camat, para Lurah dan para Kades serta tenaga pendidikan dan kesehatan se-Kabupaten Belu.

Usai memberi arahan, rombongan Gubernur VBL bertolak menuju Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT).