Hari Keluarga Nasional 2020 dan Refleksi Keluarga Berencana

MedikaStar.com

Hari Keluarga Nasional (Harganas) diperingati setiap tahun pada tanggal 29 Juni. Tahun ini, peringatan penting yang diputuskan melalui Keputusan Presiden Nomor 39 Tahun 2014 ini dijalani dalam masa pandemi covid-19.

Meski begitu, pandemi tidak menjadi halangan bagi seluruh keluarga di Indonesia dalam merefleksikan berbagai hal tentang keluarga. Salah satu hal yang penting untuk direfleksikan adalah perencanaan dalam menjalani kehidupan berkeluarga.

Arti Keluarga Berencana

Keluarga berencana merupakan gerakan untuk membatasi kelahiran dengan tujuan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera. Tujuan khusus dari program ini antara lain meningkatkan jumlah pengguna alat kontrasepsi, menurunkan jumlah angka kelahiran bayi, serta meningkatnya kesehatan keluarga berencana.

Dengan tercapainya tujuan-tujuan tersebut, maka beberapa permasalahan kesehatan dalam keluarga dapat teratasi. Permasalahan yang selama ini menghantui keluarga-keluarga di Indonesia meliputi kematian ibu dan anak yang tinggi, stunting atau kurang gizi, dan lain sebagainya.

Berdasarkan data pada tahun 2018-2019, terdapat 305 kematian ibu dari 1000 kelahiran hidup di Indonesia. Di sisi lain, angka stunting masih berada pada 27,67 persen. Sedangkan, angka ambang stunting yang ditetapkan World Health Organization (WHO) adalah 20 persen. Semua masalah tersebut bisa jadi berakar pada tidak diterapkannya keluarga berencana secara baik.

Memahami “4 Terlalu” dalam Keluarga Berencana

Dalam pelaksanaan program keluarga berencana, salah satu hal terpenting yang perlu diterapkan adalah menghindari “empat terlalu”. Hal ini berhubungan dengan perencanaan kehamilan dan kelahiran yang aman. Untuk itu, masyarakat perlu memahaminya dengan baik agar dapat menghindari empat terlalu.

  • Terlalu muda

Terlalu muda berarti kehamilan yang terjadi di usia yang terlalu muda atau kurang dari 18 tahun.

  • Terlalu tua

Terlalu tua berarti kehamilan yang terjadi di usia yang terlalu tua atau lebih dari 34 tahun.

  • Terlalu dekat

Terlalu dekat berarti jarak kehamilan antara anak satu dan anak berikutnya yang terlalu dekat atau kurang dari 2 tahun.

  • Terlalu banyak

Terlalu banyak berarti kehamilan dan kelahiran yang terjadi terlalu banyak atau lebih dari 3 anak.

Harganas 2020: Pelayanan KB Sejuta Akseptor

Dalam peringatan Harganas ke-27 pada tahun ini, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengadakan suatu kegiatan yang bernama pelayanan KB sejuta akseptor. Akseptor memiliki arti orang-orang yang menerima dan ikut serta dalam program keluarga berencana.

Terdapat beberapa fase akseptor KB yang bertujuan untuk mendukung menghindari empat terlalu. Fase yang pertama adalah penundaan atau pencegahan kehamilan. Fase kedua adalah penjarangan kehamilan. Sedangkan, fase ketiga adalah penghentian kehamilan atau kesuburan.

Dilansir dari Liputan 6, kegiatan pelayanan KB sejuta akseptor dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada hari Senin (29/6), bertepatan dengan peringatan Harganas. Dalam kegiatan tersebut, akan diadakan juga pencatatan rekor MURI dengan target reseptor sebanyak 1.373.902.

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut juga merupakan implikasi dari pandemi covid-19 yang sedang berlangsung. Pandemi yang terjadi berpengaruh pada penurunan kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan guna mendapatkan pelayanan KB.

Alhasil, diperkirakan sebanyak lebih dari 400 ribu kelahiran yang tidak direncanakan akan terjadi di Indonesia selama masa pandemi. Hal tersebut tentu dapat memperparah masalah-masalah yang sudah terjadi sebelumnya. Karena itu, kegiatan yang luar biasa perlu dilakukan untuk mengatasinya.

“Kondisi yang tidak normal sekarang ini, kondisinya luar biasa, adanya pandemi covid-19 harus disikapi dengan cara luar biasa,” jelas Hasto di kantor BKKBN.

Semua program dan kegiatan yang dicanangkan tidak akan berlangsung secara baik tanpa peran aktif masyarakat. Keluarga yang berencana akan menghasilkan kehidupan keluarga yang sehat dan sejahtera. Sebaliknya, tanpa adanya perencanaan, kehidupan keluarga yang harmonis dan bahagia akan sulit untuk digapai.

Jadi, meski sedang berada dalam masa pandemi, tetaplah jaga kesehatan keluarga dengan cinta dan perhatian yang diberikan. Dan yang terpenting, rencanakanlah segala sesuatunya dengan matang. Selamat Hari Keluarga Nasional 2020, healthies. Berencana itu keren! (har)

Baca juga: Berenang di Tengah Pandemi, Patuhi Hal-hal Berikut