Hari Tuberkulosis Sedunia, Mari Pahami Toss TBC

MedikaStar.com – Hari Tuberkulosis Sedunia 2020 jatuh pada tanggal 24 Maret. Setiap tahun tanggal ini diperingati sebagai hari tuberkulosis karena di tanggal inilah pertama kali bakteri Mycobacterium tuberculosis ditemukan. Penemunya adalah Dr. Robert Koch pada tahun 1882 yang menjadi langkah awal upaya pencegahan dan pengobatan penyakit tuberkulosis (TBC).

Peringatan hari tuberkulosis sedunia memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak TBC. Selain itu, peringatan ini juga bertujuan memperkuat upaya mengakhiri TBC di dunia, termasuk Indonesia. Salah satu upaya andalan untuk mengatasi TBC adalah dengan menerapkan Toss TBC.

Sebelum memahami Toss TBC, mari kenali dahulu apa itu TBC. Seperti yang diketahui, penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru. Penyakit ini dapat disebarkan melalui udara. Saat seseorang batuk, bersin atau meludah, kuman akan terdorong dan keluar dari mulut atau hidung mereka. Ketika dihirup oleh orang lain, maka infeksi bakteri akan terjadi pada orang tersebut.

Data dari World Health Organization (WHO) menunjukan bahwa pada tahun 2018 terdapat 1,5 juta orang meninggal akibat TBC. Sebanyak 10 juta orang diperkirakan menderita penyakit ini. Indonesia masih menjadi negara nomor tiga penderita TBC di dunia dengan total lebih dari 800 ribu penderita dan 93 ribu kematian.

Hal tersebut mengindikasikan bahwa TBC masih menjadi pembunuh infeksius yang sangat  mematikan. Oleh karena itu, dibutuhkan gerakan dari semua pihak guna mencapai eliminasi TBC pada tahun 2030 mendatang di Indonesia. Demi terlaksananya hal tersebut, maka dicetuskanlah Toss TBC.

Dikutip dari tbindonesia.or.id, Toss TBC merupakan singkatan dari ‘Temukan TBC Obati Sampai Sembuh’. Gerakan ini memiliki tiga langkah. Langkah yang pertama adalah menemukan gejala TBC di masyarakat. Langkah yang kedua adalah obati dengan tepat. Langkah yang ketiga adalah pemantauan pengobatan sampai sembuh.

Langkah menemukan gejala TBC di masyarakat dapat diterapkan oleh semua orang. Gejala-gejala yang timbul akibat TBC adalah batuk secara terus menerus. Selain itu, ada pula gejala tambahan seperti berat badan menurun, nafsu makan berkurang, demam dan meriang, serta berkeringat di malam hari tanpa melakukan aktivitas.

Hal yang perlu dilakukan oleh masyarakat adalah memahami gejala-gejala tersebut. Ketika didapati ada kerabat, keluarga, atau bahkan diri sendiri yang mengalami gejala tersebut, segeralah memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Langkah berikut adalah mengobati dengan tepat. Setelah dirujuk ke fasilitas kesehatan, orang yang menunjukkan gejala TBC akan didiagnosis. Petugas kesehatan akan melakukan pemeriksaan pada dahak orang tersebut. Setelah itu, pasien akan mendapatkan obat yang berkualitas sesuai resep dokter.

Terdapat dua jenis TBC yakni laten dan aktif. Keduanya akan mendapatkan pengobatan yang berbeda-beda. Dokter akan meresepkan antibiotik untuk membunuh bakteri penyebabnya. Pasien harus meminumnya hingga jangka waktu yang ditentukan. Biasanya pengobatan bisa berlangsung hingga Sembilan bulan.

Langkah yang berikut adalah memantau pengobatan TBC sampai sembuh. Dalam proses mengonsumsi obat yang telah diresepkan, pasien harus memperhatikan dosis yang tepat. Konsumsi obat juga perlu dilakukan secara teratur hingga masa pengobatan tuntas dan sembuh. Pemeriksaan harus dilakukan secara rutin pada bulan kedua, kelima, dan keenam diakhir pengobatan.

Begitulah langkah-langkah Toss TBC. Selain memahami langkah tersebut, masyarakat juga perlu memahami etika batuk yang benar. Hal ini berkaitan dengan cara penyebaran TBC yang dapat ditularkan melalui batuk, bersin, dan meludah.

Etika batuk terdiri dari menggunakan masker saat sedang mengalami batuk, bersin, atau pilek. Selanjutnya, tutuplah hidung dan mulut menggunakan menggunakan lengan. Tisu juga bisa digunakan untuk menutup hidung dan mulut saat batuk. Masker dan tisu yang telah digunakan harus dibuang pada tempat sampah tertutup. Jangan lupa untuk mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer setelah batuk atau bersin.

Pemahaman mengenai Toss TBC dapat membuat masyarakat lebih aktif dalam mencegah dan menangani penyakit ini. Jika semua pihak bekerja sama dengan baik, penyakit TBC pasti bisa dieliminasi dari kehidupan masyarakat Indonesia. Selamat Memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia 2020, Healthies! Jangan lupa untuk Toss TBC. (har)

Baca juga: Begini Cara Kerja Tes Massal Corona