Ilmuan Sebut Covid-19 Bukan Lagi Pandemi Melainkan Sindemi, Apa Artinya?

medikastar.com

Sejak bulan Maret 2020, Badan Kesehatan Dunia atau WHO telah menetapkan Covid-19 sebagai pandemi global. Alasannya tentu saja penyakit yang disebabkan oleh virus Corona tersebut telah menyebar dan mengancam ke hampir seluruh penjuru dunia.

Kendati demikian, saat ini beberapa ilmuan menjelaskan bahwa penyakit yang sudah menyebabkan hampir 1 juta kematian di seluruh dunia tersebut bukan lagi pandemi, melainkan sindemi. Lalu, apa artinya?

Untuk diketahui, istilah sindemi dikembangkan oleh Merrill Singer pada pertengahan 1990-an. Istilah yang berkembang di bawah disparitas kesehatan ini disebabkan oleh kemiskinan, stres, hingga kekerasan struktural. Para ahli di bidang epidemiologi dan antropologi medis yang peduli terhadap kesehatan masyarakat mempelajarinya. Efek kondisi sosial terhadap kesehatan pun sudah termasuk di dalamnya.

Sebelumnya, istilah yang telah dikenal luas oleh orang-orang adalah pandemi. Pandemi memiliki arti epidemi yang berpengaruh pada saat yang bersamaan di berbagai belahan dunia. Sedangkan, sindemi merupakan istilah dari sinergi dan pandemi.

Hal ini dapat terjadi ketika muncul dua penyakit atau lebih yang berinteraksi dan menyebabkan kerusakan pada jumlah yang besar. Contohnya adalah ketika orang-orang yang terkena Covid-19 juga memiliki penyakit lain seperti kanker, obesitas, atau penyakit jantung dalam tubuhnya. Perpaduan penyakit-penyakit tersebut dengan infeksi virus Corona dapat berdampak lebih mematikan bagi penderitanya.

“Mengatasi Covid-19 berarti mengatasi hipertensi, obesitas, diabetes, penyakit kardiovaskular, pernapasan kronis, serta kanker,” Tulis Ricard Horton, Pemimpin Redaksi The Lancet dalam laporannya.

Horton mengungkapkan bahwa Covid-19 bukanlah pandemi. Ia pun menekankan bahwa tujuan penetapan sindemi adalah guna meningkatkan perlindungan bagi berbagai komunitas yang rentan terhadap penularan Covid-19.

“Sifat sindemi dari ancaman yang kita hadapi berarti bahwa pendekatan yang lebih bernuansa diperlukan jika kita ingin melindungi kesehatan komunitas kita,” jelasnya.

Ia juga menuliskan bahwa melihat Covid-19 sebagai sindemi dapat mengundang visi yang lebih besar dalam hal pencegahan dan penanganan. Cakupan pendidikan, pekerjaan, perumahan, pangan dan lingkungan termasuk di dalamnya. Sedangkan, memandang Covid-19 sebagai pandemi akan membuat prospektusnya tidak menjadi lebih luas.

Lebih lanjut, dengan mengetahui informasi ini, diharapkan seluruh masyarakat tetap waspada dan terus menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Dengan begitu, penyebaran Covid-19 dapat diatasi dan kelompok rentan dengan penyakit penyerta pun tetap aman.