Ini Alasan Mengapa Muncul Varian Baru Virus Corona

MedikaStar.com

Sejak bulan Desember tahun 2020 silam, berbagai media nasional dan internasional telah melaporkan munculnya varian baru dari virus corona. Tiga varian yang menjadi perhatian dunia adalah varian Alpha, Beta, dan Delta. Tiga varian ini berpotensi membuat kondisi semakin parah karena memiliki karakter yang lebih berbahaya dari jenis aslinya.

Kondisi ini kemudian membuat kita bertanya, mengapa bisa muncul varian-varian baru tersebut?  Jawaban sederhana atas pertanyaan ini adalah karena virus corona bermutasi.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio kepada Kompas TV mengatakan, setiap virus memiliki informasi genetik. Untuk mempertahankan diri, virus berkembang biak dengan mereplikasi diri.

Kesalahan dalam penyalinan informasi DNA bisa saja terjadi saat virus mereplikasi diri secara random atau acak.  Proses ini dinamakan dengan mutasi.  

“Ketika menyalin itulah terjadi salah salin, yang tadinya A, bisa diganti dengan T. Ada adisi (penambahan), atau delisi (pengurangan) atau substitusi (penggantian)”, terang Amin.

Ia menambahkan, kebanyakan proses mutasi membuat virus lebih lemah. Meski demikian, 4-5 persen dari hasil mutasi tersebut membuat virus lebih kuat dan lebih berbahaya sehingga harus diwaspadai.

Virus corona bisa bermutasi bukan tanpa sebab. Ada beberapa faktor yang dapat  mempengaruhinya, yaitu:

Durasi Wabah dan Kondisi Penyebarannya

Ahli Mikrobiologi Universitas Padjadjaran, Dr. Mia Miranti, M. P mengatakan bahwa virus corona termasuk ke dalam kelompok virus RNA. Dimana RNA adalah salah satu jenis dari asam nukleat yang menjadi ciri bahwa virus itu sendiri adalah makhluk hidup.

Selain itu, beberapa penelitian mengatakan bahwa kelompok virus RNA mudah untuk mengalami proses mutasi. Saat virus corona menginfeksi satu tubuh inang, maka RNA nya pun akan berkembang biak.

Dapat dikatakan, semakin lama durasi wabah  virus corona maka akan semakin besar pula potensinya untuk bermutasi.  Semakin banyak virus yang menyebar maka potensinya untuk mengalami perubahan baru pada virus corona pun turun meningkat.

Perubahan Suhu

Dikutip dari klikdokter.com, Dr. Astrid Wulan Kusumoastuti mengatakan bahwa virus dapat bermutasi meskipun di suhu panas maupun suhu dingin.

Sistem imun manusia menggunakan berbagai cara dan taktik untuk dapat melawan virus corona. Namun, virus tersebut akan menghindari perlawan dari sistem imun itu dengan menggandakan diri dan menyebar ke manusia-manusia lain, karena seperti yang dikatakan di atas bahwa virus RNA bisa berkembang apabila ada inangnya.

Campur Tangan Perantara Virus

Perantara virus  dapat dilakukan oleh manusia maupun hewan. Virus corona memanfaatkan sel pada tubuh manusia atau hewan untuk bisa memperbanyak diri. Selama virus berada di dalam tubuh, maka mereka akan terus berkembang biak dengan mengeluarkan materi genetiknya pada sel-sel tubuh.

Proses tersebut pada dasarnya bisa dihambat dengan imunitas tubuh yang ada pada manusia. Tetapi, agar dapat bisa bertahan virus tersebut mencari cara untuk bisa beradaptasi yaitu melalui mutasi. Dimana dengan melakukan mutasi itu, virus dapat mengelabui sistem imunitas tubuh seseorang.

Lantas, bagaimana caranya agar kita dapat menghindari mutasi virus corona itu?

Sebenarnya manusia akan sulit untuk mengendalikan sifat alamiah virus untuk bermutasi. Namun ada satu faktor yang bisa manusia kontrol untuk dapat mencegah virus corona semakin banyak menyebar, yaitu dengan menhentikan penularannya. Caranya dengan secara disiplin melaksanakan protokol kesehatan dan tidak lupa untuk menerima vaksin covid-19.

Pandemi ini sendiri merupakan masalah bersama yang harus dihadapi secara bersama juga. Oleh sebab itu, semua langkah protokol kesehatan harus dilakukan untuk bisa menekan proses penyebaran dan mutasi dari virus corona ini. (ctr)

Baca juga: Jaga Keluarga dari Covid-19 dengan Skrining Mandiri