Ini Call Center Posko Covid-19 di NTT

Kota Kupang, medikastar.com

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dr. Drg. Dominikus Mere, M.Kes memastikan bahwa Provinsi NTT negatif covid-19. Untuk mencegah sekaligus mengantisipasi virus ini, Satuan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 di NTT telah menyediakan call center yang terhubung langsung dengan Satuan Gugus Tugas tersebut. Nomor tersebut yakni +62 811-3827-710.

Masyarakat NTT, kata dr. Dominikus, dapat langsung menghubungi call center tersebut untuk mengetahui berbagai informasi terkait covid-19 di NTT. Selain itu, ketika merasa ada tanda-tanda atau gejala covid-19 nomor ini dapat dihubungi. Lebih jauh, jika pernah memiliki riwayat perjalanan ke daerah yang telah terpapar covid-19, nomor ini dapat dihubungi.

Dengan menghubungi call center tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi dan arahan dari petugas mengenai langkah-langkah apa yang seharusnya dilakukan. Masyarakat juga akan diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memperoleh penanganan selanjutnya.

Sementara itu, terkait ODP covid-19 di NTT, drg. Dominikus menjelaskan bahwa hingga Minggu (22/03/20) total jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Provinsi NTT sebanyak 101 orang.

“Kalau kemarin posisi terakhir kami laporkan di posisi 92 orang, hari ini berkembang, bertambah sebanyak 9 orang,” tuturnya kepada awak media di halaman Dinkes Provinsi NTT, Minggu (22/03/20).

Namun, Ia memastikan bahwa jumlah yang pasti saat ini masih dalam pemantauan ialah 80 orang.

“Jumlah ODP saat ini 80 orang karena dari 101 ODP, 21 orang sudah selesai pemantauan. Hal ini berdasarkan notifikasi yang diberikan oleh teman-teman kami di dinas kesehatan kabupaten di seluruh NTT,” tegas drg. Dominikus.

Lebih lanjut drg. Dominikus menjelaskan bahwa di beberapa rumah sakit memang ada keluhan terkait keterbatasan Alat Pelindung Diri (APD) dan Viral Transport Media (VTM). Menurutnya tidak hanya secara provinsi tetapi nasional pun masih kekurangan.

“Pemerintah provinsi dalam hal ini sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan walaupun hingga saat ini NTT masih negative covid-19, tetapi melihat frekuensi kenaikan ODP, maka kita harus antisipasi dari sekrang,” tegasnya.

“Ketersediaan APD menjadi hal mutlak yang dikeluhkan teman-teman di lapangan, sehingga provinsi juga selalu berkoordinasi dengan Kemenkes dan para pihak karena memang gubernur NTT sudah menyiapkan anggaran untuk itu. Kita sudah berkoordinasi dengan para pihak tetapi kondisi nasional hingga saat ini belum memungkinkan untuk seluruhnya kita peroleh,” lanjut drg. Dominikus.

Ia mengatakan bahwa media telah memberitakan mengenai sudah adanya pesawat yang dikirim pemerintah Indonesia ke China dan mudah-mudah dengan sekembalinya pesat tersebut ke Indonesia, sudah membawa juga dengan kebutuhan akan APD dan lainnya.

“Tentu Kemenkes akan mendistibusikannya ke seluruh Indonesia,” tuturnya.

Sementara berkaitan dengan ketersediaan Viral Transport Media, Ia mengatakan bahwa pihaknya juga berkoordinasi dengan badan Litbangkes.

“Oleh karena seluruh Indonesia membutuhkan hal yang sama dan petugas kita tidak bisa keluar dari NTT sehingga kita meminta bantuan dari Jakarta dan mudah-mudahan secepatnya dikirim ke Kupang,” kata drg. Dominikus.

Mengingat kondisi tersebut, Ia juga menegaskan agar masyarakat NTT patuh terhadap kebijakan sosial distancing.

“Ini harus betul-betul diterpakan,” tegasnya. (*/red)