Jenis-jenis Cedera yang Sering Dialami Saat Berolahraga

MedikaStar.com

Masa pandemi membuat kesadaran masyarakat untuk berolahraga makin tinggi. Dengan berolahraga, tubuh akan terasa lebih sehat dan bugar. Daya tahan tubuh pun akan menjadi lebih kuat, serta tidak mudah terserang virus dan kuman penyebab penyakit.

Namun, sering kali kegiatan olahraga tidak dilakukan secara hati-hati. Akibatnya, terjadilah cedera yang dapat merugikan kondisi tubuh. Berikut ini merupakan jenis-jenis cedera yang sering dialami saat berolahraga.

Cedera Engkel atau Keseleo Pergelangan Kaki

Di area kaki, terdapat pita kuat dan elastis bernama ligamen. Fungsinya adalah membantu pergelangan kaki lebih stabil. Terlalu banyak gerakan dan kesalahan mendarat ketika melompat sering kali mengakibatkan ligamen pada pergelangan kaki menjadi sobek.

Jenis cedera ini sering kali terjadi ketika seseorang melakukan olahraga seperti voli, basket, dan sepakbola. Alasannya karena olahraga-olahraga tersebut mengharuskan pemainnya untuk bergerak secara cepat ke segala arah dan melompat dengan tinggi.

Terdapat beberapa tanda ketika seseorang sedang mengalami cedera engkel. Tanda-tanda tersebut seperti bengkak, memar, kaki seperti mati rasa, dan kekakuan. Selain itu, tanda paling jelas dari cedera engkel adalah rasa sakit pada pergelangan kaki.

Cedera Hamstring

Hamstring adalah pita jaringan kuat atau yang biasa disebut tendon di bagian paha belakang. Istilah hamstring juga mengacu pada tiga otot yang membentang dari paha belakang, pinggul, hingga lutut bawah. Otot ini biasanya akan menjadi sangat aktif selama kegiatan yang membuat lutut menekuk, seperti lari, lompat, atau memanjat.

Cedera hamstring dapat terjadi ketika terdapat otot atau tendon yang meregang lebih dari batasannya. Gerakan yang tiba-tiba dan eksplosif saat berlari, melompat, atau memanjat, sering menjadi penyebab terjadinya hal ini.

Terdapat tiga tingkatan dalam cedera hamstring. Setiap tingkatkan menggambarkan keparahan yang dialami. Tingkatan pertama adalah terjadinya tarikan atau tegangan otot secara ringan. Tingkatan kedua, terjadi robek otot parsial. Sementara tingkatan ketiga adalah robekan otot secara lengkap.

Cedera Lutut

Di area lutut, terdapat sebuah jaringan yang menghubungkan tulang kering dan tulang paha. Jaringan tersebut bernama Anterior Cruciate Ligament (ACL). Jika terjadi cedera pada bagian ini, maka rasanya sangat menyakitkan dan ruang gerak kaki akan terbatasi.

Terdapat beberapa tanda yang akan muncul ketika seseorang mengalami cedera lutut. Tanda yang pertama adalah nyeri secara tiba-tiba dan langsung parah. Selanjutnya, terjadi pembengkakan selama 24 jam. Seseorang juga akan merasa bahwa sendinya menjadi longgar dan sulit bertumpu pada sendi.

Tennis Elbow atau Siku Tenis

Tennis elbow atau siku tenis biasa juga disebut dengan lateral epycondilitis. Tennis elbow adalah kondisi pelemahan dan nyeri pada tendon yang berfungsi menyatukan tulang dan otot-otot lengan bawah. Cedera jenis ini dapat terjadi ketika seseorang terlalu sering menggerakan siku dengan gerakan-gerakan tertentu. Contohnya adalah saat bermain tenis atau bulu tangkis.

Tanda paling umum yang dapat muncul saat mengalami tennis elbow adalah rasa sakit pada bagian luar siku. Rasa sakit itu bisa menjadi lebih konstan atau terus dirasakan ketika sudah berjalan beberapa minggu hingga bulan. Saat mengalaminya, bagian luar siku akan terasa sakit bila disentuh. Cedera ini dapat terjadi pada salah satu atau kedua tangan.

Mengurangi Risiko Cedera Saat Berolahraga

Saat berolahraga, setiap orang tentunya memiliki risiko untuk mengalami cedera. Akan tetapi, risiko tersebut bisa dikurangi dengan melakukan beberapa hal berikut.

  • Pemanasan dengan benar sebelum berolahraga

Sebelum melakukan jenis olahraga apapun, sebaiknya luangkan waktu untuk melakukan pemanasan. Pemanasan dapat dilakukan dengan beberapa gerakan ringan. Tujuannya agar otot-otot tidak menjadi kaget saat olahraga dilakukan.

  • Tidak memaksakan tubuh lebih secara berlebihan

Setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda-beda. Karena itu, kenalilah batasan-batasan tubuh. Lalu, jika tubuh terasa sudah sangat lelah, berisitirahatlah. Alangkah baiknya olahraga dilakukan dalam waktu yang cukup dan rutin, daripada dipaksakan dengan keras tetapi tidak rutin.

  • Menggunakan peralatan yang tepat

Peralatan yang tepat juga menentukan keselamatan dan mengurangi risiko cedera. Jika peralatan yang digunakan tidak sesuai dengan standar, tubuh cenderung akan menjadi kurang nyaman. Karena itu, pakailan peralatan yang sesuai dengan standar sehingga tubuh dapat merasa nyaman dan aman dalam berolahraga.

Berolahraga merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan mental. Akan tetapi, lakukanlah secara baik dan benar agar tidak mendatangkan cedera yang dapat merugikan tubuh. (har)

Baca juga: 7 Daerah Indonesia Ini Terapkan Aturan Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik