Julie Laiskodat: Paket SEHATI Melengkapi Mata Rantai Pemerintahan yang Utuh

Atambua, MedikaStar.com

Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan bahwa bakal calon (balon) bupati dr. Agustinus Taolin dan balon wakil bupati Belu Aloysius Haleserens  yang bersatu dalam Paket Sehati merupakan calon pemimpin yang akan melengkapi mata rantai pemerintahan di tingkat provinsi dan pusat karena kesamaan visi dan karakter kepemimpinan.

Hal itu disampaikan Julie ketika memberikan orasi politik secara virtual dalam acara Deklarasi Paket Sehati, yang digelar di Gedung Graha Kirani, Sabtu (5/9) siang. Menurut istri Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat itu, dr. Agus dan Aloysius adalah figur yang memiliki hati dalam memimpin  sesuai dengan tagline yang mereka gunakan.

“Kenapa harus memilih pemimpin yang punya hati? Karena dia akan berjuang untuk kepentingan masyarakat banyak, bukan kepentingan dirinya sendiri. Jadi otomatis pasangan calon yang kita usung ini tidak salah karena mereka mulai dari hati. Kita punya calon bupati, dokter (dr. Agustinus Taolin), adalah orang yang punya hati untuk kembali. Dia mau kembali ke Belu untuk membangun,” lanjut anggota DPR RI itu.

Selain itu, menurut Julie, program-program Paket Sehati seiring dan sejalan dengan program pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Kesamaan program itu akan membuat perubahaan bagi masyarakat demi terciptanya masyarakat yang sehat dan sejahtera. Karena baginya, pemerintahan di setiap level harus merupakan mata rantai yang terhubung satu sama lain agar bisa bekerja optimal dan member dampak bagi masyarakat.

“Program-program mereka searah dengan program-program Gubernur NTT. Dan kebetulan saya juga di DPR di Jakarta saya melihat visi misi mereka juga sesuai dengan visi misinya Pak Jokowi sehingga saya melihat mata rantainya dari pusat provinsi dengan kabupaten. Mata rantai itu harus utuh sehingga program-program yang bagus di atas bisa turun melalui provinsi lalu kabupaten lalu ke masyarakat,” urai Julie.

Ia menegaskan bahwa selama ini banyak program yang bagus di level pemerintahan pusat dan provinsi yang tidak menyentuh masyarakat karena putusnya mata rantai kepemimpinan antara kabupaten dengan provinsi dan pusat.

Julie kemudian memberi contoh salah satu program unggulan Paket Sehati yang akan menjadi mata rantai yang menyatukan arah kebijakan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Menurutnya, program pertanian dalam bentuk bantuan pengolahan lahan (traktor), bibit dan pupuk gratis dari Paket Sehati sebagai contoh program yang sesuai dengan arah kebijakan pemerintah provinsi NTT dan pemerintah pusat.

“Petani-petani kita itu Tuhan sudah kasih tanah yang subur tapi kurang fasilitas. Sehingga perlu ada intervensi dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten untuk memfasilitasi alat-alat yang dibutuhkan oleh petani,” ujar Julie.

Karena itu, ia mengajak masyarakat Belu untuk mendukung Paket Sehati menjadi pemimpin Belu ke depan. “Saya berharap masyarakat Belu sudah mulai cerdas. Mata rantai kepemimpinan tidak boleh putus supaya kita bisa menikmati program yang bagus di pusat, di provinsi, dan di kabupaten. Jadi kita butuh pemimpin yang punya visi yang sesuai dengan Pak Gubernur dan dengan kami di pusat,” pesan Julie.

“Nasib Belu ada di tangan Mama Bapa sekalian. Kalau mau Kabupaten Belu bangkit dan masyarakat Belu sejahtera, mari kita bersatu, bergandengan tangan, kita berjuang demi paslon kita ini di 9 Desember menjadi pemenang dan memimpin Belu ke depannya,” pungkasnya.  (*/red)