Kadin Indonesia Sumbangkan 2 Unit Oksigen Generator kepada 2 Rumah Sakit di NTT

Kota Kupang, MedikaStar.com

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyerahkan bantuan 2 unit Oksigen Generator kepada 2 Rumah Sakit (RS) di NTT. Bantuan itu diserahkan oleh Ketua Kadin Indonesia, M. Arjad Rasjid, dan Ketua Kadin NTT, Bobby Lianto, pada acara pelantikan Badan Pengurus Kadin Provinsi NTT yang dilakukan di Aula El Tari Kupang, Senin (11/7/2022).

Kedua RS yang beruntung menerima oksigen generator itu adalah RSUD T.C. Hillers Maumere, Sikka dan RSUD  Eka Pata Waikabubak, Sumba Barat. Bantuan untuk RSU T.C. Hillers diterima langsung oleh Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo. Sedangkan bantuan RSU Eka Sapta Waikabubak diterima Wakil Ketua Kadin Sumba Barat mewakili Bupati Sumba Barat.

Menurut Bobby Lianto, Generator Oksigen itu mempunyai kemampuan menghasilkan 100 unit tabung oksigen per hari. Oksigen untuk RS sangat penting berbagai perawatan kesehatan, mulai dari perawatan intensif hingga situasi darurat, dan digunakan melalui ventilator untuk alat bantu pernapasan.

Bantuan oksigen generator itu merupakan bukti komitmen Kadin untuk mendukung peningkatan jualitas kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya melawan pandemi Covid-19.

Masih dalam bidang kesehatan, Kadin Indonesia melalui Kadin NTT juga berpartisipasi dalam mempercepat penerimaan vaksinasi Covid-19 di berbagai daerah di Pulau Timor dengan memberikan 9.902 dosis vaksin  kepada masyarakat.

Selain itu, ada juga bantuan oksigen konsentrator dari Kadin Indonesia dan goto yang diserahkan kepada masyarakat melalui pengurus Kadin di tingkat Kabupaten/Kota di NTT.

M. Arjad Rasjid dalam sambutannya mengatakan bahwa Kadin hadir untuk berperang, melawan kemiskinan dan juga situasi darurat kesehatan pandemi Covid-19. Ia berharap, Kadin NTT dapat berkolaborasi dengan pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten dan Kota di NTT untuk dapat membawa NTT maju dan sejahtera.

“Sehingga di usia emas 2045 nanti Indonesia sudah bisa keluar dari cengkeraman kemiskinan dan penyakit,” ujarnya. (*)