Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Tembus Angka 50 Ribu

MedikaStar.com

Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia cenderung meningkat setiap hari dalam beberapa minggu terakhir. Pada Kamis 25 Juni 2020 dilaporkan adanya penambahan 1178 kasus. Dengan demikian, per hari ini, jumlah kasus menyentuh angka 50 ribu, tepatnya 50.187 kasus.

Dari 50.178 kasus konfirmasi positif tersebut, 20.449 orang dinyatakan sembuh dan 2.620 orang meninggal dunia. Sehingga kasus aktif per 25 Juni 2020 sebanyak 27.118.

Peningkatan jumlah kasus per hari mengindikasikan dua hal. Pertama, jumlah tes yang dilakukan semakin masif sehingga jumlah kasus yang ditemukan pun semakin banyak. Situs KawalCovid mencatat, jumlah spesimen rata-rata harian yang diperiksa dalam 7 hari terakhir sebanyak 18.349, sedangkan jumlah orang yang diperiksa sebanyak 9.786. Jumlah ini meningkat sekitar 1.000 dari seminggu sebelumnya.

Dari pemeriksaan dalam 7 hari terakhir, rerata jumlah kasus positinya adalah 1.061 atau 10,84%. Dengan kata lain, dari 100 orang yang diperiksa, sekitar10-11 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Sedangkan secara keseluruhan, rerata kasus positif adalah 11,75% (50.187 kasus dari 427.158 orang yang diperiksa).

Indikasi kedua dari peningkatan jumlah kasus ini adalah bahwa penularan Covid-19 di Indonesia masih cukup tinggi. Karena itu, kewaspadaan dan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan harus semakin diperkuat sehingga pandemi ini perlahan-lahan bisa dikendalikan.

“Masih ada kelompok rentan yang tidak mematuhi protokol kesehatan, tidak menjaga jarak, tidak memakai masker, dan tidak rajin mencuci tangan, inilah yang kemudian menjadi kelompok rentan untuk tertular. Inilah gambaran kasus baru yang muncul,” kata Yuri dalam keterangannya di Graha BNPB, Jakarta, Rabu Sore (24/6).

Seperti yang kita tahu, Covid-19 menyebar secara cepat melalui percikan droplet baik saat bersin maupun batuk. Memakai masker adalah salah satu cara efektif untuk menahan droplet tersebut menyebar, terlebih masih ada Orang Tanpa Gejala (OTG) di sekitar masyarakat yang belum melakukan isolasi dengan baik.

Yuri menjelaskan tingkat risiko penularan Covid-19 akan semakin menurun apabila seseorang memakai masker. Ia pun membaginya ke dalam 4 tingkatan :

Pertama, apabila seseorang yang membawa virus (OTG) tidak menggunakan masker dan melakukan kontak dekat dengan orang rentan maka kemungkinan penularan mencapai 100 %.

Kedua, orang yang sakit pakai masker, sementara kelompok rentan tidak memakai masker maka potensi penularan mencapai 70%,

Ketiga, orang sakit pakai masker, sementara orang sehat tidak pakai masker maka tingkat penularannya hanya 5 persen.

Keempat, jika keduanya pakai masker, maka potensi penularan hanya 1,5%.

“Inilah yang meyakinkan kita bahwa menggunakan masker adalah cara yang paling tepat, sudah barang tentu gunakanlah masker secara benar, menutup hidung dan mulut dengan baik,” imbuhnya.

Selain mengenakan masker, perilaku cuci tangan pakai sabun di air mengalir, menjaga jarak, dan menjaga kebersihan dan kesehatan juga harus selalu dijalankan.

Yuri menekankan protokol kesehatan ini harus menjadi kebiasaan baru menuju tatanan masyarakat produktif namun tetap aman dari Covid-19. Kedisiplinan, kesadaran dan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar kenaikan kasus tidak semakin tinggi. (red/sehatnegeriku)

Baca juga: Waspada Kelahiran Generasi Stunting di Masa Pandemi