Kaum Disabilitas di Tengah Pandemi

MedikaStar.com

Di masa pandemi saat ini, terdapat beberapa kelompok orang yang termasuk dalam kaum yang rentan. Kaum yang rentan merupakan kelompok orang yang perlu mendapatkan perlindungan dan bantuan secara khusus.

Salah satu kelompok yang termasuk dalam kaum rentan adalah para penyandang disabilitas. Dengan kata lain, mereka adalah kelompok orang yang membutuhkan bantuan istimewa.

Kaum Disabilitas dan Risiko Pandemi yang Dirasakan

Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 menyatakan bahwa penyandang disabilitas adalah mereka yang memiliki keterbatasan fisik, intelektual, mental dan/atau sensori. Pandemi covid-19 yang sedang berlangsung saat ini tentunya memberi berbagai macam risiko bagi mereka.

Risiko yang pertama berkaitan dengan akses informasi yang didapat oleh penyandang disabilitas. Mereka sering kali terlambat mendapatkan berita atau pengetahuan yang perlu diketahui. Risiko berikutnya, mereka sering kali bergantung pada kontak fisik untuk membantu menjalankan aktivitas sehari-hari.

Selain itu, terdapat beberapa gangguan kesehatan yang mengakibatkan terjadinya pelemahan otot pernapasan. Hal ini membuat mereka menjadi lebih rentan terkena infeksi covid-19. Lebih lanjut, pembatasan sosial dan isolasi yang diberlakukan membuat mereka dapat menjadi sulit untuk memperoleh kebutuhan penting. Contohnya seperti makan, bekerja, perawatan, dan lain sebagainya.

Tindakan Pertolongan yang dapat Diberikan

Terdapat beberapa rekomendasi tindakan pertolongan yang perlu diberikan bagi penyandang disabilitas di tengah masa pandemi covid-19. Cara-cara ini diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia berdasarkan rekomendasi dari International Disability Alliance (IDA).

  • Akses informasi

Pastikanlah penyandang disabiltias dapat mengakses informasi yang dibutuhkan seputar covid-19. Informasi tersebut berkaitan dengan mitigasi risiko pencegahan covid-19, program pembatasan, serta layanan atau program pemerintah.

Saat informasi hendak disampaikan pada penyandang disablitas, gunakanlah bahasa yang mudah dipahami. Salah satu caranya adalah dengan menyediakan bentuk tulisan yang diperlukan atau juru bahasa isyarat.

  • Perlindungan tambahan

Perlindungan tambahan yang diberikan dapat berupa proses disinfektan rutin, serta rapid test sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, mungkin saja ada orang yang mengalami trauma atau gangguan mental akibat pandemi covid-19 ini. Jika hal tersebut terjadi, sediakanlah layanan psikologi bagi mereka.

  • Jangan lakukan pengabaian

Pengabaian dapat dikategorikan sebagai bentuk kekerasan terhadap kaum disabilitas. Karena itu, hindarilah pengabaian pada mereka. Berikanlah perhatian yang cukup. Bila perlu, ketika pendamping utama sedang berhalangan atau dikarantina, sediakanlah pendamping cadangan.

  • Pertimbangan kebutuhan harian

Kaum disabilitas tentu memiliki kebutuhan harian yang harus dipehuni. Namun, covid-19 yang berlangsung membuat mereka mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Kelangkaan yang mereka rasakan berhubungan dengan makanan, serta akses layanan kesehatan. Karena itu, program bantuan yang diberikan harus mengutamakan pemenuhan kebutuhan dari kaum disabilitas.

  • Layanan kesehatan ekslusif

Layanan kesehatan yang diberikan dapat berupa informasi atau pesan kesehatan, serta pengobatan. Pesan-pesan kesehatan yang diberikan hendaknya disampaikan dengan cara menghargai dan tidak bersifat diskriminatif.

Selanjutnya, jika kaum disabilitas membutuhkan layanan medis, tindakan cepat perlu diberikan dan hindarilan pengabaian. Bentuk komunikasi yang disampaikan pada mereka dapat dilakukan secara langsung dengan model komunikasi yang aksesibel.

  • Meningkatkan peran keluarga dan membangun jaringan

Keluarga penyandang disabilitas harus berperan aktif untuk mendukung anggota keluarga yang sedang berada dalam keadaan sulit tersebut. Selain itu, pihak pemerintah sekitar ataupun organisasi terkait dapat membangun jaringan khusus.

Cara tersebut bertujuan untuk memfasilitasi penyaluran bantuan jika karantina harus dilakukan pada kaum disabilitas. Petugas kesehatan yang menangani penyandang disabilitas juga perlu mendapatkan pelatihan khusus tentang inkusi disabilitas. Lebih lanjut, pendamping dan petugas yang membantu dapat menyusun daftar terbaru mengenai pelayanan kesehatan yang aksesibel dan penyedia layanannya.

Cara-cara tersebut merupakan bentuk dukungan yang sangat penting untuk diperoleh oleh kaum penyandang disabilitas. Karena itu, marilah saling membantu, melindungi, dan bergotong royong dalam melewati masa pandemi covid-19. Terlebih lagi, bantulah mereka yang termasuk dalam kaum rentan. (har)

Baca juga: Pandemi Covid-19 Masih Panjang, Kata WHO