Kegiatan Perhotelan di NTT Wajib Mematuhi Hal-hal Berikut

MedikaStar.com

Hotel merupakan tempat yang biasanya dipenuhi oleh banyak orang dengan berbagai aktivitas. Selama masa pandemi, sebagian besar hotel ditutup untuk sementara waktu guna mencegah penyebaran covid-19. Hal ini tentu mendatangkan kerugian bagi banyak pihak termasuk pihak hotel sendiri.

Tetapi, belakangan ini pemberlakuan kebijakan tatanan normal baru membuat kegiatan perhotelan dapat kembali berjalan. Kegiatan tersebut perlu dilakukan sesuai dengan aturan dan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Dalam Peraturan Gubernur NTT Nomor 26 Tahun 2020 Tentang Pedoman Tatanan Normal Baru, aturan tentang kegiatan perhotelan diatur dalam pasal 19. Aturan yang ditetapkan berlaku bagi pengelola hotel, karyawan atau petugas, serta pengunjung atau penghuni.

Pengelola Hotel

Pihak pengelola hotel wajib menyediakan sarana dan fasilitas pendukung upaya pencegahan covid-19. Selain itu, protokol kesehatan perlu disiapkan dan dijalankan sebaik-baiknya di area hotel.

Beberapa sarana yang wajib disediakan antara lain tempat mencuci tangan, media atau poster yang berisi informasi mengenai pencegahan covid-19, kotak atau sarana untuk menerima uang pembayaran, serta menawarkan bukti pembayaran secara online.

Dalam melaksanakan protokol kesehatan yang telah disusun, pihak pengelola hotel perlu menunjuk petugas khusus. Petugas tersebutlah yang akan mengawasi dan memastikan pelaksanaan protokol kesehatan berjalan dengan baik.

Selain itu, pengaturan jaga jarak perlu ditegakkan dengan disiplin. Jarak antara tempat duduk, hingga jarak antrian adalah paling kurang 1 meter. Kapasitas lift diatur dengan jumlah pengguna sebanyak maksimal 50%.

Pendeteksian suhu tubuh harus dijalankan pihak pengelola hotel pada karyawan dan pengunjung yang hendak masuk ke dalam hotel. Orang-orang akan dilarang untuk masuk jika suhu tubuhnya lebih dari 37°C dan dianjurkan untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Sosialisasi mengenai pencegahan dan penanganan covid-19 perlu terus dijalankan kepada semua karyawan hotel. Lebih lanjut, apabila terdapat karyawan yang sedang menunjukkan gejala demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, serta sesak napas, ia wajib memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Karyawan tersebut pun perlu mengisolasi diri di rumah untuk sementara waktu.

Dalam menjaga kebersihan lingkungan, pihak pengelola hotel harus meningkatkan frekuensi pembersihan hotel. Tindakan disinfeksi juga termasuk di dalamnya, khususnya saat terdapat kasus positif yang terkonfirmasi di area hotel. Saat hal tersebut terjadi, pengelola hotel wajib melaporkannya pada pihak gugus tugas covid-19 setempat.

Karyawan atau Petugas

Terdapat beberapa protokol kesehatan yang perlu dijalankan oleh karyawan saat melaksanakan tugasnya. Aturan tersebut seperti penggunaan masker, serta face shield dan sarung tangan apabila diperlukan. Selain itu, mencuci tangan tentunya juga harus dilakukan.

Karyawan memiliki tugas untuk mendeteksi suhu tubuh para pengunjung sesuai aturan yang berlaku. Pengunjung yang hendak masuk juga selalu diingatkan untuk mencuci tangan. Selain itu, penggunaan masker bagi pengunjung hingga pelarangan untuk berkerumun juga wajib untuk dipastikan.

Pengunjung atau Penghuni

Semua pengunjung atau penghuni hotel wajib menjalankan protokol kesehatan yang ditetapkan dan dijalankan oleh pihak pengelola dan karyawan hotel. Aturan seperti mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak aman sudah menjadi hal wajib yang harus dijalankan.

Selain itu, para pengunjung juga diharapkan untuk mengoptimalkan proses transaksi secara elektronik sesuai dengan sarana yang telah dipersiapkan. Lebih jauh lagi, semua pihak wajib menjaga kebersihan di area sekitar hotel.

Protokol kesehatan yang telah ditetapkan perlu diikuti oleh semua orang yang melakukan kegiatan di hotel. Pelaksanaan aturan secara disiplin dan taat dapat mencegah penyebaran covid-19 sehingga lingkungan hotel dapat tetap aman dan terjaga. (har)

Baca juga: KSP Kopdit Pintu Air Gelar RAT Online