Kemenkes: Seluruh Bandara & Pelabuhan Sudah Ada SOP Cegah Virus Corona

Jakarta, medikastar.com

Virus corona (2019-nCoV) yang saat ini tengah melanda China membuat korban terus berjatuhan. Berdasarkan informasi Komisi Kesehatan Nasional Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada 26 Januari 2020 pukul 13:48 waktu setempat, jumlah pasien akibat nCoV mencapai 2.762 orang, total suspek 5.764 orang, dan 80 orang di antaranya meninggal dunia.

Sebagaimana dilansir sehatnegeriku, Sektretaris Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes dr. Achmad Yurianto mengatakan bahwa pihak Kemenkes telah menguatkan kembali upaya cegah tangkal, memberdayakan masyarakat di dalam negeri agar tidak ada kepanikan, dan mengimplementasikan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan terhadap virus nCoV.

“Terkait cegah tangkal, seluruh bandara dan pelabuhan sudah ada SOP penanganan dalam mencegah nCoV. Mekanismenya koordinasi dan kerja sama dengan otoritas bandara, sehingga semua pilot penerbangan dari wilayah terjangkit nCoV ke Indonesia wajib melaporkan kalau ada penumpang yang sakit,” katanya.

Para penumpang juga akan diberi health alert card. Pada kartu itu tercantum imbauan bahwa jika dalam 14 hari terasa gejala influenza maka diimbau periksa ke Fasyankes dan menunjukkan kartu tersebut.

Sementara itu, Plt. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan bahwa wilayah terjangkit nCoV ada 29 provinsi dari 31 provinsi di Tiongkok. Pemerintah telah menetapkan kebijakan karantina terhadap 15 kota di provinsi Hubei.

Dikatakan bahwa jumlah warga negara Indonesia yang tinggal di daerah karantina sebanyak 243 orang dan mayoritasnya adalah mahasiswa. Mereka tersebar di beberapa kota di antaranya Wuhan, Xianning, Xianyang, dan Xi’an.

“Saat ini kondisi WNI tersebut dalam keadaan baik, sehat dan tidak ada yang terjangkit nCoV,” kata Teuku Faizasyah di gedung Kemenlu, Jakarta (27/01/18).

Terkait Virus ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan rekomendasi untuk seluruh Negara. Rekomendasi tersebut, yakni, pertama pembatasan keluar masuk wilayah di sekitar Wuhan. Kedua, mengharuskan pemerintah RRT melakukan skrining ketat kepada warganya melalui pemeriksaan kesehatan untuk memastikan tidak ada yang menderita. Ketiga, seluruh dunia melakukan pemeriksaan ketat terhadap warga RRT. (*/sehatnegeriku/red)