Kenali dan Cegah Diabetes dengan Gaya Hidup Sehat

Meski bukan termasuk penyakit menular, jumlah penderita diabetes mellitus diperkirakan meningkat dua sampai tiga kali lipat pada 2030. Penyebabnya adalah pola hidup kurang sehat seperti merokok dan makan berlebihan.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah penderita diabetes atau kencing manis di seluruh dunia mencapai 422 juta orang. Jumlahnya meningkat empat kali lipat dari 30 tahun lalu. Dan diperkirakan akan meningkat menjadi 522 juta pada 2030.

Saat ini di Indonesia, jumlah penderita diabetes sekitar 10 juta atau peringkat ketujuh di dunia. Jumlah ini diperkirakan meningkat menjadi 30 juta di tahun 2030.

Pada 2016, tercatat 1,6 juta kematian yang disebabkan secara langsung oleh diabetes. Sehingga WHO memperkirakan diabetes ini sebagai penyebab kematian tertinggi ke-7 pada 2016.

Jenis dan Gejala

Diabetes merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh pankreas yang tidak mampu memproduksi insulin yang mencukupi. Bisa juga karena tubuh tidak dapat menggunakan jumlah insulin yang ada secara efektif.

Insulin adalah hormon yang mengatur gula darah dalam tubuh. Akibatnya, gula darah berlebihan dan timbul penyakit yang disebut diabetes.

Terdapat beberapa jenis diabetes, yakni diabetes tipe 1, tipe 2, dan diabetes gestasional. Diabetes tipe 1 (diabetes bawaan) disebabkan oleh kekurangan insulin. Penderita diabetes tipe 1 harus mendapat tambahan insulin setiap harinya agar keadaannya tetap stabil.

Tanda-tanda dari diabetes tipe 1 ini antara lain buang air kecil berlebihan, haus dan lapar yang konstan, mengalami penurunan berat badan, perubahan kemampuan penglihatan, dan kelelahan. Semua ini dapat terjadi secara tiba-tiba.

Diabetes tipe 2 merupakan diabetes yang disebabkan oleh ketidakefektifan penggunaan insulin dalam tubuh. Diabetes tipe 2 ini disebabkan gaya hidup dan perilaku, terutama pola makan dan aktivitas fisik yang kurang. Tipe 2 inilah yang dialami oleh sebagian besar penderita diabetes di dunia ini.

Gejalanya tidak jauh berbeda dengan tipe 1, namun biasanya baru bisa dideteksi jauh setelah serangan terjadi dan sudah terjadi komplikasi penyakit lain.

Ketiga, diabetes gestasional. Biasanya terjadi selama masa kehamilan, nilai glukosa darah ada di atas normal, tapi masih di bawah kategori diabetes.

Wanita dengan diabetes gestasional memiliki risiko komplikasi yang meningkat selama kehamilan dan saat melahirkan. Nantinya, calon ibu dan anak-anaknya berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2 di masa yang akan datang.

Jika seseorang terkena diabetes, ia memiliki kemungkinan untuk terkena penyakit serius lain, seperti serangan jantung, struk, gagal ginjal, kebutaan, bahkan harus menjalani amputasi jika luka semakin parah.

Cara Pencegahan

Diabetes bergantung pada faktor genetika dan lingkungan tetapi dapat dihindari dengan menjaga tingkat gula darah lewat pola makanan seimbang dan gaya hidup yang aktif.

Menghindari makanan manis dan minuman olahan dan mengubah roti putih dan pasta dengan gandum adalah langkah pertama yang baik.

Gula dan biji-bijian halus lebih rendah nutriennya karena bagian serat dan kaya vitaminnya telah diambil. Contohnya di antaranya adalah tepung terigu putih, roti putih, beras putih, pasta putih, minuman manis atau soda, permen dan sereal makan pagi dengan tambahan gula.

Susunan makanan sehat termasuk di antaranya adalah sayur, buah, kacang-kacangan dan gandum. Termasuk minyak sehat, kacang, ikan berminyak kaya omega-3. seperti sardin, salmon dan kembung.

Adalah penting untuk makan dengan beda waktu yang tetap dan berhenti makan sebelum kenyang.

Olah raga juga membantu menurunkan tingkat gula darah. National Health System (NHS) Inggris menyarankan latihan aerobik selama 2,5 jam per minggu, seperti jalan cepat dan menaiki tangga.

Berat badan yang sehat akan membuat tubuh lebih mudah menurunkan tingkat gula darah. Jika Anda perlu menurunkan berat badan, lakukan secara bertahap, antara setengah sampai satu kilogram per minggu.

Penting juga untuk tidak merokok dan mengendalikan tingkat kolesterol untuk mengurangi risiko terkena penyakit jantung.

Hal-hal itu dapat mencegah atau menghambat serangan diabetes tipe 2 yang menjadi diabetes paling banyak diderita oleh masyarakat. (hellosehat.com/bbc.com/kompas.com)

Baca juga: Dokter Cilik itu Bernama Klara Bela

Advertisement