Kepala BNNP NTT Harapkan Ada Langkah Inovatif dari Pejabat yang Baru Dilantik

Kota Kupang, MedikaStar.com

Empat pejabat Eselon IV-A Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTT dilantik dan mengangkat sumpah jabatan pada Selasa (18/2/2020) di Kantor BNN NTT, Jalan Palapa No IA Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Keempat pejabat Eselon VI-A yang dilantik tersebut adalah Jodian A. Suki sebagai Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kabupaten Rote Ndao, Dominikus Tupen Sabon sebagai Kasubbag Perencanaan Bagian Umum BNNP NTT, dr. Daulat Antoni David Samosir sebagai Kepala Seksi Penguatan Lembaga Rehabilitasi BNNP NTT, dan Reyza Nancy Johannis sebagai Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Rote Ndao.

Kepala BNNP NTT, Teguh Iman Wahyudi, meminta para pejabat tersebut untuk melakukan terobosan-terobosan untuk meningkatkan kinerja BNNP NTT dalam meminimalisir perederan dan penggunaan narkoba di wilayah NTT.

“Pegang teguh sumpah janji jabatan yang telah diucapkan, kenali dan pahami permasalahan yang ada di lingkungan kerja yang baru, dan ambil langkah-langkah inovatif untuk meningkatkan kinerja,” pesan Teguh Iman.

Saat ini, menurut Teguh, NTT masih sebatas pintu masuk narkoba dari luar negeri, khususnya yang datang dari Timor Leste. Namun, bukan tidak mungkin ke depan NTT juga menjadi daerah tujuan.

“Indonesia dulu juga hanya negara transit, bukan tujuan. Tapi karena masyarakatnya tidak peduli sekarang sudah menjadi negara tujuan, bahkan produsen. Jangan sampai NTT juga seperti itu nantinya,” tutur Iman.

Karena itu, lanjutnya, langkah-langkah inovatif dari para pejabat Eselon IV-A yang baru dilantik sangat diperlukan untuk membuat masyarakat memahami bahaya narkoba dan ikut membantu menyebarluaskan informasi bahaya narkoba tersebut, khususnya kepada generasi muda.

Suasana Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Eselon IV-A di Lingkungan BNNP NTT, Selasa (18/2/2020)

Menyikapi harapan Kepala BNNP NTT, Reyza Nancy Johannis mengatakan akan melakukan beberapa hal. Di antaranya adalah membangun sinergi dengan instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat dan membentuk pegiat atau relawan anti narkoba yang membantu BNN dalam mensosialisasikan bahaya narkoba kepada masyarakat.

“Juga akan dilakukan sosialisasi bahaya narkoba melalui berbagai media, baik melalui media massa konvensional, media online, maupun media sosial, yang bisa menjangkau masyarakat banyak,” kata Reyza.

Perda Pencegahan Narkoba

Sementara itu, untuk mengefektifkan upaya pencegahan penggunaan dan peredaran narkoba oleh masyarakat NTT, Kepala Seksi Pencegahan Bidang P2M BNNP NTT, Markus Raga Djara, mengharapkan pemkab dan pemkot di NTT untuk segera membuat Peraturan Daerah (Perda) sebagai tindak lanjut Permendagri No 12 Tahun 2019 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika

Saat ini, menurutnya, Perda tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika baru ada di tingkat Provinsi NTT, yaitu Perda Nomor 8 Tahun 2019. Sedangkan di tingkat kabupaten/kota belum ada satu pun yang menghasilkan Perda tersebut.

Padahal, dalam Permendagri No 12 Tahun 2019 dikatakan bahwa pelaksanaan fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika dilakukan mulai dari tingkat provinsi sampai kabupaten/kota, kecamatan, bahkan desa.

“Penyalahgunaan narkoba dapat merusak ketentraman, keamanan dan ketertiban masyarakat dan menghancurkan generasi bangsa. Jangan sampai kita baru kaget setelah ada anak dan cucu kita yang kedapatan menjadi pengguna atau pengedar narkoba,” kata Markus. (ens)

Baca juga: ‘Saya Tidak Punya Pilihan Selain Tetap Kuat’: Kisah Dokter yang Selamat dari Virus Korona