Ketika Dunia Lengang oleh Virus Corona

Virus corona telah menyebar ke lebih dari 190 negara di dunia. Beberapa negara memutuskan untuk mengunci (lockdown) kota-kotanya untuk menekan penyebaran virus yang bermula di Wuhan, Cina, tersebut. Sementara negara-negara lainnya melakukan physical distancing untuk tujuan yang sama. Segala aktivitas dilakukan dari rumah masing-masing, entah belajar, entah bekerja.

Baru kali ini, di abad modern ini, terjadi isolasi total di hampir seluruh penjuru bumi. Kota-kota yang biasanya tak pernah sepi mendadak jadi lengang. Kafe, restoran, hotel yang biasanya ramai oleh pengunjung kini sepi tak bersuara. Pantai-pantai terbentang sendirian disapu ombak.

The New York Times memotret kelengangan kota-kota di berbagai penjuru bumi menyusul pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang kian menggila. Potret-potret ini seperti dihantui dan menghantui, seperti gambar-gambar dari film tentang wabah dan kiamat. Potret-potret itu juga mengingatkan kita bahwa keindahan membutuhkan interaksi manusia.

Namun, “Kekosongan kota-kota saat ini,” tulis NYT, “menunjukkan bahwa, dengan mengindahkan para ahli dan memisahkan diri, kita belum kehilangan kapasitas untuk bersatu demi kebaikan bersama.”

Seperti siaran Radio BBC yang penuh refleksi: “Dengar… Musim semi akan datang, dan kita akan diselimuti oleh cinta. Buka jendela jiwamu, dan meskipun Anda mungkin tidak dapat menyentuh semua ruang kosong tersebut …. bernyanyilah…”

Berikut beberapa potret kota-kota yang lengang oleh virus corona…

London, Inggris
Caracas, Venezuela
Munich, Jerman
Santa Monica, Los Angeles, AS
Tehran, Iran
Barcelona, Spanyol
Bogota, Kolombia
Milan, Italia
Sydney, Australia
Roma, Italia
New Delhi, India
Paris, Prancis
Yogyakarta, Indonesia
Hong Kong
New York, AS