wakil wali kota kupang herman man

Kota Kupang Kejar Target 80 Persen Vaksinasi Covid-19 Pada Bulan Oktober

Kota Kupang, Medikastar.com

Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menargetkan vaksinasi Covid-19 tahap pertama mencapai 80 persen pada bulan Oktober ini. Data dari Satgas Covid-19 Kota Kupang terkait vaksinasi menunjukkan angka 77,87 persen pada tanggal 30 September 2021. Artinya, sebanyak 259.800 orang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama. Tersisa 2,13 persen lagi untuk mencapai herd imunity untuk vaksinasi dosis pertama di Kota Kupang.

Angka ini menunjukkan, Kota Kupang merupakan daerah pertama di NTT dengan capaian vaksinasi dosis pertama lebih dari 50 persen. Dihari yang sama, capaian vaksinasi dosis pertama ditingkat Provinsi NTT baru mencapai angka 31,10 persen.

Dari 22 Kabupaten dan Kota di NTT, hanya ada 6 daerah yang memiliki capaian vaksinasi melebihi capaian Provinsi. Enam daerah itu adalah Kota Kupang, kemudian disusul Kabupaten Kupang dengan capaian 38,85 persen, Kabupaten Manggarai Barat 38,68 persen, Kabupaten Sumba Barat sebesar 38,51 persen. Selanjutnya ada Kabupaten Belu dengan capaian vaksinasi dosis pertama 36,28 persen dan Kabupaten Sumba Tengah sebesar 35,67 persen.

Persentase vaksinasi pertama per kabupaten/kota di NTT per 2 Oktober 2021 (sumber: vaksin.kemkes.go.id)

Daerah lainnya masih mencatatkan capaian vaksinasi dibawah 31 persen. Ada 3 daerah yang capaian vaksinasi dosis pertamanya belum mencapai 20-an persen. Kabupaten Malaka merupakan daerah yang paling sedikit cakupan vaksinasinya yakni baru 15,02 persen. Selanjutnya ada Kabupaten Flores Timur dengan capaian vaksinasi 18,85 persen dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dengan capaian vaksinasi 19,05 persen.

Jika dilihat dari jumlah warga yang harus divaksinasi, Kabupaten TTS merupakan daerah dengan jumlah warga terbanyak yang harus divaksin, yakni sebanyak 334.776 orang. Kemudian menyusul Kota Kupang dengan jumlah sasaran vaksinasi sebanyak 333.628 orang. Selanjutnya ada Kabupaten Kupang dengan target vaksinasi sebesae 281.419 orang.

Sementara itu, Kabupaten Sumba Tengah merupakan daerah dengan target vaksinasi paling sedikit yakni sebanyak 57.941 orang. Lalu ada Kabupaten Sabu Raijua dengan sasaran vaksinasi sebanyak 60.963 dan Kabupaten Lembata dengan jumlah warga 94.247 orang yang harus mendapatkan vaksinasi.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man menyebutkan, saat ini pihaknya terus menggerakan semua kemampuan yang dimiliki untuk mencapai target vaksinasi 80  persen pada bulan Oktober ini. Menurutnya, vaksinasi paling rendah adalah pada sektor anak dan remaja serta sektor masyarakat umum.

Data vaksinasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 30 September 2021, capaian vaksinasi untuk anak dan remaja baru 14,59 persen dengan capaian sasaran vaksinasi sebanyak 5.852 orang. Sebanyak 40.118 anak dan remaja di Kota Kupang ditargetkan menerima vaksinasi Covid-19.

Cakupan vaksinasi Covid-10 Dosis 1 dan 2 di Indonesia per 2 Oktober 2021 (sumber: vaksin.kemkes.go.id)

Untuk sektor masyarakat umum, sebanyak 160.174 orang telah divaksin dari target 234.559 orang warga yang harus divaksin. Artinya, capaian vaksinasi untuk sektor masyarakat umum sebesar 68,29 persen. Sementara itu, untuk warga lanjut usia (lansia), 11.957 orang sudah tervaksinasi dengan presentasi 51,67 persen dari target 23.143 orang yang harus divaksin.

Kendati demikian, terjadi ketimpangan antar sektor yang diprioritaskan untuk divaksinasi. Ketimpangan tersebut terlihat pada sektor tenaga kesehatan dan sektor petugas publik. Untuk tenaga kesehatan, dari target vaksinasi 3.474 orang, terealilasi sebanyak 5.943 orang. Capaian vaksinasi untuk sektor ini sebesar 171,07 persen. Pada sektor petugas publik, 75.837 orang tervaksinasi dari target 32.334 orang. Artinya, presentasi vaksinasi untuk sektor ini sebesar 234,54 persen. 

Herman yakin vaksinasi pada sektor anak bisa tuntas pada bulan Oktober. Hal itu beranjak dari kerja sama yang baik antara guru, siswa dan orang tua siswa. Dengan kerja sama yag baik itu, Herman optimis, gerakan vaksinasi Covid-19 bagi anak dan remaja di Kota Kupang bisa dilaksanakan dengan baik dan cepat.

 “Yang penting suplay vaksin (tersedia). Kenapa? Karena sekolah itu organisasi yang well organized, manajemennya bagus, tinggal kita omong dengan Kepala Sekolah dan orang tua. Terbukti ada satu sekolah yang dalam satu hari bisa memvaksin 1.000 lebih siswa,” kata Herman Man.

Jika cakupan vaksinasi untuk anak dan remaja selesai pada bulan Oktober, Hermanus optimis target vaksinasi 80 persen dosis pertama bisa tercapai. Semua itu tergantung pada ketersediaan vaksin. Hermanus menyebutkan, tidak ada upaya lebih yang harus dilakukan. Yang perlu dilakukan adalah membangun komunikasi dengan sekolah dan menyiapkan tenaga vaksinator. Pihak sekolah kemudian akan memberikan informasi kepada orang tua dan siswa.

Kerja Sama Pentahelix

Pencapaian vaksinasi Covis-19 di Kota Kupang saat ini tidak terlepas dari peran aktif berbagai unsur. Herman menyebut kerja sama tersebut merupakan kerja sama pentahelix. Keterlibatan tokoh Agama, Polri, TNI, BUMN, BUMD, pelaku bisnis, partai politik, masyarakat, lembaga pendidikan dan berbagai unsur lainnya menjadi kunci pencapaian vaksiansi tersebut. Melalui kerja sama itu, terbukti bisa mengorganisir masyarakat yang membutuhkan vaksin.

“Sejak kita pertama di canangkan vaksinasi di Kota Kupang, kita sudah membuat dua kelompok besar kegiatan. Yang pertama adalah mobilisasi sasaran. Mobilisasi sasaran ini dilakukan dengan pendekatan pentahelix,” ujarnya.

Ketua Penggerak PKK Provinsi NTT, Julie Laiskodat saat meninjau vaksinasi Covid-19 di Gereja Emaus Liliba, Kamis, 2/9/2021 (foto: Joe)

Langkah kedua yang dilakukan adalah dengan menyiapkan tenaga vaksinator yang akan melayani masyarakat Kota Kupang. Selain itu, fasilitasi kesehatan yang ada juga disiapkan sebagai tempat pelayanan vaksin.

“Kita mempunyai sekitar 119 tenaga vaksinator yang terlatih dan terampil. Kita memiliki 30 fasilitas kesehatan, puskesmas dan rumah sakit yang sistemnya bisa indoor maupun outdoor,” ujarnya.

Selain itu, salah satu kemudahan yang didapatkan Kota Kupang karena dekat dengan Dinas Kesehatan Provinsi. Sehingga distribusi vaksinasi tidak membutuhkan waktu yang lama. Hermanus menyebutkan, jarak tersebut sangat memudahkan, misalnya membutuhkan vaksinasi dengan jumlah tertentu maka bisa hari itu juga diterima di lokasi.

Herman juga menyinggung kerumunan masa yang terjadi beberapa bulan lalu untuk mendapatkan vaksinasi dan kemudian menjadi perbincangan banyak orang. Pihaknya kemudian merubah pola pendekatan vaksinasi, terutama terkait dengan pendataan warga yang akan menerima vaksin.

Setekah mengubah pola pendataan itu, terbukti tidak terjadi lagi kerumunan. Di saat bersamaan, capaian vaksinasi pun meningkat dengan pesat. Semua warga yang mendaftarkan diri untuk divaksinasi pun terlayani.

“Sistemnya adalah per kelurahan. Jadi Lurah yang ingin warganya divaksin melakukan pendekatan dengan semua warganya. Jadi nomor antrian itu semua di kelurahan,” ungkap Herman.

Untuk menghindari kerumunan, jam pelayanan vaksinasi pun dibagi. Dalam satu jam itu sudah ditargetkan berapa banyak warga yang harus divaksin. Dengan strategi itu, tidak ada lagi penumpukan di lokasi vaksinasi. Pihaknya bersama Dinas Kesehatan menargetkan dalam sehari sebanyak 2.000 sampai 2.500 warga bisa divaksin.

Pihaknya pun terpaksa menggunakan sistem paksaan bagi warga untuk divaksin pada awal-awal pencanangan vaksinasi. Paksaan itu dilakukan misalnya melalui edaran yang dikeluarkan dengan menyebutkan warga yang tidak menrima vaksin tidak akan dilayani urusan administrasi di pemerintahan. Menurut Hermanus, itu hanyalah strategi untuk mendongkrak capaian vaksinasi, tapi dalam pelayanan tidak pernah ada masyarakat yang tidak mendapatkan pelayanan karena belum menerima vaksinasi.

“Bulan Juli saya memprediksi bahwa bulan September itu vaksinasi kita mencapai 70 persen. Puji Tuhan, semua perencanaan yang kita letakkan, pola pendekatan, itu (terbukti) sekarang,” jelas Herman.

Ketersediaan Vaksinasi Jadi Soal

Ketersedian stok vaksin lagi-lagi masih menjadi kendala. Hermanus mengatakan, saat ini masyarakat sebagian besar sudah secara sadar mendatangi lokasi-lokasi pelayanan vaksinasi untuk menerima vaksin. Namun yang jadi soal adalah ketersediaan vaksin yang akan disuntikkan bagi masyarakat.

Untuk mencapai angka 80 persen untuk dosis pertama, itu bisa dicapai pada bulan Oktober. Bahkan melihat perkembangan capaian vaksinasi setiap hari, bisa dipastikan vaksinasi 80 persen bisa dicapai sebelum akhir Oktober.

Data yang dikeluarkan Satgas Covid-19 Kota Kupang menunjukkan, pada tanggal 29 September, terdapat 1.607 orang warga Kota Kupang yang divaksin dosis pertama. Sehingga jumlah warga yang divaksin pada hari itu sampai pukul 15.00 WITA sebanyak 258.169 orang, dengan presentasi sebesar 77,38 persen. Pada 30 September, warga yang divaksin sebanyak 1.631 orang. Total warga yang tervaksinasi sebanyak 259.800 orang dari target 333.628 orang.  

Wali Kota Kupang. Jefry Riwu Kore, dalam rapat virtual Percepatan Vaksinasi di Kota Kupang, Senin (13/9/2021) (Foto: Istimewa)

Sementara untuk vaksinasi dosis kedua, hingga akhir bulan Septemer baru mencapai 44,70 persen dengan capaian sasaran vaksin sebanyak 149.156 orang. Hermanus menilai, vaksinasi dosis kedua ini tidak akan terlalu sulit lagi, sebab sudah by name by addres.

Yang membuat vaksinasi dosis kedua rendah menurut Hermanus adalah, warga yang menerima vaksin jenis AstraZeneca harus menunggu sampai tiga bulan untuk menerima vaksin dosis kedua. karena itu, Herman menyarankan warganya untuk menerima vaksin jenis Sinovac sehingga satu bulan sudah bisa menerima vaksin dosis kedua.

Kendati demikian, Herman mengatakan, semua vaksin yang ada itu baik dan aman bagi masyarakat. Masyarakat tidak perlu khawatir dan ragu dengan keamanan vaksin yang diedarkan, sebab sudah melewati uji kelayakan dii BPOM RI.

Sebagian masyrakat, kata Herman masih berkutat dengan ketakutan akibat dari berbagai informasi haoks  yang beredar. Informasi-informasi itu, kemudian memengaruhi masyarakat dan timbul ketakutan sehingga masyarakat enggan menerima vaksin. (joe/*)

Baca juga: 200 KPM Disabilitas di Kota Kupang Dapat Bantuan Rp 1,8 Juta