Langkah Maju Perusahaan AS Moderna untuk Menemukan Vaksin Covid-19

MedikaStar.com

Salah satu hal yang dinantikan oleh masyarakat di seluruh dunia adalah penemuan vaksin virus corona. Seperti yang diketahui, vaksin merupakan cara yang sangat efektif dalam mencegah dan menangani penyakit. Karena itu, banyak ahli dan perusahaan sedang berlomba untuk menemukan vaksin dari corona.

Salah satu pihak yang menunjukkan kemajuan dalam upaya tersebut adalah perusahaan dari Amerika Serikat, yakni Moderna. Belakangan ini mereka melaporkan hasil yang positif dalam pengujian vaksin yang sedang dilakukan.

Moderna Inc adalah perusahaan bioteknologi yang memiliki fokus untuk menemukan dan mengembangkan obat berdasarkan mRNA. Perusahaan yang berbasis di Massachusetts ini bekerja untuk menciptkanan mRNA sintesis yang dapat disuntikkan ke tubuh pasien. Tujuannya agar pasien dapat membuat terapi sendiri terhadap suatu penyakit.

Sebelumnya, perusahaan Moderna juga telah mengembangkan vaksin mRNA terhadap sejumlah penyakit. Jenis penyakit yang vaksinnya dibuat antara lain Zika dan influenza.

Dalam upaya penemuan vaksin covid-19, Moderna bekerja sama dengan National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID). Saat ini mereka telah melakukan pengujian vaksin pada fase yang pertama dari ketiga fase yang harus dilalui.

Dilansir dari TIME (18/5), pengujian tahap pertama yang dilakukan melibatkan 45 orang sehat yang menerima tiga dosis vaksin yang berbeda. Para peserta berusia 18 sampai 55 tahun. Pihak Moderna menyatakan bahwa ada tanda-tanda positif yang ditunjukkan dari pengujian tersebut.

Suntikkan yang diberikan pada para relawan dapat menghasilkan antibodi terhadap SARS-CoV-2 (virus penyebab Covid-19). Antibodi yang dihasilkan berada dalam tingkat yang serupa atau lebih tinggi dari yang terlihat pada plasma orang yang telah pulih dari infeksi.

Meski menunjukkan hasil yang terbilang positif, masyarakat harus lebih banyak bersabar. Pasalnya, pengujian fase pertama yang dilakukan tidak dirancang untuk mengukur efektivitas vaksin dan hanya difokuskan pada keamanan. Informasi mengenai vaksin tersebut pun belum terlalu banyak dibagikan. Hal ini membuat beberapa ahli masih meragukan hal tersebut.

“Itu sangat awal. Kami tidak tahu apakah antibodi tersebut tahan lama,” kata Anna Durbin, Peneliti Vaksin dari John Hopkins University, dikutip dari CNBC.

Cukup banyak orang yang masih meragukan informasi yang terlalu awal tersebut. Akan tetapi, pihak Moderna merasa optimis dengan kemampuan vaksin yang mereka buat. Alasannya karena vaksin tersebut bisa bekerja dengan baik, walaupun belum sampai pada pengujian fase ketiga atau final.

“Jujur, kami melihat data ini dan sangat gembira. Kami sudah mendapatkan produk yang benar-benar memiliki respon imun yang berpotensi melindungi di sini,” kata Dr. Stephen Hoge, Presiden Moderna.

Berdasarkan hasil pengujian fase pertama, studi fase kedua akan dilakukan dengan melibatkan 600 orang sehat sebagai sukarelawan. Pengujian tersebut hanya akan mencakup pemberian dua dosis yang meliputi dosis yang tinggi dan sedang. Alasannya karena cara itu nampaknya cukup untuk menghasilkan dosis yang kuat.

Pihak Moderna berharap bahwa pengujian lanjutan dapat dimulai pada bulan Juni. Studi tersebut akan menentukan dosis mana yang akan diuji dalam fase terkahir atau fase ketiga. Fase ketiga pengujian vaksin rencananya akan dilakukan paling awal pada bulan Juli.

Selain perusahaan Moderna, masih banyak lagi perusahaan dan para ahli yang sedang berjuang untuk membuat vaksin untuk virus corona. Karena itu, dalam masa penantian ditemukannya vaksin corona, masyarakat diharapkan tetap menerapkan aturan kesehatan yang diberikan. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran covid-19 sehingga tidak ada lagi penambahan kasus atau korban. (har)

Baca juga: Posko Nasi Gratis Pemuda GMIT Kupang: Saluran Berkat bagi Sesama