haydrink

Lewat Haydrink, Dekranasda Wujudkan Program Pemerintah NTT

Kota Kupang, Medikastar.com

Budidaya kelor menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi NTT di bawah Nahkoda Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi. Program tersebut kemudian diwujudkan Dekranasda NTT dengan menghadirkan minuman berbahan kelor yang disebut Haydrink.

Ketua Komisi II DPRD NTT, Kasimirus Kolo mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Dekranasda NTT. Menurutnya, Dekranasda telah berperan aktif di hulu dan hilir dalam budidaya dan pengembangan kelor.

“Dekranasda hari membuktikan perannya yang luar biasa, mendukung Pemerintah Provinsi dalam pengembangan kelor,” kata Kasimirus.

Peran signifikan itu terlihat dari pemberdayaan petani kelor oleh Dekranasda NTT. Kemudian kelor tersebut akan diambil dan diolah oleh Dapur Kelor NTT yang difasilitasi oleh Dekranasda.

Terkait dengan Haydrink, Kasimirus menilai, Dekranasda memberikan kesempatan kepada kaum milenial untuk mengembangkan potensi diri menjadi pengusaha. Dari 19 booth Haydrink di Kota Kupang, kaum milenial berkesempatan menjejaki dunia bisnis.

“Dekranasda tidak hanya memfasilitasi kelompok tani untuk membudidayakan kelor, tapi Dekranasda juga memfasilitasi kelompok-kelompok industri kecil menengah untuk bagaimana mengolah daun kelor itu menjadi sumber pangan lokal,” jelas Kasimirus.

Ia menilai, dengan pengolahan kelor menjadi berbagai jenis pangan yang sarat gizi, seperti Haydrink salah satunya, memberikan kepastian bagi petani kelor. Selama ini petani kelor sering bertanya-tanya, kemana hasil budidaya itu akan dipasarkan.

Dekranasda telah membuka sumbatan masa depan petani kelor. Kekhawatiran petani selama ini akhirnya dijawab oleh Dekranasda melalui berbagai terobosan untuk tetap memberikan harapan bagi para petani dan pelaku usaha kelor.

Karena itu, pihaknya sangat mendukung upaya-upaya yang dilakukan oleh Dekranasda. Upaya yang dilakukan Dekranasda membuktikan pengembangan kelor hari ini benar-benar ada.

“Apa yang dilakukan oleh Dekranasda itu menginspirasi para milenial untuk mengembangkan usaha pengolahan kelor,” ujarnya.

Gebrakan yang sangat berarti itu harus mendapatkan dukungan baik dari Pemerintah, masyarakat, pelaku usaha kecil menengah dan petani kelor agar pengembangan kelor ini terus berlanjut. Kasimirus mengatakan, peluang perluasan usaha minuman kelor bermerek Haydrink ini sangat terbuka. Terutama untuk membuka sayap di Kabupaten-kabupaten di NTT.

“Kita DPRD tentunya sangat mendukung gerakan yang dilakukan oleh Dekranasda NTT. Dan kita berharap usaha ini bisa membuka cabang di semua Kabupaten yang ada di NTT,” tutup Kasimirus. (joe/*)

Baca juga: Mengenal Insomnia dan Cara Pencegahannya