Lindungi Anak-anak dari Pandemi Covid-19, Satgas: Terapkan 3×3

MedikaStar.com

Semua orang memiliki risiko yang sama untuk tertular Covid-19. Hal ini pun berlaku untuk anak-anak. Berdasarkan data sebaran dari portal covid19.go.id (diakses 24/7), hingga saat ini telah terdapat lebih dari 40 anak balita meninggal akibat Covid-19 di Indonesia. Angka ini terbilang salah satu yang tertinggi di Asia dan dunia.

Karena itu, anak-anak perlu mendapatkan perlindungan dari pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyampaikan metode perlindungan anak melalui cara 3×3.

Langkah 3×3 dicetuskan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama Unicef Indonesia. Cara ini disampaikan oleh Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dokter Reisa Broto Asmoro. Terdapat tiga hal yang wajib dilakukan dalam langkah 3×3 untuk melindungi anak dari Covid-19.

Pertama, pemenuhan kebutuhan gizi anak. Makanan yang berigizi merupakan kebutuhan yang terpenting bagi anak-anak. Selain menjadi pendukung utama pertumbuhan dan perkembangannya, makanan dengan gizi seimbang dapat membuat daya tahan tubuh anak menjadi lebih kuat.

Pemberian makanan bagi anak-anak secara seimbang perlu disesuaikan dengan umur mereka. Anak yang berusia 0-6 bulan harus diberikan ASI Ekslusif. Setelah menginjak usia 6 bulan sampai 2 tahun, anak perlu diberikan makanan pendamping ASI (MPASI) yang bervariasi dan sehat.  Anak yang telah berusia di atas 2 tahun pun perlu tetap terus diberikan makanan-makanan yang bergizi seimbang, serta vitamin dan nutrisi pendukung lainnya.

Untuk melaksanakan hal ini, para ibu perlu menambah pengetahuan mengenai pola asuh anak. Terkhususnya mengenai pemberian makanan bagi anak dan bayi.

Kedua, mendukung proses pembelajaran anak. Selama berada di rumah, anak-anak lebih cenderung menggunakan waktunya untuk bermain dan melakukan hal-hal lainnya. Meski hal tersebut adalah sesuatu yang positif, tetapi mereka sebaiknya tidak melewatkan waktu belajar.

Agar anak-anak tetap dapat belajar, orang tua dan guru memegang peranan yang sangat penting. Dukungan dari orang tua dapat berbentuk pengarahan, pengawasan, hingga penyediaan fasilitas.

Dalam menjalankannya, ajarilah anak secara perlahan dan sedikit demi sedikit, namun tetap menonjolkan kualitas pengajaran. Hal tersebut berarti orang tua dan guru dapat berfokus pada pengetahuan dasar dan ketrampilan yang dibutuhkan anak. Cara ini juga penting dilakukan agar anak tidak mudah merasa bosan selama belajar.

“Kedepankan prinsip “lebih sedikit namun berkualitas” yaitu dengan berfokus mengajarkan ketrampilan dan pengetahuan paling esensial dalam situasi keterbatasan sumber daya, dan berikan guru dukungan dan bimbingan terkait pembelajaran jarak jauh,” pesan dokter Reisa, seperti dilansir dari covid19.go.id (24/7).

Ketiga, berikan perlindungan yang total kepada anak. Tujuan pemberian perlindungan adalah memberi dukungan psikososial dan dukungan lainnya kepada anak yang rentan.

Selama masa pandemi Covid-19, angka kekerasan, eksploitasi, dan kekerasan seksual terhadap anak meningkat secara drastis. Data dari SIMFONI PPA menunjukkan bahwa hingga 19 Juni lalu, telah terdapat 3.087 kasus kekerasan terhadap anak. Angka tersebut terbilang sangat tinggi.

“Rumuskan strategi untuk menjawab risiko kekerasan berbasis gender dan kekerasan terhadap anak, termasuk pemetaan layanan, penyediaan panduan rujukan, perluasan mekanisme laporan dan respons,” ujarnya.

Pemahaman mengenai hal-hal yang perlu dilakukan selama masa adaptasi kebiasaan baru juga wajib dimiliki oleh anak-anak. Protokol kesehatan tersebut seperti menggunakan masker secara benar, menjaga jarak aman lebih dari 1 meter, serta rajin mencuci tangan dengan langkah yang tepat.

Tingkat kematian anak di Indonesia akibat Covid-19 terbilang tinggi. Melihat hal itu, anak-anak perlu dilindungi secara baik agar angka ini tidak terus bertambah. Karena, anak-anak adalah harta yang berharga bagi keluarga dan penerus bangsa. Perlindungan yang baik akan membuat para penerus masa depan ini tetap aman.

Baca juga: Mengenal Sindrom Putri Tidur yang Dialami oleh Bocah Shaka