merawat luka

Luka Dibiarkan Terbuka? Hati-Hati Infeksi, Segera Obati!

Medikastar.com

Apakah berbahaya jika luka dibiarkan terbuka saja?

Luka yang kecil atau besar jika dibiarkan dan tidak diobati atau ditangani dengan baik akan berakibat susah untuk sembuh atau infeksi.

Namun, perawatan dapat dilakukan berbeda-beda, tergantung pada lokasi, jenis dan juga keparahan luka tersebut.

Risiko Luka Jika Dibiarkan Terbuka

Risiko utama dari luka yang dibiarkan terbuka adalah infeksi. Tanda-tanda luka anda sudah mengalami infeksi adalah keluarnya nanah berwarna hijau, kuning atau coklat yang disertai dengan bau tidak enak. Bagi beberapa kasus juga disertai demam.

Beberapa jenis infeksi serius yang mengancam akibat luka tetap dibiarkan, yaitu:

Tetanus

Tetanus dapat menyebabkan kekakuan pada rahang dan leher bahkan kematian. Kondisi ini karena infeksi clostridium tetani yang muncul 4-21 hari setelah luka terinfeksi.

Fasciitis nekrotikans

Ini adalah infeksi parah pada jaringan lunak yang dapat disebabkan oleh beragam jenis bakteri, seperti clostridium dan streptococcus. Infeksi ini, jika tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius dan gagal ginjal.

Selulitis

Selulitis adalah infeksi pada kulit yang tidak langsung bersentuhan dengan luka. Tetapi pada umumnya, disebabkan oleh bakteri streptococcus dan staphylococcus aureus.

Cara Merawat Luka

Berikut adalah cara merawat luka yang disarankan oleh American Academy of Dermatology Association untuk merawat luka dengan perlengkapan P3K di rumah, yaitu :

Menghentikan perdarahan

Pertama-tama yang harus dilakukan adalah menghentikan perdarahan terlebih dahulu.

Anda bisa melakukannya dengan menekan luka untuk menghentikan darahnya keluar. Agar lebih efektif, anda bisa mengangkat bagian tubuh yang terluka untuk menghambat aliran darah yang keluar.

Bersihkan luka

Setelah itu, segera bersihkan area yang terluka dengan air yang mengalir selama beberapa menit guna mencegah masuknya kotoran atau bakteri yang dapat menyebabkan infeksi luka.

Perlu diingat bahwa untuk membersihkan luka, hindari menggunakan alkohol atau obat merah yang mengandung hidrogen peroksida karena berisiko menyebabkan iritasi pada jaringan kulit yang rusak.

Pilih perban yang tepat

Saat merawat luka dengan perban, sebaiknya anda memilih jenis perban yang sesuai dengan luka yang anda alami.

Plester dapat digunakan untuk melindungi luka lecet sehingga tidak mudah teriritasi. Sebaiknya hindari menggunakan kain kasa untuk membalut luka jika kulit anda mudah kering ya.

Ganti perban secara berkala

Agar tetap steril, anda perlu mengganti perban setiap hari sampai luka benar-benar sembuh. Tidak lupa dengan membersihkan luka setiap kali anda mengganti perban.

Itulah beberapa penjelasan kenapa luka tidak boleh dibiarkan begitu saja agar tidak terjadi infeksi. Karena jika sudah terinfeksi maka akan berpotensi menginfeksi bagian tubuh yang lainnya.

Jika anda takut atau tidak berani untuk membersihkan luka sendiri, maka segeralh temui dokter atau layanan kesehatan untuk segera mendapatkan tindakan pengobatan luka.

Bisa juga dengan download Aplikasi Klinik King Care sekarang dan dapat berbagai informasi layanan kesehatan secara lengkap mulai dari membersihkan luka hingga layanan home care. (*/ctr)

Baca juga: Awas, Terlalu Lama Menatap Layar Komputer Bisa Akibatkan Sindrom Penglihatan