Mempersiapkan Mental Anak Sebelum Kembali Masuk Sekolah

MedikaStar.com

Sebentar lagi, anak-anak sekolah akan memasuki tahun ajaran baru. Tahun ajaran baru tetap akan dimulai di waktu biasanya atau pada bulan Juli. Dalam pelaksanaannya, terdapat daerah yang tetap melakukan pembelajaran secara online. Terdapat pula daerah yang dapat melakukan proses belajar mengajar secara tatap muka.

Guna mengamankan hal tersebut, berbagai protokol kesehatan telah ditetapkan untuk menjaga keamanan para murid dan penghuni sekolah. Agar semuanya dapat berjalan lancar, orang tua perlu mempersiapkan mental sang anak. Berikut ini merupakan beberapa tips dari Unicef yang bisa diterapkan oleh orang tua atau pengasuh.

Jika Anak Merasa Takut

Ketakutan anak terhadap sekolah bisa disebabkan oleh terlalu lamanya waktu libur atau belajar dari rumah. Mereka juga perlu melakukan beberapa hal lain seperti menggunakan masker dan jaga jarak untuk melindungi diri dari virus. Hal tersebut dapat menyebabkan rasa stres dan takut.

Cara untuk mengatasi rasa takut yang dialami oleh anak adalah dengan mangajaknya berbincang. Dalam perbincangan terbuka, orang tua bisa bertanya dan membiarkannya mengungkapkan alasan yang membuatnya takut dan stres. Setelah itu, berikan pehamaman bahwa rasa cemas dan takut adalah sesuatu yang wajar.

Lebih lanjut, anak-anak mungkin akan merasa kaget ketika mereka tidak bisa berkumpul bersama. Dalam hal ini, orang tua bisa memberitahu cara lain untuk tetap terhubung meski mereka tetap harus menjaga jarak aman untuk sementara waktu.

Selain itu, berikan juga pemahaman pada anak-anak untuk melakukan protokol kesehatan seperti cuci tangan dan etika batuk sedari rumah. Yakinkan mereka untuk tetap berpikiran positif bahwa hal-hal tersebut berguna untuk menjaga kesehatan.

Cara agar Anak Disiplin Jalankan Protokol Kesehatan

Jika sudah bertemu dengan teman-teman, terkadang anak-anak akan melupakan nasihat yang diberikan orang tua dan lebih fokus untuk bermain bersama. Karena itu, langkah terbaik agar anak-anak dapat menjadi disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan yang ada adalah melatih dan membuat mereka terbiasa.

Contohnya, doronglah mereka untuk melakukan cuci tangan secara rutin. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan seperti meminta mereka bernyanyi lagu kesukaan sambil mencuci tangan. Tujuannya untuk menghindari anak merasa terbeban. Sebaliknya, mereka mau atau berinisiatif melakukan protokol kesehatan karena rasa menyenangkan yang mereka dapat.

Selain itu, jelaskan juga alasan mengapa cuci tangan harus dilakukan dengan menggunakan ilustrasi yang mudah dipahami. Mereka perlu memahami tentang kuman-kuman yang terdapat di tangan dan apa yang dapat disebabkan. Ketika anak-anak mengerti dengan jelas mengenai alasan untuk melakukan sesuatu, mereka akan cenderung untuk terus melakukannya secara taat.

Dalam menasehati anak, alangkah baiknya orang tua tidak hanya berbicara. Berikanlah contoh dengan menunjukkan cara dan kebiasaan positif pada mereka. Anak-anak akan lebih mudah mengikuti contoh dibandingkan hanya kata-kata arahan.

Menguatkan Mental Anak dan Hadapi Perundungan/Bully

Salah satu kekhawatiran beberapa anak sebelum kembali masuk sekolah adalah perundungan atau bullying. Perundungan dapat terjadi secara langsung atau melalui dunia maya. Untuk mengetahui jika mereka sedang merasa takut, lihatlah perubahan sikap anak-anak seperti menjadi lebih agresif dan lain sebagainya.

Setelah itu, bangunlah komunikasi dua arah bersama anak-anak. Agar mereka dapat merasa lebih nyaman dan berani, jelaskanlah tentang perundungan pada mereka. Setelah itu, biarkan mereka mengungkapkan pengalaman yang pernah dialami, baik ketika mereka melihat atau mengalaminya.

Selain bagi anak-anak yang bersekolah secara langsung atau tatap muka, mereka yang belajar secara online pun perlu diperhatikan. Jelaskan kepada anak-anak mengenai perilaku online yang positif dan aman.

Sekolah merupakan area yang menjadi tempat berkumpulnya banyak orang. Karena itu, persiapkanlah anak-anak dengan baik. Dengan begitu, mereka dapat melakukan protokol kesehatan secara disiplin dan taat, tapi tetap nyaman. (har)

Baca juga: Yakobus Jano: 25 Tahun Berkiprah, KSP Kopdit Pintu Air Rengkuh Banyak Kemajuan