Mengatasi Stres di Rumah dengan Menulis

MedikaStar.com – Work from Home atau bekerja dari rumah. Ada yang bisa menjalankan hal tersebut dengan taat. Namun, ada pula yang menjadi stres karena harus berdiam diri di rumah dalam waktu yang cukup lama. Hal ini kebanyakan terjadi pada orang-orang yang sudah terbiasa beraktivitas di rumah atau suka jalan-jalan. Untuk mengatasi hal tersebut, banyak kegiatan yang bisa dilakukan guna mengusir kebosanan yang akhirnya mendatangkan stres.

Salah satu kegiatan yang bermanfaat adalah menulis. Menulis terkadang dianggap sepele. Akan tetapi, kegiatan ini bisa berdampak baik bagi kesehatan mental atau mencega stres. Lantas, bagaimana cara menulis membawa pengaruh positif bagi kesehatan mental?

Media untuk Berekspresi

Menulis beguna untuk membuat seseorang mengekspresikan diri. Salah satu alasan orang-orang menjadi stres saat berada di rumah karena mereka tidak memiliki wadah untuk mengekspresikan diri. Menulis dapat berfungsi sebagai salah satu media untuk menuangkan emosi dan ekspresi yang dirasakan. Dengan melakukan hal tersebut, mental akan menjadi lebih kuat.

Cambridge University membagikan penelitian yang cukup menarik tentang hal ini. Dalam sebuah study, orang-orang diminta untuk menulis selama 15 hingga 20 menit sehari tanpa mengubah emosi mereka. Penelitian tersebut menemukan bahwa orang-orang yang mampu mengekspresikan emosi mereka melalui tulisan memiliki tingkat fisik dan mental yang lebih baik dibandingkan mereka yang menulis tanpa berekspresi.

Ketika seseorang mampu berkespresi melalui tulisan, ia akan belajar untuk memahami dan memberi perhatian penuh pada perasaannya. Hal tersebut juga akan membuatnya memiliki daya konsenstrasi yang lebih tinggi terhadap sesuatu.

Melatih Emosi

Selayaknya fisik yang membutuhkan gerakan tubuh atau latihan fisik untuk tetap bugar, emosi juga membutuhkan latihan agar tetap terjaga. Emosi yang tidak terjaga dapat memicu depresi. Saat seseorang menulis, ia bisa menggambarkan perasaan atau rasa takutnya akan suatu kejadian. Orang yang mampu mendeskripsikan apa yang berada dalam pikirannya akan menjadi lebih tenang dan tidak mudah depresi.

Melatih emosi juga berkaitan dengan penerimaan terhadap kondisi emosi. Penerimaan kondisi mental akan membuat seseorang lebih menyadari kelemahannya. Melalui hal tersebut, ia akan belajar untuk membentuk diri menjadi pribadi yang lebih kuat.

Membersihkan Ruang Pikiran

Selanjutnya, menulis juga bisa membersihkan ruang di kepala atau pikiran manusia. Selayaknya memori ponsel yang bisa penuh, pikiran manusia juga bisa penuh dengan berbagai hal yang dikhawatirkan. Untuk itu, sampah-sampah yang berada di pikiran perlu dihapus secara teratur.

Proses menghapus bukan berarti tidak mengingat suatu situasi atau kondisi sama sekali. Akan tetapi, situasi tersebut tidak akan lagi menjadi hal yang ditakutkan karena telah dituangkan di dalam tulisan.

Seorang Psikolog bernama Diane Barth mengatakan bahwa menulis sangat baik untuk membersihkan pikiran. Kegiatan menulis bisa membantu seseorang mengeluarkan situasi yang sedang dialaminya dari pikiran dan menerima kenyataan yang ada. Dengan kata lain, situasi yang tadinya menumpuk di pikiran menjadi pindah posisi pada tulisan yang dibuat.

Metode Menulis yang Sederhana untuk Mengatasi Stres

Dalam penerapannya, Center for Journal Therapy membagikan cara menulis untuk mengatasi stres dengan metode yang sederhana. Metode itu bisa disebut dengan istilah WRITE. WRITE adalah singkatan dari What, Review, Investigate, Time, dan Exit.

What memiliki arti apa topik yang ingin dituliskan. Pikirkanlah apa yang sedang terjadi atau rasakan. Kemudian salurkan perasaan tersebut di atas kertas.

Review memiliki arti merenungkan. Luangkan waktu sejenak, tenangkan diri, dan fokus. Cobalah sedikit sisihkan waktu untuk meditasi dan katakan pada diri dengan pertanyaan, saya seperti, saya merasa, saya pikir, saya ingin, dan lain sebagainya.

Investigate memiliki arti menyelidiki. Coba baca kembali apa yang sudah dituliskan. Kemudian evaluasi atau pikirkan kembali mengenai perasaan atau situasi yang sedang dialami. Sediakan waktu sejenak untuk kembali merenung.

Time memiliki arti waktu. Jika tidak terlalu suka menulis, jangan memaksakan untuk menulis dalam waktu yang telalu lama. Cukup sediakan waktu lima menit sehari. Cara ini dapat diterapkan dengan menyetel waktu atau alarm.

Exit memiliki arti keluar dengan strategi. Setelah selesai menulis, coba pikirkan strategi apa yang hendak dilakukan untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi. Ringkaskan strategi tersebut dalam satu kalimat.

Menulis adalah salah satu cara mengatasi stres yang cukup efektif. Selain mengatasi stres, menulis juga bisa membuat emosi dan mental menjadi lebih kuat. Akhirnya, akitivitas yang dilakukan dari rumah bisa menjadi waktu yang baik untuk memperkuat mental dan fisik sebelum kembali berkativitas secara normal. (har)

Baca juga: Inilah Alat Pelindung Diri yang Digunakan oleh Petugas Kesehatan Corona