Munculnya Istilah Twindemi dan Urutan Gejala Covid-19 Menurut Ahli

MedikaStar.com

Pandemi Covid-19 dapat mengancam setiap orang tanpa memandang latar belakang dan status sosial. Orang yang telah tertular virus Corona biasanya akan menunjukkan gejala. Meski begitu, ada pula orang-orang yang sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda apapun.

Begi mereka yang menunjukkan gejala Covid-19, terdapat juga kesulitan untuk membedakannya dari serangan flu. Beberapa ahli yang menyebutkan bahwa musim dan cuaca yang kurang bersahabat dapat menyebabkan twindemi. Hal tersebut pun memiliki hubungan dengan urutan gejala Covid-19 yang perlu dipahami.

Dr. Robert Glatter, seorang dokter gawat darurat di Lenox Hill Hospital, New York mengungkapkan bahwa terdapat kemungkinan seseorang dapat terkena Covid-19 dan flu musiman. Seperti yang diketahui, flu musiman biasanya marak terjadi pada saat cuaca sedang kurang bersahabat seperti saat ini.

Ia mengingatkan bahwa twindemi kemungkinan dapat terjadi. Istilah tersebut mengacu pada adanya konvergensi antara Covid-19 dan influenza yang bisa sangat merusak. Hal tersebut ditakutkan akan meningkatkan angka kesakitan dan kematian.

“Penyedia medis di garis depan mengantisipasi bahwa musim flu bisa menjadi lebih buruk secara eksponensial karena kedua virus ini bertabrakan pada musim gugur ini,” jelas Glatter.

Lebih lanjut, ketika seseorang terkena infeksi dari Covid-19 dan flu musiman, maka cukup sulit untuk membedakan keduanya. Karena itu, penelitian baru dilakukan untuk membedakan Covid-19 dan flu berdasarkan urutan gejala penyakitnya. Dengan mengetahui hal tersebut, dokter dapat menentukan langkah apa yang harus diambil untuk merawat pasien, serta mencegah terjadinya kondisi yang lebih buruk.

“Urutan ini sangat penting untuk diketahui ketika kita memiliki siklus penyakit yang tumpang tindih seperti flu yang bertepatan dengan Covid-19,” kata Peter Kuhn, PhD, seorang Profesor Kedokteran dan Teknik Biomedis di USC yang juga menjadi penulis studi tersebut.

Penelitian yang mereka lakukan menggunakan data dari Cina sebagai acuan. Data yang mereka analisis adalah tingkat kejadian gejala dari 55.000 kasus positif Covid-19 yang dikumpulkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) di Cina.

Selain itu, sebanyak 1.100 data kasus yang berasal dari Kelompok Ahli Perawatan Medis Cina untuk Covid-19 selama Desember dan Januari pun diperhatikan. Data tersebut disediakan oleh Komisi Kesehatan Nasional Cina.

Guna mendapatkan perbandingan urutan gejala Covid-19 dan influenza, data dari kasus Covid-19 di Amerika Utara, Eropa, dan belahan bumi selatan pun dianaisis. Data yang dianalsis berjumlah 2.000 kasus.

Setelah diteliti, maka hasinya kemudian disimpulkan. Urutan gejala yang dapat dialami oleh pasien Covid-19 adalah demam, batuk dan nyeri otot, mual dan muntah, lalu diare.

“Studi tersebut menunjukkan bahwa pasien dengan flu musiman lebih umum mengembangkan batuk sebelum timbulnya demam,” kata Glatter.

“Pada kenyataanya, ini mungkin sulit untuk dilihat karena flu sering kali dimulai secara tiba-tiba dengan tiga gejala, termasuk sakit punggung, menggigil, dan batuk kering,” sambungnya.

Mengetahui perkembangan gejala dari orang yang terinfeksi Covid-19 dinilai sangat penting. Tujuannya untuk mengehentikan penyebaran penyakit-penyakit pada dasarnya, melakukan isolasi, serta menjalankan pelacakan yang efektif.

Selain menjadi tambahan referensi bagi upaya penanganan pasien. Penelitian tersebut juga mendorong semua masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus. Selain dapat mencegah Covid-19, protokol kesehatan yang diterapkan saat ini juga dapat mencegah flu musiman.

“Kita harus terus memakai masker, mempraktikan jaga jarak, dan menjaga kebersihan tangan. Ini masalah hidup dan mati,” seru Glatter. (har/healthline)

Baca juga: Mari Ketahui Perbedaan Gejala Covid-19, Flu, dan Alergi

Mari Tetap Patuhi Protokol Kesehatan!