NTT Masih Negatif Covid-19, Gubernur: Kita Berdoa Sungguh-Sungguh Supaya Kondisi Tetap Seperti ini!

Kota Kupang, medikastar.com

Data menunjukan bahwa hingga hari ini, Selasa (24/03/20), Provinsi NTT masih negatif virus corona (covid-19). Data yang dilaporkan oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. Marius, hingga Senin (23/03/20) malam, Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 130 orang. Sebelumnya angka ini mencapai 151 namun 21 orang telah dinyatakan sehat dan telah kembali ke rumah masing-masing.

Menanggapi kondisi NTT yang masih negatif covid-19, Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, Selasa (24/03/20) meminta masyarakat NTT untuk patuh terhadap kebijakan mengenai sosial distancing. Ia mengharapkan agar masyarakat mampu menahan diri untuk tidak keluar rumah selama beberapa waktu ke depan.

“Memang ini hal yang baru, masyarakat belum menyadari betul. Biasanya orang kena sakit dulu baru sadar. Untuk itu, sebagai gubernur saya meminta kita agar menahan diri sesaat dari pada kita mengalami sakit yang berkepanjangan. Menahan diri dalam beberapa minggu akan memotong mata rantai virus ini kepada banyak orang,” kata Viktor.

“Bukan karena kita takut kita sakit saja, tetapi kita tidak tahu virus ini, walaupun kita sehat, kita adalah carrier atau pembawa, sehingga kita ke mana-mana kita menjadi bagian dari menyebarkan virus itu. Karena itu saya meminta kepada semua kita untuk segera mungkin ada kesadaran secara kolektif untuk menahan diri, tinggal di rumah, belajar dari rumah, bekerja di rumah dan berdoa di rumah,” sambungnya.

Sekali lagi Ia menegaskan bahwa apabila semua orang dalam dua minggu atau tiga minggu ke depan mampu melakukan sosial distancing dengan baik, maka kita akan memotong mata rantai penyebaran virus corona tersebut.

“Kami sudah melakukan video conference dengan Presiden dan arahan Presiden ialah bagaimana kita bersama-sama, bangsa Indonesia ini bersatu untuk melawan covid-19 agar tidak menyebar secara luas,” lanjut Viktor.

Dikatakan olehnya bahwa Presiden Joko Widodo meminta pemerintah bersama para tokoh agama, tokoh adat sampai pada level tingkat desa dan kampung untuk melakukan sosialisasi agar sosial distancing bisa dapat berjalan dengan baik, karena itu akan menyelamatkan kita semua.

Ia juga mengatakan bahwa sebagai orang beriman, masyarakat NTT perlu mendoakan agar kondisi NTT tetap negatif covid-19.

“Kita berdoa sungguh-sungguh supaya kondisi (NTT-red) tetap seperti ini. Sebagai manusia yang beriman dan percaya kepada Tuhan, supaya kondisi ini tetap seperti ini, tetapi seandainya ada eskalasi maka kita akan menangani sesuai protokol yang ada,” katanya.

Selanjutnya jika terjadi kenaikan pasien covid-19, sambung Viktor, pemerintah provinsi juga menyiapkan rumah sakit cadangan, antara lain rumah sakit milik Universitas Nusa Cendana dan juga RS Jiwa Naimata. Jika jumlah pasien covid-19 terus bertambah, nantinya akan disiapkan Hotel Sasando sebagai tempat perawatan pasien.

Pemerintah provinsi NTT, juga telah memesan klorokuin yang saat ini menjadi obat pilihan kedua bagi pasien covid-19. Selain itu, APD juga sudah dipesan langsung dari pabrik yang memproduksi. Sementara APD yang dari pusat telah diterima oleh NTT sebanyak 500.000 paks. (*/red)

Baca Juga: Dikeluhkan Semua Rumah Sakit, Hari ini NTT Terima 500.000 Alat Pelindung Diri