rekor kasus harian covid-19 NTT

NTT Masuk 3 Besar Kasus Harian Covid-19 di Indonesia

Kota Kupang, Medikastar.com

Berdasarkan data dari situs resmi pemerintah RI, ada penambahan 314 kasus baru Covid-19 di Indonesia pada Minggu (21/11/2021). Provinsi NTT menempati urutan 3, berada di bawah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat dalam hal jumlah kasus harian terbanyak.

Berdasarkan data tersebut, jumlah kasus baru di NTT pada Minggu (21/11/2021) sebanyak 35 kasus. Jumlah ini meningkat 3 kali lipat dari hari sebelumnya. Bahkan pada Kamis, 18 November lalu, jumlah kasus baru menyentuh angka 59.

Sementara itu, pada hari yang sama (Minggu 21/11/2021) tercatat tidak ada penambahan pasien yang sembuh dan meninggal di NTT. Dengan demikian, secara keseluruhan jumlah kasus aktif sebanyak 163, jumlah pasien meninggal sebanyak 1.338, sedangkan jumlah pasien sembuh sebanyak 62.390 orang.

Tren penambahan jumlah kasus Covid-19 di Provinsi NTT menjadi ‘alarm’ bagi seluruh elemen masyarakat untuk tidak melonggarkan langkah-langkah pencegahan dengan melakukan strategi 3M (memakai masker, mencucui tangan, menjaga jarak) dan 3T (testing, tracing, dan treatment).

Belajar dari negara di Eropa

Pengetatan penerapan 3M dan 3T penting untuk dilakukan jika berkaca pada kejadian yang sedang menimpa beberapa negara Eropa beberapa hari terakhir. Jerman, Belanda, Prancis dan Austria mencatat rekor kasus harian dengan jumlah kasus mencapai belasan ribu. Bahkan Rusia mencapai angka 36 ribu kasus baru per harinya.

Menyikapi hal itu, beberapa negara Uni Eropa kembali melakukan pembatasan mobilitas masyarakat.

Kendati kasus harian masih cenderung terkendali, di bawah 500 kasus harian baru dalam 10 hari terakhir dan 1000 kasus harian dalam sebulan terakhir kita tetap harus taat pada protokol kesehatan dan rutin melakukan pemeriksaan untuk mencegah peningkatan jumlah kasus seperti yang terjadi di beberapa negara Eropa.

Apalagi mobilitas masyarakat sudah mulai bergeliat kembali dan mulai diberlakukannya pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah. Dan terutama momentum liburan Natal dan Tahun Baru yang sudah dekat.

“Karena kita harus belajar dari Negara-negara terutama di Eropa, sempat terjadi kasus luar biasa kembali hingga saat ini, karena sempat kendor dan lengah pada protokol kesehatan di sana,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dr. Reisa Broto Asmoro seperti dilansir sumsel.antaranews.com. (*/red)

Baca juga: 5 Manfaat dan Sumber Asupan Vitamin D3 bagi Tubuh