Pasangan Optimis Dapat Mendatangkan Dampak Baik bagi Kesehatan di Usia Tua

MedikaStar.com

Memiliki hidup yang sehat dan berkualitas di usia yang makin tua tentunya menjadi dambaan semua orang. Untuk mendapatkannya, perilaku hidup yang sehat wajib diterapkan. Selain itu, tahukah anda? Ternyata kesehatan seseorang juga dipengaruhi oleh sifat dari pasangannya.

Pasangan yang optimis dapat mendatangkan dampak baik bagi kesehatan seseorang di umur yang makin tua. Lantas, bagaimana hubungannya? Dilansir dari Healthline, terdapat beberapa alasan yang mendasari hal ini.

Pemeliharaan Fungsi Kognitif

Beberapa peneliti dari Michigan State University mengungkapkan bahwa salah satu cara yang membuat pemikiran seseorang lebih tajam adalah memiliki pasangan optimis. Penelitian yang sebelumnya telah dilakukan menunjukkan hubungan antara rasa optimis individu dan fungsi kognitif yang sehat.

Penelitian tersebut melibatkan 4.457 pasangan. Orang-orang yang berpartisipasi adalah mereka yang berusia 50 tahun atau lebih. Pada awal penelitian, tingkat optimisme dari para peserta dinilai melalui kuesioner. Sementara itu, tingkat kognisi mereka dinilai dua tahun sekali selama delapan tahun. Tiap peserta diuji hingga lima kali.

Penilaian fungsi kognisi dilakukan dalam bentuk tes memori jangka pendek dan memori komputasi. Kualitas ingatan para peserta juga diminta untuk dinilai oleh mereka sendiri dalam kehidupan sehari-hari.

Hasil dari analisis penelitian menunjukkan bahwa pasangan dengan kehidupan optimis memiliki fungsi kognitif yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang pesimis. Dengan kata lain, menikahi pasangan yang memiliki sifat optimis dapat membuat kognitifitas terpelihara dengan baik.

Faktor Penyebab Menurunnya Fungsi Kognitif

William J. Chopik, PhD, penulis dari penelitian tersebut, sekaligus asisten profesor dari Michigan State University menjelaskan beberapa penyebab terjadinya penurunan fungsi kognitif. Faktor-faktor penyebab tersebut antara lain kecenderungan genetik, penanda biologis, dan gaya hidup.

Faktor gaya hidup yang dimaksudkan adalah aktivitas fisik, konsumsi makanan yang sehat, pengontrolan berat badan, serta banyaknya aktivitas. Orang yang memiliki pemikiran optimis cenderung memiliki gaya hidup yang sehat, aktif, atau memperhatikan kesehatannya dengan baik. Inilah alasan mengapa orang yang optimis dapat memiliki fungsi kognitif yang baik.

Selanjutnya, orang yang optimis biasanya menjadi role model atau dapat mempengaruhi orang-orang sekitarnya untuk memiliki sifat optimis. Dengan kata lain, contoh-contoh yang diperlihatkan oleh orang yang optimis dan percaya diri akan cenderung diikuti oleh orang terdekat, termasuk pasangan.

Mencegah Penyakit

Rasa optimis juga dapat membantu mencegah terjadinya beberapa penyakit. Chopik menambahkan bahwa penyakit yang terkait dengan penurunan kognitif adalah alzheimer dan penyakit demensia lainnya. Namun, hal ini memerlukan penelitian yang lebih mendalam.

Penelitian lanjutan dibutuhkan untuk memperkuat hasil penelitian awal yang terbilang masih cukup sederhana. Selain itu, hal ini juga akan membantu para peneliti dalam mempromosikan rasa optimis sebagai target intervensi utama dalam meningkatkan fungsi kognitif.

Melatih Optimisme dan Tindakan Pendukung Lainnya

Terdapat beberapa cara untuk membangun rasa optimis. Optimisme dapat diperoleh dengan cara diwariskan ataupun dipelajari, serta dilatih oleh diri sendiri.

Cara melatih rasa optimis yang paling mudah adalah mengelilingi diri dengan lingkungan kerja atau sosial yang membantu membangun optimisme dalam diri. Rasa optimis yang berasal dari dalam diri dapat mendatangkan perubahan yang baik.

Lebih lanjut, rasa optimis saja tidak cukup untuk membuat mental menjadi lebih sehat. Terdapat beberapa hal yang harus dibarengi dengan optimisme. Faktor pendukung yang dimaksud adalah kebugaran fisik. Fisik yang bugar dapat diperoleh melalui aktivitas fisik yang cukup dan rutin, serta konsumsi makanan yang sehat.

Selain itu, menjaga kehidupan sosial yang baik juga memiliki peranan dalam memelihara fungsi kognitif. Karena itu, penting sekali untuk menjaga hubungan baik dengan keluarga, teman, kenalan, serta orang-orang di sekitar kita.

Rasa optimis dapat menjadi pendorong untuk terciptanya hal-hal baik bagi diri sendiri, pasangan, dan orang-orang di sekitar kita. Karena itu, bangunlah rasa optimis dalam diri sendiri dan pasangan. Dengan begitu, jalinan kasih yang sedang berlangsung dapat mendatangkan berbagai macam dampak yang positif, khususnya bagi kesehatan. (har)

Baca juga: Mempersiapkan Mental Anak Sebelum Kembali Masuk Sekolah