Penasaran? Begini Cara Virus Dengue Menyerang Sel Tubuh Manusia

MedikaStar.com

Belakangan ini hujan sudah mulai cukup sering turun di beberapa wilayah di Indonesia. Musim hujan cukup identik dengan naiknya populasi nyamuk di sekitar lingkungan kita. Nyamuk Aedes Aegypti pun termasuk di dalamnya. Saat menghisap darah, virus dengue yang berasal dari nyamuk penular penyakit DBD ini dapat masuk ke tubuh manusia.

Menilik hal tersebut, mungkin saja salah satu pertanyaan yang sering terbesit di benak kita adalah bagaimana cara virus dengue menyerang sel tubuh manusia? Dilansir dari nature.com, simaklah prosesnya dalam penjelasan berikut.

Proses Virus Dengue Menyerang Sel

Virus dengue dapat masuk ke dalam tubuh manusia dari nyamuk Aedes Aegypti yang membawanya. Virus tersebut disuntikkan oleh nyamuk ke dalam aliran darah manusia. Kemudian, segeralah sel kulit terdekat atau jenis sel paling umum dikulit yang memiliki sebutan keratinosit diinfeksi.

Patogen penyebab DBD tersebut akan menginfeksi dan bereplikasi di dalam sel kekebalan khusus yang terdapat di kulit. Bagian tersebut merupakan jenis sel dentritik yang disebut sebagai sel langerhans. Sel ini bertugas untuk mendeteksi patogen yang menyerang tubuh, serta menampilkan molekulnya atau antigen di permukaannya.

Kemudian, sel langerhans akan bergerak menuju ke kelenjar getah bening. Tujuannya untuk memperingatkan sistem kekebalan tubuh guna memicu respon kekebalan sebagai akibat dari adanya patogen yang menyerang tubuh. Perlu diketahui bahwa sel kekebalan tubuh memiliki sebuah stasiun untuk membantu melawan infeksi dan tempat itu terletak di kelenjar getah bening.

Dalam proses respon imun tersebut, virus dengue akan berusaha menipu sistem kekebalan tubuh. sel langerhans yang telah terinfeksi akan memberi informasi kepada monosit dan makrofag sebagai dua jenis sel darah putih untuk melawan patogen tersebut.

Sering kali, monosit dan makrofag akan menganalisis dan menghancurkan patogen. Akan tetapi, kedua sel tersebut bisa menjadi sasaran infeksi dari virus dengue. Penyebab DBD tersebut menipu sistem kekebalan tubuh dengan cara menyiasati pertahannya untuk dapat menginfeksi lebih banyak sel.

Alhasil, saat kedua jenis sel darah putih yang terinfeksi tersebut berjalan melalui sistem limfatik, virus dengue akan tersebar ke seluruh tubuh. Virus tersebut dapat menyerang sel-sel yang terdapat pada kelenjar getah bening dan sumsum tulang, makrofag di limpa dan hati, hingga monosit dalam darah.

Hal itu kemudian bisa menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah virus di dalam tubuh. Istilah yang biasa dipakai untuk menggambarkan kondisi ini adalah viremia atau kondisi terdapatnya virus dengue tingkat tinggi di dalam darah.

Respon Sistem Imun

Lantas, bagaimana respon sistem imun dalam mengalahkan virus dengue? Pertahanan sistem kekebalan tubuh manusia terdiri atas dua bagian. Bagian pertama disebut sebagai sistem kekebalan bawaan. Sistem ini memberikan tubuh perlindungan secara langsung dan umum dari patogen yang menyerang.

Kendati dapat merespon dan mengenal virus secara cepat, sistem ini tidak dapat memberikan kekebalan dalam jangka panjang pada seseorang yang terserang virus dengue.

Bagian kedua disebut sebagai sistem kekebalan adaptif. Sistem ini menghasilkan sel yang secara spesifik dan efektif dalam menargetkan, serta menghancurkan sel virus hingga sel lain yang telah terinfeksi. Jenis sel yang diproduksi adalah sel B yang mensekresi antibodi dan sel T sitotoksik.

Sel B dengan antibodi yang dihasilkannya akan mengenali dan mengikat molekul asing dalam tubuh. Kemudian, sel T sitotoksik akan membunuh sel asing dan sel yang telah terinfeksi tersebut. Meski membutuhkan waktu respon yang lebih panjang dari bagian yang pertama, sistem ini dapat memberikan kekebalan yang lebih panjang terhadap patogen yang menyerang.

Begitulah proses virus dengue menyerang sel tubuh, serta mekanisme pertahanan dari sistem imun manusia. Seperti yang diketahui, terserang penyakit DBD bisa mendatangkan kerugian bagi individu dan keluarga. Infeksi DBD yang tidak ditangani secara cepat dapat berakibat sangat fatal bagi penderitanya.

Lebih dari itu, upaya pencegahan perlu menjadi perhatian utama dari masyarakat. Tujuannya agar tubuh dapat tetap berada dalam kondisi aman dan sehat dari penyakit DBD dan pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung. (har/nature)

Baca juga: Hati-hati Peningkatan Kasus DBD di Masa Pandemi

3M untuk Cegah Covid-19 dan DBD