PLN UIP Nusra Beri Bantuan untuk Kelompok Usaha Keripik ‘Bunga Desa’ di Kabupaten Sikka

Maumare, medikastar.com

PLN UIP Nusra menaruh perhatian terhadap pembangunan ekonomi masyarakat di daerah. Hal ini terbukti dengan adanya bantuan yang diberikan oleh PLN UIP Nusra bagi sebuah kelompok usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang beralamat di Pelibaler, Desa Kloangpopot, Kabupaten Sikka. Kelompok yang memproduksi keripik pisang dengan nama Bunga Desa ini memperoleh bantuan peralatan penunjang produksi dari PLN UIP Nusra dan diserahkan secara simbolis pada Rabu (15/07/20).

Terkait hal ini, PLN UIP Nusra melalui Assistant Manager Komunikasi, Lalu Irlan Jayadi menjelaskan bahwa pelaksanaan program tersebut merupakan wujud kepedulian PLN sebagai salah satu entitas BUMN dalam peran menjadi bagian pembangunan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, wujud kepedulian PLN tersebut salah satunya diaplikasikan melalui program CSR tahun 2020, dengan mengambil konsep pengembangan dan pemberdayaan ekonomi UMKM atau kelompok masyarakat di daerah.

“Bantuan untuk kelompok keripik bunga desa kali ini kami fokuskan untuk peningkatan produksi. Harapannya, manakala kapasitas produksi ini bertambah, maka tentunya perkembangan UMKM dengan menambah keterlibatan masyarakat, bertambahnya keterlibatan, harapan kami, bertambah pula kegiatan roda ekonomi di masyarakat,” jelas Jayadi.

Selain memberikan bantuan, Jayadi juga mengatakan bahwa PLN UIP Nusra sangat terbuka dan mendukung kelompok masyarakat yang memiliki semangat untuk maju. Untuk itu, ke depan apabila kelompok usaha keripik Bunga Desa membutuhkan pelatihan dan pendampingan, maka pihaknya siap membantu, apalagi terjalin kolaborasi dengan pemerintah terkait dan elemen masyarakat lainnya.

Ia juga berharap agar para ibu yang tergabung dalam kelompok usaha tersebut untuk tetap semangat dan tidak menyerah.

“Semoga usaha keripik bunga desa ini semakin berkembang, dan tentunya, pada masa pandemi covid ini, tetap jaga kesahatan dan tetap jaga kualitas produk,” tuturnya.

Sementara itu, dr. Eky Gonang; ketua pengurus usaha Keripik Bunga Desa menuturkan bahwa bantuan yang diberikan oleh PLN merupakan wujud nyata perhatian PLN bagi pengembangan UMKM di seluruh pelosok negeri.

“Kelompok kami ini berada di sebuah desa yang jaraknya jauh dari Kota Kabupaten, namun PLN hadir dan membantu. Ini memberikan gambaran bahwa PLN hadir tanpa memandang di mana kita berada,” katanya.

dr. Eky Gonang berterima kasih sekaligus mengapresiasi apa yang telah diberikan oleh PLN UIP Nusra tersebut.

“Bantuan dana ini sangat bermanfaat bagi kam. Ini merupakan sebuah pendorong bagi kami untuk mengembangkan diri ke depan,” ungkapnya.

Lebih jauh, dr. Eky mengisahkan bahwa usaha Keripik Bunga Desa tersebut berawal dari ketertarikannya untuk menanam pohon pisang di kampung halamannya. Kondisi tanah yang subur memotivasinya untuk menanam sekitar seribu tiga ratus pohon pisang pada tahun 2018 lalu.

“Ketika mengetahui bahwa saya menanam pohon pisang sebanyak itu, beberapa orang malah menertawakan apa yang saya lakukan. Bagi saya pribadi hal tersebut merupakan motivasi bagi saya, sebab saya paham bahwa mereka yang menertawakan saya belum tentu paham mengenai apa tujuan saya menanam pohon pisang sebanyak itu,” tuturnya.

Selain karena dapat dikembangkan dan dipasarkan dalam berbagai jenis produk, lanjut dr. Eky, pertumbuhan pohon pisang yang tidak memerlukan perawatan ekstra menjadi salah satu pertimbangan baginya untuk mengembangkan usaha dengan bahan dasar pisang.

“Satu tahun setelah menanam, hasilnya luar biasa. Pohon pisang yang ditanam berkembang biak dengan sangat cepat dan menghasilkan buah yang cukup banyak. Pada saat itulah kami memulai langkah untuk mengembangkan usaha keripik bunga desa ini,” jelasnya.

dr. Eky juga menuturkan bahwa pemilihan nama “Bunga Desa” sebenarnya memiliki arti tersendiri. Nama Bunga Desa sebenarnya menggambarkan asal muasal dari keripik sekaligus nilai yang dibawa oleh produk keripik tersebut.

“Pisang ini berasal dari desa, dari sebuah kampung di Kabupaten Sikka, sehingga namanya adalah Bunga Desa. Mengapa bunga? Karena bagi kebanyakan orang, bunga adalah lambang keindahan dan juga sumber inspirasi. Jadi sebenarnya kami ingin menghadirkan sebuah keindahan dari desa, sekaligus juga menghadirkan inspirasi dalam setiap gigitan bagi orang yang menikmati keripik tersebut,” kata dr. Eky.

Wakil pengurusan keripik Bunga Desa, Yuventa Gulo juga berterima kasih kepada PLN atas bantuan yang diberikan kepada kelompok mereka yang rata-rata anggotanya adalah kaum ibu.

Ia mengatakan bahwa selama ini proses pengolahan Keripik Bunga Desa dilakukan secara manual dengan menggunakan peralatan yang sederhana, dengan menggunakan tungku dan juga kayu bakar. Peralatan yang sederhana tentunya membuat mereka belum mampu memproduksi keripik dalam jumlah yang banyak setiap harinya.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan PLN, sebab dengan bantuan ini kami dapat mengembangkan usaha kami dan juga peralatan yang kami gunakan, sehingga jumlah produksi keripik kami semakin meningkat,” tuturnya.

Dikatakan olehnya, sejauh ini keripik Bunga Desa dipasarkan di wilayah kabupaten Sikka, sehingga dengan peralatan yang semakin lengkap nanti, pihaknya berharap agar keripik tersebut dapat dipasarkan juga di daerah-daerah lain.

“Program bantuan PLN ini sangat bagus dan kami sangat senang. Harapan kami ialah bahwa PLN tetap menaruh perhatian, sebab kami masih dalam proses pengembangan usaha dan tentunya kami masih membutuhkan bantuan,” tutupnya. (*/Red)

Video: Mengapa Harus Cuci Tangan?