Prodi Profesi Ners Stikes Maranatha Selenggarakan PPGD untuk Para Mahasiswa

Kota Kupang, MedikaStar.com

Program Studi Profesi Ners Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Maranatha Kupang menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Gawat Darurat (PPGD) kepada 90 mahasiswanya. Pelatihan dilaksanakan dalam dua gelombang dan berlangsung selama tiga hari untuk masing-masing gelombang, sejak Kamis (3/10) hingga Rabu (9/10).

Serly Sani Mahoklory, S.Kep., Ns., M.Kep, ketua panitia kegiatan, mengatakan bahwa pelatihan tersebut dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan kompetensi dasar mahasiswa dalam penanganan masalah gawat darurat, baik di tingkat pelayanan pra rumah sakit, pelayanan dalam keadaan bencana, maupun pelayanan medis di rumah sakit.

“Pengetahuan tentang kasus kegawatdaruratan sudah mereka (mahasiswa) dapat di dalam perkuliahan. Namun kami merasa perlu untuk menambahnya dengan ilmu dan keterampilan dari para narasumber yang kompeten dalam bidang kegawatdaruratan,” ujar Serly.

“Dengan mengikuti pelatihan ini diharapkan para mahasiswa mempunyai skill yang lebih serta kepercayaan diri dalam menghadapi kasus kegawatdaruratan. Sehingga meskipun mereka nantinya baru selesai kuliah, mereka bisa menangani pasien gawat darurat secara baik dan benar,” sambungnya.

Ketua Program Studi Profesi Ners Stikes Maranatha, Muhammad Saleh Nuwa, S.Kep., Ns., M.Kep., menambahkan, dengan mengikuti pelatihan ini para mahasiswa akan mendapatkan sertifikat pendamping ijasah sebagai prasyarat untuk menjalani praktik klinik di unit gawat darurat rumah sakit.

“Dunia kerja semakin kompetitif, karena itu sertifikat ini menjadi bekal bagi mereka ketika terjun ke dunia kerja setelah lulus nanti. Harapan saya semoga mereka bisa menerapkan ilmu yang telah mereka peroleh ini dan bekerja dengan penuh tanggung jawab dan tentunya menjaga nama baik almamater di mana saja mereka berkarya,” ujar Muhammad Saleh.

Para mahasiswa Profesi Ners Stikes Maranatha Kupang melakukan simulasi penanganan pasien gawat darurat didampingi Ketua Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana (HIPGABI) Provinsi NTT, Dominggos Gonsalves (berdiri)

Para pemateri kegiatan tersebut adalah para tenaga medis dan akademisi yang tergabung dalam Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) Provinsi NTT. Mereka umumnya adalah para perawat yang bekerja di unit-unit gawat darurat di rumah-rumah sakit yang ada di Kota Kupang. Pengalaman mereka yang setiap hari berhadapan dengan pasien-pasien gawat darurat menjadi ilmu yang sangat berharga bagi para mahasiswa Profesi Ners yang sebentar lagi akan menamatkan kuliahnya.

Ketua HIPGABI NTT, sekaligus pemateri dalam pelatihan tersebut, Dominggos Gonsalves, S.Kep., Ns., M Sc., AIFM, menjelaskan bahwa materi yang diberikan mengacu kepada kurikulum Kementerian Kesehatan tentang PPGD. Materi-materi itu antara lain kode etik pertolongan pertama pasien gawat darurat, trauma fisik, luka bakar, henti napas, henti jantung dan evakuasi.

Dominggos mengapresiasi Stikes Maranatha yang rutin menggelar pendidikan dan pelatihan gawat darurat bagi para mahasiswanya. Menurutnya, pelatihan ini sangat penting bagi setiap orang, terutama para mahasiswa kesehatan, sehingga mereka mampu memberikan pertolongan pertama yang tepat kepada pasien gawat darurat. Karena penanganan awal yang tepat merupakan modal awal bagi proses perawatan selanjutnya.

Ia berharap para mahasiswa yang telah mengikuti pelatihan ini tetap belajar memperkaya diri dengan ilmu dan keterampilan yang diperlukan dalam pelayanannya sebagai tenaga kesehatan. Karena ilmu, termasuk ilmu kesehatan, selalu berkembang dari waktu ke waktu.

“Yang kami berikan ini tentunya belum cukup, karena itu mahasiswa harus terus belajar dan juga terlibat dalam pelatihan-pelatihan seperti ini sehingga mampu menjadi penolong bagi sesama yang mengalami kasus gawat darurat,” ujarnya. (ens)

Baca juga: Soal Penarikan Ranitidin, Begini Penjelasan BPOM

Advertisement