Program Transformasi Digital PAS-GUD, dari Internet Gratis di Desa Hingga E-Governance

Bajawa, medikastar.com

Revolusi Industri 4.0 yang sebelumnya dikenal dengan nama Revolusi Teknologi dan Revolusi Digital secara nyata telah membawa perubahan yang begitu besar dalam tatanan kehidupan manusia saat ini.

Berbagai teknologi digital seperti Kecerdasan Buatan (AI-Artifical Intelligence), system Cloud, pembelajaran menggunakan mesin (machine learning), dan Internet of Things (IoT), serta analisis persoalan menggunakan big data telah membawa perubahan super besar yang mengubah wajah dunia termasuk Indonesia umumnya dan Tanah Ngada khususnya.

Kemajuan teknologi digital juga melahirkan berbagai model bisnis baru yang semakin memanjakan para pengguna dan customer. Di samping itu, kemajuan teknologi digital juga membuat proses bisnis dan juga pekerjaan dipangkas menjadi semakin sederhana.       

Sadar akan revolusi industry 4.0 yang begitu luar biasa ditambah dengan kehadiran pandemic covid-19 saat ini, pemerintah Indonesia menempatkan transformasi digital sebagai salah satu prioritas nasional. Secara tidak langsung pandemi covid-19 menghadirkan momentum untuk akselerasi transformasi digital secara cepat di berbagai wilayah di Indonesia.

Data dari Badan Pengembangan Pebangunan Nasional (Bappenas) dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia menunjukan bahwa pertumbuhan teknologi digital yang cepat telah menumbuhkan berbagai bisnis pemula (startups) di Indonesia.

Dari laporan kedua Lembaga tersebut ternyata dalam kurun waktu 2018-2019 terdapat 992 start-up yang didominasi oleh 352 e-commerce, 53 teknologi keuangan, 55 aneka game online, dan 532 aneka bisnis lainnya. Di antaranya adalah lima bisnis pemula yang kini sudah menjadi unicorn dengan nilai USD 1 milyard (setara dengan RP 14 T), yakni Gojek, Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, dan terakhir adalah Ovo dalam sektor keuangan.

PAS-GUD & Cita-Cita Transformasi Digital di Kabupaten Ngada

Mempertimbangkan berbagai perkembangan di atas serta manfaatnya yang begitu besar bagi masyarakat, bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati kabupaten Ngada, Paulus Soliwoa dan Gregorius Upi (PAS-GUD) yang maju dalam kontestasi Pilkada Ngada 2020 bercita-cita untuk menghadirkan transformasi digital di tanah Ngada.

Menurut keduanya, transformasi digital sudah merupakan suatu urgensi. Apabila Kabupaten Ngada tidak melakukannya sekarang, maka Ngada bisa dikatakan mundur selangkah dan tidak dapat berkembang lebih cepat dan melakukan suatu lompatan yang diperlukan. Keduanya ingin membangun tanah Ngada yang berdaya saing di era digital.

“Indsutri 4.0, suka tidak suka kita akan masuk dalam bidang itu, karena ini merupakan sebuah keharusan sebenarnya. Untuk saya, tekonologi merupakan sebuah hal yang tidak bisa kita tolak, teknologi pasti akan masuk,” tutur Gregorius Upi kepada media ini beberapa waktu lalu.

Berkaitan dengan itu, apabila dipercayakan oleh masyarakat Ngada maka PAS-GUD dengan motto “Membangun Ngada dari Desa-Lanjutkan” akan mengadakan internet gratis di setiap desa di Kabupaten Ngada.

“Pemerintah wajib memasang internet gratis di semua desa agar bisa diakses oleh semua masyarakat. Kita buka ruang ini agar semua hal baru bisa masuk ke Ngada,” kata pria yang akrab disapa Gud ini.

Konsepnya ialah bahwa akan ada akses internet gratis bagi masyarakat di semua desa di wilayah Ngada. Masyarakat maupun pemerintah desa dapat memanfaatkan internet tersebut, baik untuk kepentingan pribadi masyarakat maupun untuk kepentingan yang berkaitan dengan pemerintahan, seperti data kependudukan, prospek pembangunan, dan sebagainya.

Karena salah satu program kerja PAS-GUD ialah pengembangan potensi parwisata Ngada, maka masyarakat yang menggunakan internet tersebut wajib mempromosikan berbagai potensi yang ada di wilayah tersebut di berbagai media sosial mereka sehingga dapat diketahui dunia luas. Dengan begitu, sisi lain yang berdampak bagi Ngada ialah ramainya kunjungan para wisatawan di berbagai lokasi wisata yang ada di Ngada.

Selain internet gratis di semua desa, roda pemerintahan Ngada yang selama ini dilaksanakan dengan system E-Planning, E-Budgeting menuju E-Governance akan terus didorong sehingga semua pelayanan publik di wilayah Ngada beralih ke transformasi digital atau pelayanan berbasis internet.

“Untuk mengukur kinerja dinas, kita cukup klik saja di komputer dan akan ketahuan dinas mana yang hijau, dinas mana yang merah. Langsung tahu, kalau kinerja bagus warnanya hijau, kinerja jelek warnanya merah,” jelas Paulus Soliwoa terkait apa yang telah dilaksanakan di roda pemerintahan Ngada selama ini.

Paulus mengatakan bahwa dari seluruh Kabupaten di Provinsi NTT, Kabupaten Ngada merupakan kabupaten yang paling pertama menerapkan Elektronik Government, di mana perencanaan dan penganggarannya merupakan satu kesatuan sistem yang terintegrasi, sehingga meminimalisir terjadinya human error. Dengan sitem elektronik ini masyarakat secara luas dapat mengakses apa isi rencana kerja yang akan dilakukan oleh Pemerintah.

Penerapan Elektronik Government dalam roda pemerintahan Ngada 2 tahun belakangan ini membuat Paulus sebagai Bupati Ngada diundang oleh UNDP untuk menjadi salah satu narasumber, bersama Ketua KPK, Kepala Staf Kepresidenan, Wali Kota Surabaya, Gubernur Jawa Tengah dan beberapa pemateri lainnya, dalam Forum Nasional tentang transparansi dalam penyelenggaraan roda pemerintahan.

“Ini akan kita lanjutkan ke depan menuju E-Governance. Tekad kita adalah transformasi digital, termasuk internet gratis untuk semua desa,” tegas Paulus.

Program yang akan dicanangkan PAS-GUD

Dalam rangka mengangkat tanah Ngada sebagai kabupaten yang siap memasuki era digital melalui gerakan transformasi digital, maka PAS-GUD berkomitmen untuk mencanangkan beberapa program berikut ini:

1. Mengembangkan Infrastruktur Digital

Pengembangan infrastruktur digital ini meliputi beberapa hal, seperti memastikan akses internet sampai ke desa dan memastikan bahwa WiFi gratis hadir di tiap desa. 

2.Menyiapkan SDM yang fasih digital/digital talent

Dalam hal ini PAS-GUD berkomitmen untuk memastikan pelatihan khusus bagi kaum muda hingga ke tingkat desa agar lebih fasih memanfaatkan teknologi digital dan juga melakukan pelatihan bagi semua apparat dan perangkat Desa, Kecamatan dan Kabupaten. 

3.Mengembangkan Ekonomi kreatif berbasis digital bagi kaum muda

PAS-GUD akan memastikan adanya program pengembangan bakat usaha ekonomi kreatif bagi anak muda dan juga memastikan adanya sebuah mitra pendamping dalam pengembangan usaha bagi anak-anak muda (BDSP-Business Development Service Provider).

4.Melakukan Inovasi dan Management Berbasis Digital

Untuk layanan publik, PAS-GUD akan memastikan digitalisasi layanan publik untuk berbagai layanan prioritas yang dibutuhkan masyarakat. 

Selain itu, Digital tracking system, yakni bahwa PAS-GUD akan memastikan adanya Command Center Berbasis Digital yang berfungsi untuk tracking kemajuan eksekusi proyek-proyek yang didanai APBD secara Real Time.

Dengan beberapa program yang berkaitan dengan tranformasi digital tersebut, PAS-GUD yakin bahwa sektor lain, termasuk ekonomi masyarakat Ngada dengan sendirinya akan ikut bertumbuh menuju masyarakat Ngada yang Sejahtera, Mandiri dan Berdaya Saing. (*/Red)

Video: Mengapa Harus Pakai Masker?